SERANGAN MUSUH

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

SERANGAN MUSUH

Saat menyenangkan buat Robot Gan menyiapkan makan siang di ruang tengah. Sambil menunggu gurunya datang Robot Gan menyiapkankan dengan sempurna. Ditambah televisi di hidupkan agar suasana meriah dan hidup. Selang berapa saat Gurunya Robot Gan datang.

“  waw makan siang hari ini enak,” puji Gurunya Gan bernama Heri.

“begitulah.....guru,” dengan  malu menjawab Robot Gan.

“ayo makan...... selagi panas,”sambung Heri dengan nyelenehnya.

“iya.... guru,”sambil menunduk malu padahal dibenak Robot Gan basa-basi gurunya.

“mereka berdua menyantap makan tersebut dengan tenang. Sambil asik melihat acara kesukaan gurunya sepakbola. Robot sedikit bercerita tentang profesor jahat bernama Mito. Agar gurunya Robot Gan berhati-hati. Tetap saja seperti kebiasaan Heri menganggap semua santai tidak terlalu serius. Robot Gan banyak belajar untuk tidak terlalu jauh memperhitungkan. Tapi saat itu terdengar suara yang mencurigakan. Sencor mengetahuinya. Robot Gan keluar untuk menghadapi musuh begitu juga Heri menyiapkan kostum pahlawannya dan keluar dari lantai dua dan menginjak Manusia Katak.

“Maaf.....,” kata Heri.

“Sudah terlanjur bengep ini,” sahut Manusia Katak...

“Jadi orangnya target, untuk dihancurkan,”kata Manusia Singa.

“Hee.......,” kata celetukan Heri.

Sang Manusia Singa marah dan menunjutkan  wujud yang hebat. Tubuhnya Manusia Singa membesar dan cakarnya yang tajam di keluarkan. Kemudian cakar tersebut  menebas Heri. Tetapi dengan santai menghindari serangan tersebut. Tebasan tersebut malah memotong Manusia Katak. Sampai terbelah-belah dan akhirnya mati. Manusia Singa semakin geram langsung menyerang lebih brutal lagi tebasan cakaran tersebut. Heri tetap bisa menghindarinya dan meninju Manusia Singa sampai hancur lebur. Setelah melesat Manusia Siput membuat Heri penuh lendir. Tetap saja Heri dengan tenang. Manusia Siput mulai tingkat perubahan. Meningkatkan kandungan cairan lendirnya menjadi asam. Langsung melemparkan ke Heri. Melihat bentuk kandungan lendir tersebut dan menghindarinya. Bangunan sekitar yang di serang Manusia Siput  menjadi lebur. Heri langsung menyerang Manusia Siput saat melancarkan jurusnya lagi.  Ditinjunya dengan berantai sampai meledak dan lebur Manusia Siput.

Tiba-tiba pertarungan itu selesai. Musuh menarik Heri kedalam tanah. Ternyata Manusia tikus tanah menyerang Heri dengan membenamkan kedalam tanah. Sang Manusia Tikus bangga dengan keberhasilan menengelamkan Heri. Saat terkejut ternyata Heri mampu mengejar Manusia Tikus Tanah. Di hajarnya Manusia Tikus Tanah sampai keluar dari tanah dan hanjur lebur dan mati seketika.

Di sisi lain Robot Gan bertarung dengan Cybox Gorila.pertarungan tersebut sengit sekali. Cybox Gorila menggunakan mode tempur sampai menutupi identitasnya dengan helem baja. Robot Gan tidak gentar. Menghadapi dengan semangat membara. Tinjuan demi tinjuaan mereka kerahkan. Tanpa henti-hentinya. Ditambah Robot Gan mulai mengeluarkan energi api yang sangat kuat untuk menghancurkan pertahanan Cybox Gorila. Pada akhirnya Robot Gan berhasil menumbangkanya. Dan menghancurkan kedua tangan Cybox Gorila.

Saat terjepit Cybox Gorila di pingir tembok. Robot datang di hadapanya.

“Siapa yang menyuruhmu,” kata lantang Robot Gan sambil mengarahkan sejatanya di depan muka Cybox Gorila

Cybox Gorila tetap berusah mengeles dari pembicaraan. Tetapi Robot Gan bertanya kembali dengan mengacungkan senjatanya sampai mulai energi panas api di keluarkan di depan Cybox Gorila. Karena ketakutan pada akhirnya Cybox Gorila membuka sistem helm tempurnya dan mulai bicara..

“Disuruh, Profesor Mito,” kataCybox Gorila dengan
Sikap acuh tak acuh.

“Di mana tempat Lab Profesor Mito,” tanya Robot Gan dengan tegas.

“Markas pusat di belakang bukit tidak jauh dari sini,” jawabnya Cybox Gorila.

Kemudian Robot Gan meningalkan musuhnya yang tidak berdaya menemui gurunya. Di tempat gurunya Rpbot Gan bertarung. Terlihat musuhnya tercerai berai.

“Guru.....saya sudah mendapatkan info di mana markas musuh,” kata Robot Gan dengan santun.

“Ayo.....kita ke tempat penjahat tersebut,” jawab Heri dengan  semangat berapi-api.

Keduanya meningalkan area pertarungan menuju maskas  musuh. Seling beberapa saat  2 petugas keamanan kota bingung melihat fasilitas umum hancur.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment