PUTRI DUYUNG

Posted By Cerpen universal on Wednesday, January 11, 2017 | January 11, 2017

PUTRI DUYUNG  

Seorang anak manusia yang berjalan di pantai sambil merayakan hari akhir tahun sendirian menjauh dari kelompoknya bersenang-senang di pondok pantai. Malam itu benar-benar indah terlihat pemandangan laut yang sangat menajubkan di tambah. Sinar bulan purnama terang benderang. Terihat di sisi pantai ada sebuah benda yang bersinar berwarna biru. Sang anak pergi ketempat tersebut dengan berlari. Tak sengaja melihat seorang gadis lagi berenang tengah malam di bibir pantai.

“Maaf saya tidak tahu ada yang berenag di tengah malam ini,” kata sang anak manusia yang membalikan badan.

“Iya saya tahu,  jadi kamu saya maafkan,” kata sang gadis.

“Kenapa kamu berenang tengah malam?,” tanya sang anak manusia.

“Sudah kebiasaan,” jawab sang gadis dengan santai.

“Haaaaaaa,” terkejut sang anak manusia sambil menoleh ke sebelah kiri.

Sang anak melihat sebuah ekor yang besar di dalam air sambil mengepak-ngepak.

“Ngintip lagi ya,” kata sang gadis ngeledek.

“Maaf....., tetapi saya penasaran yang saya baru lihat itu apa ya, kaya ekor ikan,” kata sang anak manusia.

“Oh mungkin kamu salah lihat. Coba lihat lagi,” kata sang gadis menantang.

“Dengan memberanikan diri karena perintah sang gadis. Sang anak manusia menengok lagi ke sebelah kanan. Terlihat sebuah kaki yang cantik yaitu kaki manusia di dalam air.

“Haaaaaaaa....apa saya lihat ya,” kata sang anak manusia sambil mengucek-ngucek matanya.

“Gak salah lihat kok,” kata sang gadis sambil menepuk pundak dari belakang.

“Haaaaaaaa............untung..............bapak gw,” terkejut sang anak manusia.

“Begitu saja kok terkejut, jadi kamu kesini mau ngapain ?,” tanya sang gadis.

“Gak ngapa-ngapain kok......Cuma ingin mengambil sesuatu di pantai terlihat cantik berwarna biru,” jawab sang anak manusia.

“Maksud mu ini..........sebuah batu cantik ini berwarna biru,” kata sang gadis sambil menunjukkan batu biru di tanganya.

“Iya....itu benar sekali,” jawab sang anak manusia.

“Ini........untuk kamu,” kata sang gadis meningalkan tempat tersebut menuju pondok.

“Ini batunya yang ku cari......tapi kok anak tersebut bukanya tadi......ya sudahlah salah lihat lagi. Tunggu.............siapa namamu,” kata anak manusia.

“Nama.........saya........kasih tahu gak ya.........,”  kata sang gadis berpikir panjang.

“Ayolah kasih tahu.......nama saya sih Toni dari kota. Jadi kamu siapa namanya.....?,” tanyanya.

“Oooooooh Toni........jadi saya Mila dari pantai,....itu saja,” jawabnya.

Semenjak itu Toni dan Mila berteman baik. sampai berajak dewasa dan Toni tidak tahu benar seluk beluk Mila sebenarnya. Yang dia tahu Mila hidup sebatang kara di pinggir pantai. Toni terus menjadi sahabat baiknya sampai sekarang.
Blog, Updated at: January 11, 2017

0 komentar:

Post a Comment