APEL EMAS
Suatu ketika seorang anak laki-laki bernama Thor sedang berada di tengah hutan. Dengan pelan-pelan Thor mengedap-endap agar tidak ketahuan. Seekor kijang sedang makan rumputan. Dengan tenang Thor menarik busurnya. Perhitungan yang tepat Thor melepaskan anak panahnya. Kijang pun terkena panah yang di lepaskan Thor.“Yes....,” kata Thor.
Kijang mulai bergerak sempoyongan berjalan menuju ke sebuah tepi sungai. Thor mengikuti jejak kijang yang terluka dari darah yang menetes di rerumputan. Kijang pun tidak mampu bertahan dari lukanya dan akhirnya tumbang. Thor melihat kijang yang diburunya tumbang di pinggir sungai. Thor segera menghampirinya kijang yang tewas oleh panah Thor.
“Wah..besar juga kijang,” kata Thor.
Thor segera menggendong kijang dibahunya. Lalu segera Thor berjalan keluar dari hutan menuju rumah. Selang hampir keluar dari hutan Thor melihat sesuatu yang aneh pada sebuah pohon. Thor menghampirinya pohon tersebut. Lalu Thor menaruh kijang buruannya yang di gendong dibahunya di taruh di tanah. Thor memperhatikan dengan seksama pohon yang aneh tersebut. Terlihat oleh pandangan Thor ada buah berwarna ke emasan. Thor memanjat pohon aneh tersebut, lalu memitik buah emas.
Setelah dapet buah emas lalu Thor segera turun dari pohon aneh.
“Ini buah kaya apel tapi warnanya ke emasan. Bisa di makan gak ya?. Ah coba aja ah...,” kata Thor.
Buah apel emas dimakan oleh Thor.
“Eeem....enak sekali...rasanya kaya apel beneran?,” kata Thor.
Thor memakan terus buah apel emas sampai habis.
“Wah ...kenyang,” kata Thor.
Lalu Thor mengambil kijang buruanya dan hendak mau panggul lagi. Thor jadi terkejut dengan kijang buruannya yang angkat oleh tangan kanannya.
“Loe....kijang yang berat ini jadi ringan sekali kaya kapas. Ini aneh bener....,” kata Thor.
Thor kemudian mencoba melempar kijang buruanya.
“Ternyata bener kaya kapas.....,” kata Thor.
Thor yang penasaran menaruh kembali kijangnya di tanah. Lalu lihat sebuah batu besar dan menghampirinya.
“Saya akan coba apa bener saya bisa mengangkat batu besar ini,” kata Thor.
Thor mengangkat batu besar dengan ke dua tangannya. Batu besar terangkat oleh Thor.
“Wah masih saja ringan batu besar ini,” kata Thor.
Thor menaruh batu besar tersebut.
“Apa karena buah apel emas tersebut?. Kalau begitu pohon aneh tersebut pohon ajaib. Saya coba lagi untuk menghancurkan batu besar ini,” kata Thor.
Thor mulai ancang-ancang dan meninju batu besar tersebut dengan sekuat tenaga.
“Buuuk,” suara pukulan.
Batu besar hancur berkeping-keping oleh Thor dan tangannya tidak terluka sama sekali.
“Wah......hebat sekali. Jadi bener pohon aneh ini adalah pohon ajaib,” kata Thor.
Tiba-tiba kabut yang tebal menyelimuti area tersebut. Thor di dalam kabut berusaha tenang. Lalu sontak kabut tebal menghilang.
“Akhirnya...bencana alam menghilang. Nah loh....mana pohon ajaibnya. Pergi kemana?. Menghilang dan juga tidak ada jejak akarnya di cabut. Jangan-jangan di bawa oleh kabut tebal. Wah bener-bener pohon ajaib,” kata Thor.
Thor pun meninggalkan tempat tersebut membawa kijangnya dengan di gendong dibahunya menuju pulang kerumahnya. Selang berapa saat Thor sampai di rumahnya. Segera mengolenin kijang buruannya. Dengan cekatan Thor membuat kijang panggang. Dengan santainya memasak kijang panggang. Selang berapa saat kijang panggang masak. Lalu Thor menyantap makan malamnya dengan lahap sekali.
Lagi asik menikmati makan malamnya pintu rumah di ketuk.
“Iya sebentar,” saut Thor.
Thor beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu dan melihat sahabat baiknya bernama Jaga.
“Hay Thor...em kaya ada bau yang enak nih. Kayanya saya berkunjung ke rumah mu tepat nie,” kata Jaga.
“Iya..lumayan saya dapet kijang yang yang besar. Ayo masuk kita ngobrol di dalem sambil menyantap kijang panggang sepesial buatan saya,” kata Thor.
“Ok...,” jawab Jaga.
Jaga masuk ke dalam rumah, lalu duduk yang sediakan Thor. Tanpa sungkan-sungkan Jaga menyantap kijang panggang di meja makan.
“Emmmm.....enak banget masakan kamu Thor dan di tambah minuman yang terbuat dari buah anggur ini sangat seger banget,” kata pujian Jaga.
“Aah..bisa aja kamu, kalau memuji,” kata Thor.
Thor dan Jaga asik menyantap makan malamnya dengan kembiraan.
“Wah...bener-bener kenyang banget,” kata Jaga.
“Sama saya juga kenyang banget,” saut Thor.
“Ngomong besok ada kegiatan kemana Thor?,” tanya Jaga.
“Gak kemana-mana sih, malahnya persedian makan di rumah cukup. Paling saya bertani di samping rumah saja sampai satu minggu. Baru saya berburu lagi di hutan. Makluk hidup sendiri setelah kepergian kedua orang tua di tangkap oleh Raksasa antara mati dan hidup saya tidak tahu keberaannya. Saya hanya bisa menunggu dan melanjutkan hidup,” cerita Thor.
“Saya sebagai sahabat baik bisa memaklumi keadaan kamu. Tapi jangan berkecil hati ya Thor. Sesekali main ke rumah saya. Ibu dan Ayah selalu menanyakan kamu terus. Mereka berdua juga sudah mengangap kamu, anak mereka sendiri,” kata Jaga.
“Iya lah kapan-kapan main ke rumah mu Jaga,” kata Thor.
“Oh...iya kayanya waktu udah terlalu malam saya pulang dulu. Ayah dan Ibu pasti sudah khawatir,” kata Jaga.
“Terima kasih Jaga sudah menemani saya makan malam. Oh ini sedikit daging kijang panggang untuk kamu bawa sebagai oleh –oleh,” kata Thor.
“Repot-repot amat sih Thor. Terima kasih banyaknya makannya ya,” kata Jaga.
“Iya..sama-sama,” kata Thor.
Jaga keluar dari rumah Thor dengan membawa oleh-oleh daging kijang panggang. Lalu Thor segera membereskan rumahnya yang berantakan. Jaga yang bahagia karena perutnya kenyang berjalan menuju pulang ke rumahnya. Baru setengah perjalan menuju rumah. Tanah bergetar dengan sangat kuat. Jaga mulai panik sekali.
“Ini gempa ataukah langkah kaki Raksasa,” celoteh Jaga.
Terlihat bayangan hitam di lihat oleh Jaga. Makin lama bayangan tersebut menampakkan wujudnya.
“Raksasa.........,” teriak Jaga.
Jaga ketakutan berlari kencang sekali untuk menyelamatkan diri. Raksasa terus mengejar Jaga yang berlari kocar-kacir dengan penuh kebingungan. Raksasa kemudian menangkap Jaga dengan tangan yang besar.
“Lumayan anak manusia ini untuk jadiin makan saya,” kata Raksasa.
“Tolong..........tolong................tolong..,” teriak Jaga.
Raksasa membawa membawa Jaga pergi.
Thor yang merasakan getaran tanah bergoncang mencoba memeriksanya dengan seksama dan meninggalkan pekerjaannya membereskan rumahnya masih berantakan.
“Pasti ini langkah Raksasa,” kata Thor.
Thor keluar rumah dengan membawa busur dan panahnya. Terlihat dari kejauhan bayangan hitam yang tersamar di gelapnya malam.
“Raksasa.....................................,” kata Thor yang marah.
Thor berlari kencang mengejar Raksasa. Ketika jarak mulai dekat dengan Raksasa Thor mulai memanah.
“Eeh.........ahhhh,” teriak Raksasa.
Raksasa kesakitan terkena serangan panah dari Thor. Raksasa berhenti dan mencabut panah yang menancap di punggungnya. Lalu Raksasa berbalik arah dan melihat sekeliling siapa yang memanahnya?. Thor bersembunyi di balik batu. Sedangkan temannya Jaga yang tertangkap oleh Raksasa terus saja berteriak meminta bantuan. Thor mulai menarik busurnya dan memanah kelengan kanannya Raksasa. Panah melesat dengan sangat kuat dan cepat.
“Eeeh......ahhhhhh,” teriak Raksasa lagi.
Raksasa kesakitan terkena panah Thor, lalu melepaskan Jaga dari gengamannya. Jaga pun terjatuh ke tanah. Thor berlari cepat segera membantu temannya untuk berdiri. Thor dan Jaga segera berlari meninggalkan tempat tersebut. Sang Raksasa mencabut panah yang menancap di lengan kanannya. Lalu segera mengamuk mengejar Thor dan Jaga.
“Mau lari ke mana anak manusia?,” kata Raksasa.
Jaga dan Thor terus berlari sampai masuk hutan, lalu segera mereka bersembunyi di rimbunnya pepohonan.
“Kamu diam disini!,” kata Thor.
Jaga mengikuti perintah Thor bersembunyi di semak-semak. Thor mulai bergerak dengan mengendap-endap. Raksasa terus mencari buruannya di dalam hutan. Thor kemudian melesatkan anak panahnya dan menancap ke bagian pahanya Raksasa.
“Eeeh....aaaah,” teriak Raksasa.
Raksasa mencoba mencabut panah yang tertancap, lalu Thor terus melancarkan serangan panahnya. Raksasa makin marah, lalu mulai mengangkat sebuah pohon dan menghancurkan sekitar. Thor mulai kewalahan dengan keberingasan Raksasa. Thor gak sadar anak panahnya habis. Raksasa menemukan Thor yang bersembunyi. Thor yang ketahuan mulai berusaha melarikan diri. Tapi Raksasa melemparkan pohon ke arah Thor untuk menghalangi jalannya.
“Sial saya terjebak,” kata Thor.
Raksasa menangkap Thor dengan tangan kanannya.
“Mau kemana lagi anak manusia?,” kata Raksasa yang marah.
“Lepaskan saya,” kata Thor.
Thor berusaha sekuat tenaganya dengan memukul lengan Raksasa yang menggenggam Thor. Raksasa kesakitan karena pukulan dari Thor. Pada akhirnya Thor terlepas dari genggaman Raksasa.
“Oh iya saya telah makan apel emas. Makanan para dewa,” kata Thor.
Thor langsung bergerak dengan cepat dan melompat dan meninju ke arah kaki kanan bagian tulang kering Raksasa.
“Eeee...ahhhh,” teriak Raksasa.
Raksasa kesakitan memegang kaki kanannya yang di tinju Thor. Tanpa berpikir panjang Thor terus menyerang kembali ke arah muka Raksasa dengan melompat langsung meninjunya dengan sekuat tenaga.
“Buuuk....boooom,” suara pukulan yang kuat.
“Eeee....aaaah,” teriakan Raksasa.
Sang Raksasa tersungkur ke tanah. Thor yang teringat dengan kedua orang tuanya di tangkap Raksasa. Kenangan terakhir bersama orang tuanya itu makin membuat Thor marah. Dengan penuh kemarahan Thor melangkah menuju Raksasa yang tersungkur dan meninju dengan sangat keras ke arah muka Raksasa.
“Buuukkk...booomm,” suara tinjuan Thor.
Raksasa makin luka parah karena tinju yang kuat dari Thor, lalu sang Raksasa berusaha untuk bangkit dengan menahan sakit. Sekali Thor meninju ke arah muka Raksasa lagi.
“Buuuuukk...boooooom,” suara tinjuan pamungkas Thor.
“Eeee......ahhhhh,” suara terakhir Raksasa.
Raksasa pun mati di tangan Thor.
“Akhirnya pembalasan saya selesai juga,” kata Thor.
Thor segera menghampiri temannya Jaga yang bersembunyi di semak –semak, lalu segera bergegas pulang ke rumah.

Gabung yuk Bosku di win323 !!
ReplyDeleteHanya Deposit & Withdraw Rp.25.000 saja Bosku.
Nikmati Bonus-bonus di win323 seperti ;
~ Bonus New Member : 20%
~ Bonus Next Deposit : 5%
~ Bonus CashBack : 5%
Tunggu apalagi mari langsung bergabung bersama WIN323 dan jadilah
pemenang di setiap taruhan yang Bossku lakukan !!
HOT LINE | BB: E3E94F65 LINE: Official.win323 | WA: +85578633430