KEGAGALAN CINTA
“Permisi bos,” kata Andri beserta anak buahnya.
“Ya silakan masuk,” jawab Bos Conan.
Andri beserta anak buahnya melihat Lingkon beserta anak buah berjejer di ruangan. Bos Conan juga menyuruh Andri beserta anak buahnya untuk masuk dalam barisan. Mulailah Bos Conan mengintrograsi semuanya.
“Apakah benar kalian berdua berselisih paham?,” tanya Bos Conan.
“Benar itu Bos,” jawab Andri.
“Ya benar Bos ,” jawab juga Lingkon.
“Jadi apakah benar yang mengalahkan Conan beserta anak buahnya adalah Wati anak dari Bos Kahar?,” kembali tanya Bos Conan.
“Iya itu benar bos, sebenarnya yang bikin ulah anak buah Andri,” ujar Lingkon.
“Tapi kan kami membela diri juga dari ulah kalian yang bertindak semaunya,” kata Andri membela anak buahnya.
“Apa itu benar Selamet dan Salim?,” tanya Bos Conan.
“Sebenarnya hampir semuanya benar sih bos, selebihnya sih sering berselisih paham di jalan,” kata Selamet
“Sedangkan kalian anak buah Lingkon bagaimana penjelasannya?,” tanya Bos Conan dengan tegas.
“Ya sebenarnya sih persoalanya sih kami juga bisa .......anu.....bos.............,” ujar salah sah satu anak buah Lingkon yang bingung dan takut.
“Tapi bos saya sih lebih baik damai aja sih bos,” kata Andri berusaha untuk tidak memperpanjang masalah.
“Ya......ya,” kalau begitu sih bisa diatur....kamu yang jadi bosnya sekarang untuk bagian wilayah utara yang selama ini di pegang Lingkon,” kata Bos Conan.
“Bos............jadi......,” terkejut Andri.
“Jadi kamu jadi Bos,” pertegas Bos Conan.
“Selamat ya Bos Andri.....,” ujar Selamet dan Salim.
“Selamat ya Bos Andri," kata Lingkon beserta anak buahnya.
“Ya udah sekarang kembali kerja sana,” perintah Bos Conan.
“Baik Bos,” jawab semua anak buahnya.
Andri beserta anak buahnya dan juga Lingkon beserta anak buahnya meninggalkan ruangan kerja Bos Conan. Di luar ruangan Andri di beri ucapan selamat sama semua karyawan. Andri senang dan bahagia begitu juga dengan Selamet dan Salim sebagai anak buah yang setia. Setelah urusan kerja selesai Andri beserta anak buahnya kembali rumah. Selang berapa lama sampailah Andri, Selamet dan Salim di rumah.
Wati pamitan untuk pulang ke jakarta dan juga menyerahkan sebuah perhiasan yang di berikan sebagai hadiah pernikahan dari Ibu Andri. Sangking terkejutnya Andri tidak bisa berkata-kata. Pada akhirnya Andri beserta anak buahnya mengantarkan ke bandara. Selang sampailah mereka semua di bandara. Wati bergegas untuk penerbangan karena kapal terbang mau berangkat.
“Bos sekarang waktunya,” kata Selamet
“Iya bos,” desakan Salim.
“Bener sekali.....,”sahut Yuli.
“Ya.....kalau begitu,” kata Andri meneguhkan hatinya.
Wati yang berjalan meninggalkan mereka semua sambil membawa tas kopernya. Di panggil Andri dari jauh.
“Wati..... aku mencintai mu,” kata teriak Andri.
“Emmmm,” suara kecil Wati dalam senyumannya.
Wati terus masuk ke dalam dan mengabaikan Andri yang berteriak keras untuk menyatakan perasaanya.
“Sial sekali.....,” gerutu Andri dengan gregetan.
Andri mengabaikan semuanya dan meninggalkan bandara kembali ke rumah beserta anak buahnya membawa sebuah kenangan kegagalan cinta.


0 komentar:
Post a Comment