BAYANGAN MALAM
Malam begitu larut sekali. Udara dingin menebus kostum kepahlawan. Terlihat di atas gedung tua sesosok berdiri tegak dengan jubahnya. Menunggu dengan sabar dalam keheningan malam. Terlihat dari pandangan pahlawan malam pergerakan yang mencurigakan. Bergerak di atas gedung seseorang yang terlihat panik.
"Sasaran ku mulai bergerak," kata Bayangan Malam.
Bayangan Malam bergerak dengan mengeluarkan sebuah alat dari pinggangnya, lalu di tembakan ke arah sebuah gedung yang tinggi sekali. Melompatlah si Bayangan Malam. Terbang melintasi jalur yang di tentukan ke arah musuhnya. Jubahnya tergerai menunjukkan tanda kehebatan dirinya. Sang musuh melihat kebelakang, karena ada yang mengikutinya dari belakang.
"Sial......Bayangan Malam," kata si Pencuri.
Bayangan Malam langsung menerjang si Pencuri dengan dendangan yang mematikan. Si Pencuri berusaha untuk menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya. Tetap saja serangan tersebut tidak bisa tertahan, karena posisi serangan seperti terjangan seekor elang yang menyambar mangsanya di bumi.
Si Pencuri terpental cukup jauh akibat serangan Bayangan Malam.
"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh," teriakan si Pencuri.
"Mau lari kemana lagi..........?," kata Bayangan Malam.
"Eeeee...sial.........saya tidak akan kemana-mana. Saya akan menghajar kamu," kata si Pencuri.
Sang Pencuri menyerang Bayangan Malam dengan menggunakan sebuah tongkat besi yang dibawanya. Dengan tenang Bayangan Malam mengela dari serangan si Pencuri. Berkali-kali si Pencuri menyerang tetap tidak bisa mengenai Bayangan Malam. Rasa marah meledak di dalam diri si Pencuri. Serangan si Pencuri semakin beringas sekali. Bayangan Malam terus menghindari serangan tersebut.
Dengan sosoknya yang beadaptasi dengan gelapnya malam. Bayangan Malam menghindari tanpa di ketahui. Si Pencuri semakin geram dan bertindak semaunya menyerang ke segala arah.
"Jangan lari kamu Bayangan Malam," kata si Pencuri.
Tiba-tiba Bayangan Malam sudah berada di belakang si Pencuri.
"Saya tidak kemana-mana masih mengawasi ulah mu," kata Bayangan Malam.
Si Pencuri terkejut sekali kata-kata Bayangan Malam di belakangnya.
"Aaaaaaaaaa...........," teriak si Pencuri.
Bayangan Malam menunjukkan sosok kehebatannya membuat takut musuhnya.
"Masa bodoklah yang penting saya terbebas dari dia," kata si Pencuri ketakutan.
Si Pencuri menyerang Bayangan Malam dengan tongkatnya. Tanpa pikir panjang lagi Bayangan Malam mengela serangan dari si Pencuri, lalu tendangan langsung mengarah kepalanya si Pencuri sampai terpental jauh. Si Pencuri berusaha bangun dari tempatnya tersungkur.Tapi Bayangan Malam mulai bergerak cepat mengeluarkan sebuah tali baja dan mengikat si Pencuri.
"Tolong lepaskan saya," kata Si Pencuri.
"Diam.....," kata Bayangan Malam.
Bayangan Malam mulai permain ketakutannya dengan menaruh Si Pencuri di pinggir gedung, lalu benang baja menahan di pegang erat-erat oleh Bayangan Malam di posisi yang telah ia perhitungkan.
"Apa yang ingin kamu ingin lakukan pada saya?," kata Si Pencuri.
"Ketakutannnnn....," kata Bayangan Malam.
Dengan pelan-pelan benang baja di ulurkan sampai posisi condong kebawah. Si Pencuri ketakutan sekali.
"Aaaaaa.....saya tidak ingin mati......," kata Si Pencuri yang kacau.
Kabut hitam muncul, lalu muncullah seekor makluk yang menyeramkan sekali.
"Aaahhhhhhh..............," teriak kembali Si Pencuri melihat makluk mengerikan.
Makluk yang menyeramkan tersebut menyerang Si Pencuri.
"Aaaaahhhh...... saya tidak ingin mati," kata Si Pencuri.
Dengan cepat Bayangan Malam menarik Si Pencuri. Serangan Makluk menyeramkan ke Si Pencuri terhindar. Dengan Cepat Bayangan Malam menyerang dengan tendangan dan tinjuan yang mematikan. Makluk menyeramkan terkena serangan tersebut sampai tidak berdaya. Kemudian Bayangan Malam mengeluarkan benang bajanya mengikat seluruh tubuh si Makluk menyeramkan sampai tidak berdaya dan terbaring di lantai. Dengan perhitungan tepat menyerang ke bagian kepalanya dengan tendangan mematikan.
Makluk menyeramkan mati di tempat dengan mengeluarkan cairan yang busuk.
"Makluk apa itu.......?....iiiiii.....menjijikan sekali baunya," kata Si Pencuri.
Bayangan Malam pun bergerak ketempat Si Pencuri dan membawanya ke kantor polisi. Setelah itu Bayangan Malam bergerak menuju markasnya dengan mobil canggihnya.
"Waktunya mengumpulkan teman-teman.....pertarungan yang sebenarnya akan dimulai," kata Bayangan Malam di dalam mobil.
Waktupun berlalu Bayangan Malam sampai di markas rahasia di bawah tanah.


0 komentar:
Post a Comment