PERTIKAIAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

PERTIKAIAN

Pasukan Mordok keluar dari lautan menuju daratan..membuat ketakutan para warga di pingir pantai. Berlarian meninggalkan pantai. Sedang para petugas berwajib datang berusaha menghentikan para monster laut. Terjadi  baku tembak dengan monster laut. Tetapi monster laut tetap saja beringas menghancurkan apa saja. Para pihak berwajib kewalahan dengan seranga para monster laut yang banyak.

Mordok yang berambisius di  kereta perangnya terus saja menyuruh anak buahnya maju untuk menghancurkan kota. Komando Mordok, di sisi lain Ratu Adela keluar dari laut naik ke permukaan beserta para prajuritnya menyerang para pasukan Mordok.  Melihat para pasukan Ratu Adela menyerang. Panglima Mordok menyuruh semua anak buahnya untuk membalas serangan tersebut.

Benturan terjadi di tengah lautan. Kedua kekuatan bertarung habis-habisan.  Panglima Mordok menyerang Ratu Adela dengan kekuatan dari tongkatnya. Menghancurkan para prajurit Ratu Adela. Di sisi lain Admira sedang sibuk menghadapi para monster laut. Pertarungan sangat sengit. Admira menghajar para makluk tersebut sampai beberapa yang mati. Sedangkan Water membantu Admira untuk menghancurkan garis depan musuh. Para monster terdesak oleh serangan Water dan Admira. Dengan kemampuan water menghancurkan sampai membuat ketakutan para musuhnya. Sedangkan Admira memfokuskan kemampuannya mengendalikan air dan menghempaskan para monster laut sampai tercerai berai.

Melihat pasukannya kocar-kacir Panglima Mordok menggunakan kemampuannya mengendalikan air dengan tongkatnya lalu di hempas Water dan Admira di tambah segatan petir menyambar ke mereka berdua.Serangan tersebut emembuat admira dan Water tidak berdaya. Sang Ratu Adela melihat kejadiaan tersebut. menyuruh semua prajurit lebih gencar menghancurkan Panglima Mordok. Desakan serangan ratu membuat Panglima Mordok menjadi terjepit. Banyak para monster laut yang kabur. Panglima Mordok marah mengeluarkan kemampuan sesungguhnya. Panglima Mordok terbang di atas laut kemudian membuat langit gelap. Menghajar semua parjurit Ratu Adela hancur semua dengan petir yang menyambar-nyambar.

Ratu Adela melawanya dengan kekuatanya. Tetap saja Panglima Mordok Lebih kuat. Serangan hempasan obak Ratu Adela di balikkan berkali-kali.  Kemudian Panglima Mordok melemparkan petirnya ke singgahsana Ratu Adela. Hancur leburlah  Ratu Adela  dengan pengikutnya. Water melihat ibu terluka dan marah sekali. bangkitlah kekuatan sejati seorang pewaris tahta. Water terbang menuju tempat ibunya terbaring. Dengan mengambil tombak trisula emas water semakin kuat dengan mengendalikan air lau di hempaskan ke Panglima Mordok. Sang panglima Mordok menangkisnya. Dengan meluncur cepat menyerang. Panglima Mordok menghempaskan petirnya ke arah Water. Dengan cepat mampu menghindari serangan petir tersebut.

Kemudian water membuat badi besar yang luar biasa. Membuat semua makluk terbawa arus tersebut. kemudian water menciptakan petir dari tomabak langsung di lemparkan kelangit. Energi berkumpul menjadi besar dan menyerang Panglima Mordok yang kebingungan karena badai besar. Tersabar panglima Mordok seketika dan dilemparlah trisula kesasaranya. Terpengallah kepala Panglima Mordok.

Para Monster laut melihat tuannya mati kabur semua. Kemudian trisula emas di panggil oleh water dan kembali ke tangannya. Perang pun berakhir. Daratan selamat dari ambisi Panglima Mordok. Sedangkan water meninggalkan daratan untuk tingal bersama ibunya dan menjalankan tugasnya menjadi Raja Lautan dan di dampingi oleh Admira, hiduplah bahagia dan tenang kerajaan laut.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment