TERTANTANG

Posted By Cerpen universal on Friday, March 3, 2017 | March 03, 2017

TERTANTANG
Di dalam sebuah rumah Caudiya,  Erik dan  Anjas menunggu Bos Tamtam dan Nining. Sambil menunggu Caudiya sedang sok jadi bos meyuruh Erik memijatkan kakinya yang pegal. Terlihat rok Caudiya tersikap dan Anjas gak sengaja melihatnya. Tiba-tiba Erik yang lihat marah ke Anjas sambil membenarkan rok Caudiya. Sedang Caudiya yang sadar karena rok tersikap langsung berteriak keras sama Anjas. Sedang Anjas yang di bentak oleh Caudiya dan Erik karena masalah tidak sengaja mengangapnya masa bodo.

Tiba-tiba pintu terbuka. Bos Tamtam dan Nining masuk ke dalam rumah. Segera mereka bertiga beranjak dari tempat duduk. Sedangkan Caudiya mengambilkan barang-barang Nining. Segera  Nining mengambil barangnya dari tangan Caudiya Mereka semua mau keluar dari rumah ternyata masih di buntutin. Secara diam-diam mereka semua keluar dan pada akhirnya ketahuan dan berpencar. Sampai di tempat yang tersembunyi tiga penjahat menantang Nining. Dengan menggunakan sepedah Nining pergi ke suatu tempat di sebuah gudang kosong.

Kemudian ketiga penjahat keluar dari mobil dengan memegang senjata di tangannya.

“Jadi kalian semua di kirim untuk menghabisi saya,” kata Nining.

“Ya begitu lah,” kata penjahat wanita.

Penjahat wanita yang sombong melempar pedang gandanya di tanah dan tertancap. Lalu membuka jiketnya dan siap bertarung. Dan kedua penjahat sudah siap dengan senjata di tanganya.

Mulai mereka menyerang di mulai dengan mencabut pedang di tanah oleh penjahat wanita. Nining langsung melemparkan 2 pisau langsung mengenai ke dua penjahat di bagian tengorokan dan di jantung.

“Aaaah,” teriakan terakhir kedua penjahat.

Penjahat  wanita melihat temanya tewas, terkejut  sekali.

“Sial...,” kata penjahat  wanita.

Nining langsung masuk ke dalam gudang, lalu penjahat wanita mengejarnya masuk ke gudang juga. Penjahat wanita langsung mengayunkan pedangnya ke hadapan Nining. Dengan menggunakan senjata tongkat besi Nining menangkis serangan penjahat wanita. Nining pun terdesak  dari serangan penjahat wanita. Kemudian Nining menghindar serangan dengan berlari dan penjahat wanita mengejarnya. Sang penjahat wanita geram lalu menyerang dengan cepat dengan jurus pedang gandanya. Nining yang sigap menangkisnya dengan cepat sampai menjatuhkan salah satu pedang di tangan penjahat wanita. Begitu juga penjahat wanita menatuhkan tongkat besi jatuh juga.

Nining yang  terdesak dengan keadaan langsung mengindar dan mengelabui pandangan musuh masuk ke dalam jerami. Penjahat wanita langsung menerjang menusuk dengan pedangnya. Pada akhirnya tidak mengenai sasaran. Nining mengambil pedang penjahat yang terjatuh kemudian dengan sadar penjahat wanita, tetapi sudah terlambat pedang Nining sudah menusuk ke perut musuh dengan cara di lempar.

Kemudian penjahat wanita berusaha untuk bertahan dengan berjalan keluar dengan di lihat oleh Bos Tamtam dan anak buahnya. Tubuh penjahat wanita yang bercucuran darah pada akhirnya tumbang ke tanah. Nining pun keluar dari gudang.

“Kamu gak pa-pa?,” tanya Bos Tamtam yang simpatik.

“Gak apa-apa?,” kata Nining terlihat letih.

“Ayo kita tinggalkan tempat ini,” kata Bos Tamtam.

“Ayo......,” jawab mereka semuanya.

Bos Tamtam dan lainnya langsung meninggalkan gudang tempat pertarungan Nining segera pulang ke rumah. Sedang mayat penjahat di tinggalkan begitu saja.
Blog, Updated at: March 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment