KEPURA-PURAAN
Pagi yang cerah Bela dan Laura datang ke tempat kerjanya Rafi dan Andika di sebuah tempat toko penjahit yang tidak jauh dari rumah. Melihat Bela, Andika mulai berubah sifatnya begitu dengan Rafi. Dengan membuat ulah Rafi dan Andika menunjukkan sok kerenya. Membentak karyawan toko penjahit. Sampai karyawan toko penjahit ketakutan karena bentakan mereka berdua seolah menagih utang. Bela yang tahu kebodohan Rafi dan Andika karena hendak membohongi. Terlihat dari mata dan tingkahnya yang ngacok. Laura melihatnya mereka berdua ketakutan tetapi karena arahan Bela karena kebohongan mereka berdua pada akhirnya Laura berani menghadapi Rafi dan Andika yang berpura-pura gahar.
Tiba-tiba datang segerombol orang menagih utang dari kelompok Judika. Rafi dan Andika jadi sok berani tapi sebenarnya pengecut. Kemudian Rafi dan Andika ingin menghajar kelompok tersebut, eh malah jadi takut karena bawa pentungan. Saat kelompok Judika datang ke hadapan Rafi dan Andika untuk menghajar. Bela menendang sebuah benda berbentuk kursi dengan kaki kanannya. Judika dan anak buahnya tersandung dan jatuh terlukup semuanya. Setelah itu di hajar habis oleh Rafi dan Andika sampai babak belur. Kelompok yang bikin ulah langsung di usir dari toko penjahit.
Kemudian setelah kejadian tersebut Rafi dan Andika mengajak Bela dan Laura untuk makan di restoran tempat mereka biasa berkumpul dengan Bos Ifan. Selang beberapa jam mereka sampai di restoran. Rafi dan Andika telah memesan makan. Sambil menunggu Bos Ifan datang. Di tunggu-tunggu dengan sabar Bos Ifan datang ke restoran.
“Ayo teruskan makannya,” kata Bos Ifan.
“Rafi cepet pesen makan Bos Ifan,” kata Andika.
“Iya sebentar,” sahut Rafi.
Selang berapa lama pelayan datang membawakan pesana Bos Ifan Mereka berlima menyantap makan dengan penuh keceriaan.
“Ayo makan Laura,” kata Bos Ifan.
“Ya.......bos.....,” jawab Laura.
Dengan sikap Bela yang dingin mereka berempat tetap santai menyantap makan yang lezat itu. Makan pun yang di pesan habis di santap. Perut mereka berempat kenyang. Sedangkan Bela tidak emut makannya karena suasanya tidak begitu bagus. Tapi mereka memaklumi sikap Bela. Kemudian Bos Ifan permisi ke ke belakang bersama Andika. Kamar kecil Bos Ifan muntah-muntah.
“Bos kenapa kamu ini?,” tanya Andika sambil memegangkan jas bosnya.
“Kayaknya sih masuk angin,” sahut Bos Ifan
“Oh........bos telat makan....sih,” kata Andika.
“Iya kali....,” sahut Bos Ifan sambil meneruskan muntahnya.
Di meja restoran Rafi, Laura dan Bela menunggu di meja restoran. Datanglah Judika bersama Bos bernama Paul serta anak buahnya lagi ingin membalas dendam.
“Mana orangnya...,” kata Bos Paul.
“Itu orangnya....,” kata Judika.
Bos Paul datang mendorong Rafi sampai tersungkur. Bela melihat aksinya Bos Paul jadi mutnya jadi jelek. Saat melangkah lagi mau mendatangi Rafi yang terjatuh di sengolnya kaki Bos Paul sampai jatuh tersungkur. Sontak anak buahnya mau menyerang. Bela bangkit dan langsung menghajar mereka semua dengan tendangan ke arah muka dan serangan tonjokan mematikan ke arah tenggorokan. Satu persatu para penjahat tumbang karena serangan cepat Bela. Rafi dan Laura melihat aksi Bela terkejut.
Rafi dengan cepat menceritakan kepada Bos Ifan yang ada di kamar kecil. Karena Bos Ifan lagi sibuk dengan mualnya mengabaikan cerita Rafi begitu dengan Andika. Setelah merasa enakan Bos Ifan dan beserta yang lainnya pulang meninggalkan restoran. Sedangkan gerombolan Bos Paul sudah tungganglanggang melarikan diri habis di hajar Bela.


0 komentar:
Post a Comment