BRUTAL
Sekelompok manusia botak berpaikan baja. Membuat ulah di tengah kota. Warga mengabaikan sekompok aneh tersebut. Karena pmpinan kelompok botak berpakian baja bernama Duru, ngocehnya gede. Ingin menghancurkan kota membuat panik warga. Setika dianggap biasa lagi. Langsung Duru menunjukkan kekuatannya dengan menghancurkan sebuah gedung pencakar langit dengan tinjunya yang
sangat mengerikan.
“Bruuuk.........,” suara runtuh banggunan.
“Ya.....horeee...........,” sorak sorai dari kawanan kepala botak berbaju baja.
“Inilah kekuatan dari baju baja hitam yang kuat,” kata Duru dengan sombong.
“Ahhhhh....................,” jeritan para warga masyarakat yang panik.
Datang para polisi yang berpatroli ke tempat kejadian. Para pasukan Duru yang berjumlah 10 orang. Menghancurkan semua mobil patroli dan para polisi sudah berusaha untuk berperang dengan mereka dengan persenjataan di tangannya. Mampu di tangkis dan di buat tunggang langgang para polisi tersebut. Ketakutan dengan kekuatan dari kelompok kepala botak berbaju baja.
Duru bersama kelompoknya terus melangkah ke depan. Sambil membuat ulah/keributan. Menghancurkan di depannya tanpa pandang bulu. Salah satu pahlawan kota datang untuk menghadang mereka. Pahlawan tersebut Pengendara Aksi. Anak buah buah Duru menhadapi Pengendara Aksi. Pertarungan tersebut tidak seimbang. Pengendara Aksi di block 10 penjahat sekaligus. Tanpa pikir panjang Pengendara Aksi menggunakan kekuatannya menghajar para penjahat tersebut. Hal hasil kalah dengan luka yang mengenaskan.
“Pahlawan kelas kacangan,” kata salah satu dari anak buah Duru dengan kasar.
“Sial.......,” kata Pengendara Aksi sambil berusaha bangkit dari ketidak berdayaanya.
Duru dan kelompok kepala botak berbaju baja meninggalkan kota. Gerombolan tersebut menuju ke arah hutan kota. Secekat kilat seorang ninja mengejar gerombolan perusak tersebut. Sang ninja yang bernama Kilat Pedang. Menghabisi kelompok berutal tersebut dengan cepat. Di potong bagian yang tidak terlindungi yaitu kepala. Tebasan Kilat Pedang meotong kelompok brutal tersebut. Duru panik langsung membuat penghalang melindungi kepalanya denga kedua tangannya yang berlapiskan baja. Kilat Pedang gagal mengabisi Bosnya. Sedangkan 10 anak buahnya tumbang tanpa sepatah kata pun terucap di bibir mereka.
"Haaaaaaaaa,” teriakan Duru sambil kedua tangan menghantam tanah.
Runtuhlah area tersebut karena pukulan yang mematikan dari Duru. Kilat Pedang menghindar dengan cepat. Kemudian Duru meninggalkan area tersebut tak sengaja bertemu Heri yang sedang mencari penjahat untuk di hajar. Seperti biasanya pikir pendek Duru. Dengan sombongnya melihat Heri menghajarnya dengan tinju mematikannya. Heri tidak tidak menghindar dari serangan Duru. Malah baju baja yang kuat Duru retak dan hancur berkeping-keping. Duru telanjang bulat.
“Haaa......... sial,” teriak Duru karena sok.
Tahu dirinya kalah dan malu Duru kabur dengan tunggang langgang meninggalkan tepat pertarungan.
“Apa yang terjadi .......?,” kata Heri dengan bingung ulah lawanya.
Dari kejauhan Kilat menyaksikan kejadiaan tersebut. Karena musuhnya telah di kalahkan dengan gak masuk akal. Kilat Pedang mencoba menyerangnya. Tanpa basi-basi menyerangnya. Heri dapat menghindari serangan tersebut. Kilat Pedang terkejut.
“Siapa Kamu....?,” tanya Kilat Pedang.
“Pahlawan....!!!,” jawab Heri dengan tegas.
Kilat Pedang mencoba kembali serangannya dengan cepat. Baru Heri mengankat tangan. Kilat Pedang sudah terkena pukulan bagian sensitif. Langsung dengan cepat menghindar dan berusaha menahan sakit.
“Lain kali saya lanjutkan pertarungan ini,” kata Kilat Pedang nada menantang.
Sang Kilat Pedang segera pergi meninggalkan tempat pertarungan. Heri tetap bingung dengan ulah lawannya. Heri tetap pada pola pikirnya mencari penjahat yang menghancurkan kota.

0 komentar:
Post a Comment