KUCING BAIK HATINYA
"Saya berhasil menghindari pengejaran dari Toti penjaga istana langit," kata Yuliana.
Tapi ternyata Toti berdiri tegak di atas pagar tembok dan berkata "Mau lari kemana hey...pencuri!."
Yuliana sangat terkejut dengan kehadiran dari Toti. Tanpa pikir panjang Yuliana berlari dengan sampai cepat sekali. Toti mengejar sambil melompat dari satu rumah ke rumah lain. Sampai Yuliana di sebuah gang yang jalan buntu. Yuliana mau balik arah, tetapi ternyata Toti sudah di hadapan Yuliana. Dengan penuh ketakutan Yuliana memberanikan diri untuk menyerang Toti dengan sebuah tinjuan.
Dengan santai Toti menghindari serangan Yuliana berkali-kali. Yuliana sampai jengkel serangan tidak ada yang kena. Berubahlah Yuliana menjadi setengah manusia dan hewan. Dengan cakar Kucing menyerang Toti dengan cepat dan kuat. Toti tidak bisa menghindari serangan Yuliana dan terkena cakaran pada pipinya.
Toti langsung mundur satu langkah dari serangan Yuliana dan berkata "Hebat juga kamu bisa melukai saya."
"Jangan banyak cakap. Saya akan mengalahkan kamu dan membawa obat ini untuk teman saya terluka," kata Yuliana.
"Ternyata jalan kebaikan berbalut keburukan. Kalau begitu saya ladenin kamu...wahay pencuri," kata Toti.
Yuliana pun menyerang Toti dengan membabi buta dengan mengerahkan teknik silatnya sampai terpojok. Ternyata Toti lagi mengukur dari teknik silatnya Yuliana. Kemudian Toti mulai membalas serangan Yuliana dengan menangkis beberapa serangan tinju dan tendangan dari Yuliana. Langsung menyerang Toti pada posisi tempat yang kosong tanpa pertahanan sama sekali yaitu perutnya Yuliana.
Yuliana terkena tinjuan Toti sampai senep dan mundur beberapa langkah. Yuliana pun berpikir untuk memelarikan diri dengan cara melompat pager dan langsung ke atap rumah menjauh dari Toti.
"Kebiasaan pencuri hanya bisa.....melarikan diri," kata Toti.
Toti mengejar Yuliana dari belakang. Yuliana terus melompat dari satu atap rumah ke rumah sampai melompat paling tinggi ke sebuah gedung yang sedang proses pembangunan. Toti tidak melepaskan buruannya. Akhirnya Yuliana kecapean dan terpojok di puncak gedung sedang Toti terus mendekati Yuliana.
"Mau lari kemana lagi hey..pencuri," kata Toti.
"Gimana ini saya terus-terus terpojok," kata Yuliana.
Yuliana terus berpikir cerdas, tapi tidak ada cara untuk lari lagi. Yuliana langsung menyerang Toti dengan sangat buas. Pertarungan cukup sengit di atas gedung pencakar langit. Sampai Yuliana berhasil menendang pada bagian dada Toti sampai mundur beberapa langkah. Toti pun mulai marah dan berubah menjadi setengah manusia dan hewan. Serangan cakar Musang ke arah Yuliana. Serangan buasnya dari Toti membuat Yuliana benar-benar terpojok sampai hampir jatuh dari puncak gedung. Untung saja Yuliana berhasil menyelamatkan diri dengan teknik tarian silat yang cukup menajubkan dan berada di belakang Toti.
Dengan cepat Toti kembali menyerang Yuliana dengan cakar buasnya. Yuliana pun mengeluarkan cakar buasnya juga. Pertarungan makin memanas sampai tidak ada mau mengalah. Tapi ternyata Yuliana salah perhitungan dalam membaca serangan Toti. Saat itu Yuliana menendang menenuju bagian wajah Toti sebelah kanan. Ternyata Toti menangkap serangan tendangan Yuliana.
Toti pun mencakar kaki Yuliana dan langsun melempar dengan kuat ke udara. Yuliana pun berhasil turun ke lantai dengan posisi yang stabil. Tapi luka akibat serangan cakar dari Toti membuat Yuliana susah berjalan. Yuliana hendak menyerang Toti tapi hanya diam saja. Toti dengan cepat menyerang Yuliana dengan cakar yang sangat tajam. Yuliana sudah pasrah dengan kekalahannya dengan menutup mata.
Toti pun terpental jauh sampai tersungkur di lantai. Yuliana pun mendengar suara jatuh dengan kuping Kucingnya. Mata Yuliana terbuka. Terlihat jelas Toti berusaha bangkit dan hendak menyerang seseorang pemuda. Serangan Toti terus di lancarkan ke seorang pemuda dengan sangat hebat sekali. Tapi sang pemuda tidak bergeming serangan Toti dan akhirnya sang pemuda berhasil mengalahkan Toti sampai terjatuh dari gedung.
Sang pemuda mendekati Yuliana dan berkata "Kamu tidak apa-apa?."
"Tidak apa-apa?. Terima kasih atas bantuannya...Tora," kata Yuliana.
Yuliana pun membuka botol obat yang berisi ramuan ajaib dan segera meminumnya. Sekejab Yuliana kembali sembuh total.
"Hebat juga kasiat ramuan ajaib itu yang kamu curi," kata Tora.
"Hebatlah kasiat ramuan ajaib ini karena racikan dari Dewa obat," kata Yuliana.
"Demi teman kamu mencuri di istana langit. Benar-benar tindakan yang nekat kamu Yuliana," kata Tora.
"Karena teman saya itu banyak menolong saya pada saat saya susah menjalankan hidup di muka bumi ini," Yulina.
"Saya tahu..hidup tragis kamu di muka bumi ini. Hampir mati karena mau di bunuh oleh Iblis Kebau. Berkat keberanian Jekjek dalam menghimpun kekuatan para hewan akhirnya berhasil mengalahkan Iblis Kerbau dan bala tentaranya yang kejam. Kehidupan di desa hewan kembali damai dan tenang," kata Tora.
"Sudahlah banyak ceritanya lebih baik kita ke tempat Jekjek!" kata Yuliana.
Yuliana dan Tora bergerak cepat menurunin gedung pencakar langit sampai ke tempat kediaman Jekjek. Selang berapa saat sampai di rumah Jekjek. Yuliana langsung memberikan ramuan ajaib ke pada Jekjek yang terbaring di tempat tidur. Jekjek pun sembuh total dan langsung berterima kasih pada Yuliana. Sedangkan Yuliana senang sekali karena dapat menolong teman baiknya sampai air matanya mengalir deras di pipinya. Tora pun mengerti dengan perasaan Yuliana begitu juga dengan Jekjek.


0 komentar:
Post a Comment