PEMBALASAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

PEMBALASAN

Di markas tersembunyi Satria Biru memperbaiki Satria Hijau yang kalah bertarung dengan Satria Merah.Ada beberapa komponen yang harus di ganti. Satria Biru menambahkan sistem baru untuk meningkatkan kekuatannya. Perbaikan tersebut memakan waktu cukup lama. Dengan sabar memperbaiki sistem Satria Hijau, pada akhirnya pemulihan berjalan dengan baik.

"Saya harus membalas semuanya," kata Satria hijau terlalu tergesa-gesa.

"Sabar dulu, kita susun rencana lebih rapih lagi," kata Satria Biru.

"Tetapi persoalaan ini tidak boleh di tunda. apalagi tabung zat kimia jatuh entah dimana?!," ujar Satria Hijau.

"Saya tahu masalah zat kimia yang hilang. Sudah ada yang menanganinya. Jadi jangan di risaukan lagi," ujar Satria Biru menjelaskan.

Satria Biru memangil  monster Babi. Selang beberapa saat Monster Babi datang.

"Ada apa tuan memanggil saya," ujar Monster Babi.

"Cari  tabung zat kimia yang hilang. Jangan lupa sampai ketemu," perintah Satria Biru.

"Siap laksanakan Tuan," jawab Monster Babi.

Monster meningalkan tempat pertemuaan. Pergi menuju tempat pertarungan antara Satria Merah dan Satria Hijau. 

"Kirimkan anak buah mu untuk menciptakan kerusuhan dan kehancuran. Agar bisa mengecoh gerakan Satria Merah,"  peritah Satria Biru.

"Baiklah....," jawab Satria Hijau.

Satria Hijau memangil anak buahnya Monster Tikus. Selang beberapa saat sang Monster Tikus dateng.

"Saya menghadap tuan. Perintah apa yang harus saya jalankan?," kata Monster Tikus.

"Buat kerusuhan dan ke hancuran kota," perintah Satria Hijau.

"Baik tuan dan laksanakan," jawab dengan tegas Monster Tikus.

Sang Monster Tikus meninggalkan tempat menghadap Tuan Satria Hijau. Segera melaksankan tugas. Monster Tikus di tengah kota membuat panik  warga masyarakat. Menghancurkan kota dengan senjata basokanya di ke dua bahunya.

"Booom.......," suara ledakan

Kota semakin kacau sekali. Kemudiaan Satria Merah datang dengan motor besarnya ke tempat kejadiaan. Selang beberapa saat Satria Merah melihat kehancuran yang parah. Setelah memarkirkan motornya Satria Merah berlari langsung menyerang Monster Tikus tendangan yang mematikan. Sang Monster Tikus yang kurang waspada pada akhirnya kena terjangan mematikan tersebut sampai terpental jauh. Satria Merah lansung menyerang Monster Tikus dengan tinjuaan dan tendangan. Sampai Monster Tikus tidak berdaya. Dengan meningkatkan kekuataannya Satria Merah meninjunya  Monster Tikus sampai hancur lebur.

Satria Merah dapat panggilan dari timnya.

"Satria Merah segera ke area dekat Universitas. Monster Babi menyerang," kata timnya.

"Ok.....," jawab Satria Merah.

Satria Merah mengambil motornya di parkir menuju ke tempat Monster  Babi berada. Dengan cepat mengendarai motor besarnya. Selang beberapa saat sampai juga di tempat kejadiaan. Sampai di sana Satria Merah menabrak Monster Babi hingga terpental. Motor Satria Merah di parkirkan. Eh malah Monster Babi bangun  dari jatuhnya dan mengeluarkan sebuah gelembung dari mulutnya dan berubah menjadi anak monster babi.

Monster Babi menyuruh anak-anaknya menyerang Satria Merah. Serangan beruntun tersebut membuat Satria Merah jadi kelimpungan. Target utama melarikan diri. Satria Merah kemudiaan mengeluarkan senjata andalannya pedang api, segera menebas semua anak monster babi sampai tidak tersisa  dan segera mengejar Monster Babi. 

Saat ingin mengejarnya Satria Merah dapat infomasi dari sistemnya. Bahwa markas telah di serang dan semua bahan penelitian semua di rampas. Satria Merah mendengar informasi itu geram sekali.  Usahanya banyak yang sia-sia. Kemudiaan Satria Merah mengakses data perubahan baru. Datang sebuah sistem tambahan dari markas tersembunyi sebuah baju tempur baru. Satria Merah menjadi Omega Merah. Dengan sistem pelacak yang mutahir dapat mengetahui keberadaan musuh lebih akurat. Dengan cepat Omega Merah terbang dengan sistem mode canggihnya.

Monster Babi tercengang melihat Satria Merah di udara. Tanpa pikir panjang Satria Merah menembak senjata pamungkasnya meriam bimm. Ditembakan sinar panas yang langsung menujut Monster Babi. Seketika  serangan mematikan itu membunuh Monster Babi sampai lebur dan hancur.

Setelah itu Omega Merah mengejar musuh yang menghancurkan markasnya.  Dengan cepat  Omega Merah terbang dan melacak musuh yang berusaha kabur membawa hasil penelitian dari markas pusat. Pencariaan tersebut berhasil di temukan ternyata Satria Hijau dengan beberapa anak buahnya. Sistem Omega berubah ke mode  tembak gatling. Keluar peluru yang banyak dari senjata Omega Merah menghujani para anak buah satria hijau sampai membunuhnya.

Satria Hijau menghindari serangan tersebut. tetap saja Omega Merah menembak dengan mode roket ke arah Satria Hijau. Terus berusaha menghindari semua serangan roket dari Omega Merah pada akhirnya Satria Hijau kewalahan. Sesekali menyerang dengan  meriam plasma  Satria Hijau dari tangan kanannya yang di modifikasi.  Benturan serangan pun terjadi tidak ada yang mau mengalah. Omega merah makin marah di luncurkan senjata pamungkasnya   energi panas dari meriam. Dengan cepat menghancurkan pertahan Satria Hijau sanpai terpental jauh dan pada akhirnya luka parah. Saat bangun Omega Merah tanpa pandang bulu langsung kemode petarungan jarak dekat mengeluarkan pedang api dan menebasnya dengan cepat.

Satria Hijau tumbang dan meledak. Di sisi lain Satria Biru jengkel melihat kegagalan rencananya dan meninggalkan arena pertarungan. Omega Merah berhasil dan mengambil semua barang yang dirampas sebagai subyek penelitiaan dan kembali segera ke markas pusat.

Sedangkan Ren mengawasi pertarungan para Satria dan Monster dari kejauhan untuk mengetahui lebih jauh dari zat kimia yang di perebutkan
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment