BELANG
Langit terlihat cerah sekali. Sebuah benda datang dengan kecepatan luar biasa dan mengarah ke kota.
"Booom.....glerr?," suara jatuh benda yang datang dari langit.
Kota hancur berantakan seketika. Para warga kota berusaha menyelamatkan diri. Gedung bertingkat terbakar dan runtuh secara beruntun. Benda besar berwarna hitam mulai bergerak lagi. Para warga melihatnya menjadi panik dan berusaha untuk melarikan diri dari area kehancuran.
Sang benda hitam mulai terbuka seperti kelopak bunga. Muncul sebuah makluk yang lucu dan menggemaskan dan terpancar dari matanya. Turun dari kapal induknya melihat kota yang hancur ulahnya. Sang makluk tersebut melihat manusia dari kejahuaan. Tiba-tiba instingnya berubah menjadi predator. Menyerang dengan sulutnya yang keluar dari tanah.
"Aaaah...," suara anak manusia di bunuh makluk asing.
Sang makluk mulai menunjukkan wujud aslinya. Paras yang lembut berubah jadi wujud yang iblis.
"Bertekuk lututlah kalian manusia di hadapan Argon," katanya dengan penuh ke sombongan.
para manusia mendengarnya semakin benci. Kota hancur malah mau di jajah. Para polisi langsung menembakan senjata ke arah alien Argon. Dengan medan pelindungnya yang kasat mata menangkisnya. Bala bantuaan pun datang dengan senjata lebih beratnya menembak ke arah alien Argon tetap tidak bergeming dari tempatnya. Alien Argon kembali dengan sulutnya yang kuat dan tajam menghancurkan semua polisi, prajurit pertahanan dan beserta unit persenjataanya yang berat dengan sangat mudah. Kembali kota yang runtuh bersimbah darah dan ledakan dan ledakan dari persenjataan yang di hancurkan.
Para warga melihatnya frustasi sekali karena kehancuran total akan segera terlaksana. Air mata para warga berjatuhhan bercampur dengan darah. Teriakan demi teriakan membuat daerah menjadi mencekam sang alien Argon langsung terus membunuh denga sulurnya yang sensitif sampai semuanya menjadi sunyi senyap. Alien Argon kembali ke tempat kapal induknya untuk melancarkan serangan berikutnya.
Seorang anak manusia datang berlari dan ke hadapan Argon dengan terberaninya.
"Tunggu dulu," teriak anak manusia sambil mengatur nafasnya
Alien Argon langsung menyerang dengan satu sulurnya keluar dari tahah.
"Suuuuut... ," suara sulur datang cepat.
Anak manusia langsung mengelaknya dengan mundur beberapa langkah.
"Huuuu.... hampir saja," kata anak manusia.
Alien Argon menyerang terus menerus, tetapi anak manusia bisa menghindari dengan sangat mudah. Kemudiaan Alien Argon melihat aksinya mulai sedikit menujukkan sifat jahatnya. Serangan sulur bertambah menjadi dua dan tiga. Sang anak manusia berusaha menghindari serangan mematikan tersebut. Sampai sulur bertambah banyak dan sang anak manusia terdesak oleh serangan mematikan dari alien Argon. Sang anak mulai diam di tempat sulur-sulur dari alien Argon langsung menuju ke hadapan seluruh tubuhnya.
"Berrrr....," suara kobaran api dengan sekejab.
Anak manusia selamat dari serangan mematikan tersebut. Alien Argon tercengang melihatnya dan di tarik satu sulurnya untuk memastikan apa yang terjadi.
"Haaaa," suara marah alien Argon.
Kemudian alien Argon menyerang kembali tetap saja terbakar setiap sulur menyentuh anak manusia. Dengan santainya maju di hadapan alien Argon. Dengan berlari dengan cepat ke hadapan alien Argon yang sombong di tinjunya dengan kananya. Ternyata medan energi kasat mata alien Argon menghentikan serangan anak manusia.
"Sial........," kata anak manusia.
"Tidak segampang itu. Haaaaa....," ujarnya alien Argon dengan marah.
Telihat dari espresi alien Argon marah dan menekan medan energi kasat matanya sampai anak manusia terpental dan tersungkur cukup jauh.
"Boleh juga," kata anak manusia bangkit.
Dengan semangatnya pantang menyerah sang anak manusia menunjukka jati dirinya.
"Nama saya Takumi salam kenal, ini baru pemanasan selanjutnya kau harus hancur," katanya dengan berani.
"Haaaaas," teriak marah alien Argon.
Sang alien Argon menyerang dengan membabi buta dengan sulurnya sedangkan Takumi berlari sangat cepat layaknya hewan buas dan menyerang dengan menembakan bola api dari ke dua tangannya langsung mengenai ke arah alien Argon. Pertarungan itu sangat sengit sekali tida ada yang mau mengalah. Dengan pandangan yang tajam dari Takumi langsung menyerang alien Argon dengan tinju apinya yang kuat dari tangan kanannya menembus medan energi kasat matanya kemudian Takumi menembakan bola api langsung kena ke tubuh alien Argon. Serangan tersebut berhasil membuat alien Argon kewalahan dan medan energi kasat matanya menghilang kemudian Takumi melancarkan tinju api tangan kirinya ke bagiaan dagu alien Argon sampai terpental dan jatuh di kapal induknya.
"Yes berhasil," kata Takumi.
"Jangan lengah ," kata Belang yang keluar dari jam tanganya dan bersender di bahu takumi.
"Ok.....beres itu," jawab Takumi.
Dengan waspada Takumi memposisika siap untuk menyerang. Sedangkan alien Argon bangkit dan semakin marah. Sulur langsung melesat lebih cepat keluar dari bawah tahah. Takumi berusaha keras menghindari serangan berantai tersebut sampai pada akhirnya terjerat di seluruh tubuhnya dan berusaha untuk melepaskannya.
"Ya sudah ku bilang kan harus berhati-hati," kata Belang.
"Diam......lah," kata Takumi yang jengkel.
"Ya udah kalau begitu," sahut Belang.
"Dasar Roh Api................menjengkelkan," kata Belang.
"Ya.....ya....ya.....," jawab Belang.
Takumi marah dan menghancurkan sulur yang kuat mengikat tubuhnya dengan apinya. Langsung berlari seperti macan buas yang menyergap mangsanya menyerang alien Argon dengan bertubi-tubi dengan bola api keluar dari tanganya untuk menjebol diding medan energi kasat matanya.
Alien Argon sekuat tenaga mempertahankan medan energi kasat matanya tidak jebol lagi. Karena serangan kuat dari api takumi bertubi-tubi membuat bingung dan terdesak pada akhirnya Takumi meninjunya dengan kuat lagi denga tangan kananya sampai jebol diding medan energi alien Argon langsung kena kearah perutnya dan jebol dan kemudian di bakar oleh energi api yang disalurkan penuh oleh Takumi.
Sang alien Argon pun tumbang, Takumi langsung mengerahkan seluruh energi apinya menghancurkan kapal induk dengan meningkatkan serangannya dari ke dua tanganya melemparkan bola-bola api yang besar dan dasyat.
"Boooommmmmm......," suara ledakan kapal induk.
Takumi meninggalkan area pertarungan tersebut dengan gagah berani.
"Loh.....mana..........Belang," kata Takumi mencari carinya.
"Dasar sial pertarungan sudah selesai. pada hal baru dapet daging enak ni," gerutu Belang.
"Belang......Belang..........Belang.........," teriak Takumi memanggil.
"Bodo amat lagi asik.....," gerutu Belang menikmati makannya.
"Haaaaaa.......di situ," ujar Takumi melihat belang sedang asik di toko daging.
"Nyam......nyammmmm....," suara Belang menikmati makananya.
Takumi menghampiri Belang yang sedang asik makan.
"Inikan daging punya orang, kalau orang yang punya marah gimana?," kata Takumi.
"Tuuu orangnya yang punya sembunyi di bawah meja," sahut Belang.
Sang pemilik toko keluar dan melihat kejadiaan dengan mengintipnya. Karena takut sama Belang ya sembunyi lagi.
"Pak maaf......masalah daging jualan bapak," tanya Takumi dengan ramah.
"Ya uda gak masalah," jawab pak pemilik toko daging.
"Tuuuu....kan gak masalah......jojong aja," kata Belang.
"Gak masalah gimana, dia itu ketakutan Belang," penjelasan Takumi.
"Udah kalau ketakutan," jawab Belang.
"Dasar kucing," jengkel Takumi.
Belang pun bangkit kemudian meraung keras di hadapan Takumi. Sang pemilik toko daging malah tambah takut.
"Ya deh saya ralat deh........Macan Api," kata Takumi.
Setelah menghabisi makananya Takumi dan Belang meninggalkan toko daging pulang ke rumah dengan berjalan santai. Sedangkan para warga kota bahu-membahu menyelamatkan orang-orang yang terluka. Sedangkan para pihak berwajib mengkarantina daerah yang hancur.


0 komentar:
Post a Comment