TINGKAH YULI
“Dasar sial.... kita di usir dari kamar,” gerutu Cul.
“Bener....bener sial,” sahut Bul.
Setelah bersusah payah menyangkat ranjang tingkat mereka berdua ke ruang tengah.
“Kayanya cukup enak,” kata Bul yang kelelahan.
“Iya juga,” sahut Cul yang sambil menguap.
Keduanya rebaan di ranjang tingkat. Istirahat dengan tenang Bul dan Cul sampai pagi hari. Keesokan harinya Lina bangun pagi melihat Bul dan Cul yang baru bangun.
“Apakah tidur kalian nyaman?,” kata Lina.
“Ya. Begitu lah,” jawab Cul.
“Ya.....nyaman kok,” sahut Bul.
“Mana sarapanya?,” tanya bos Akng sambil berteriang.
“Bentar bos......,” jawab Bul dan Cul.
Segera keduanya ke dapur menyiapkan sarapan. Selang berapa saat masakan jadi lalu di siapkan di meja makan oleh Bul dan Cul. Lalu bos Akng datang beserta Lina dan Yuli yang lagaknya mulai ngelunjak sama Bul dan Cul. Mereka berlima menikmati makan yang lezat. Setelah perut mereka berlima terisi penuh meninggalkan ruang makan. Sedangkan Bul dan Cul tetap membereskan piring dan gelas setelah mereka semua makan dan di cuci bersih dan di taruh di rak piring dengan rapih.


0 komentar:
Post a Comment