SIBUK KERJA

Posted By Cerpen universal on Friday, March 3, 2017 | March 03, 2017

SIBUK KERJA

Pagi yang cerah. Lina sedang duduk di ruang tamu sambil ngobrol dengan Budi.

“Saya ingin kamu mencari orang ini,” kata Lina sambil memberikan foto dan dokumen.

“Ya akan saya coba,” sahut Budi.

“Ya,” Ujar Lina.

“Kalau begitu Cul hubungin detektif Kang untuk mengurus pencarian orang ini,” perintah Budi.

“Baik bos,” jawab Cul.

Lina meninggalkan Budi di ruang tamu dan masuk ke dalam rumah. Cul segera menghubungi detektif Kang. Sedang Bul membantu Cul untuk menyelesaikan perintah Bos Akng. Yuli segera menemani Lina.

Budi meninggalkan  ruang tamu dan berkemas masuk ke dalam kamar. Setelah rapih Budi pergi keluar rumah degan mengendarai pribadinya pergi ke kantor. Selang beberapa saat Budi mendapat kabar di saat masih di perjalan menuju kantor. Bahwa ada pertemuan dengan klain di kafe. Segera Akng memuter balik dan menuju kafe dekat pinggir jalan.

Sampailah Budi di tempat parkir. Turun Budi dari mobil dan berjalan menuju sebuah kafe kopi. Budi masuk dengan mendorong pintu  masuk ke kafe.

“Selamat datang,” kata pelayan kafe kopi.

“Oh...terima kasih,” kata Budi.

Budi langsung duduk menghampiri klainnya  yang sedang menikmati minumannya.

“Oh Akng,” kata Wina.

"Ibu Wina," sahut Akng

Budi duduk berhadapan dengan ibu Wina. Membicarakan tentang masalah kerjaan. Lagi asiknya ngobrol seorang pelayan kafe mendatangi Budi dan memberikan buku menu.

“Pesan apa?,” kata pelayan kafe.

“Kopi susu,” kata Budi.

“Oh makannya apa?,” tanya pelayan kafe.

“Roti isi,” kata Budi.

Sang pelayan kafe meninggalkan Budi dan masuk kedalam untuk menyiapkan pesanan.

“Oh Ibu Wina urusan kerja sama kita tertarik,?,” tanya Budi.

“Makanya itu saya menghubungi kamu....... sudah saya pertimbangkan. Saya setuju untuk bekerja sama,” kata Ibu Wina.

“Bagus itu...saya akan segera siapkan semua dokumennya agar kerja sama ini mulus. Jadi ke dua belah pihak salaing menguntungkan,” kata Budi.

“Ok saya percayakan itu sama kamu Budi,” ujar Ibu Wina.

Kemudian pelayan kafe datang membawakan pesanan Budi.

“Permisi pak,” kata pelayan kafe.

“Oh ya,” kata Budi.

Sang pelayan menaruh pesan minuman dan makan di meja Budi dengan baik.

“Silakan pak,” ujar pelayan kafe.

“Terima kasih,” kata Budi.

Sang pelayan meninggalkan Budi kembali keposisinya. Tiba-tiba  Ibu Wina dapat sms. Setelah membacanya dengan baik Wina berpamitan Budi yang sedang menikmati makan dan minumnya. Budi pun mengerti kesibukan Ibu Wina. Beranjak Ibu Wina dari tempat duduk dan membayar semua makan dan minumnya termasuk punya Budi.

“Hari ini paling beruntung,” celoteh Budi.

Budi menikmati kopi susunya sambil melihat pemandangan kota yang cukup ramai dari balik jendela kafe.
Blog, Updated at: March 03, 2017

0 komentar:

Post a Comment