NEBULA

Posted By Cerpen universal on Monday, January 2, 2017 | January 02, 2017

NEBULA

Waktu terus saja berjalan. Saat-saat paling menyenangkan berubah menjadi Tragedi yang sangat mencekam dimana semua orang ketakutan. Berlari  kocar-kacir ke luar dari gedung. Ledakan terdengar dari luar. Merobohkan beberapa gedung pecahan langit. Pasukan khusus datang untuk menghentikan kerusakan yang di lakukan monster.

Baik dari udara dan darat di kerahkan untuk memborbadir monster tersebut. Tetap tidak bergeming. Monster tetap melancarkan serangan mematikannya menyerang para pasukan khusus. Monster terus merusak lebih banyak lagi kota. Sekuat tenaga pasukan untuk menghentikan monster walau dalam keadaan ke kalahkan telak. Dari kejauhan datang sebuah alat berat yang terbang menuju monster. Robot  raksasa siap bertarung dengan monster pertarungan terjadi.

Robot menyerang dengan tinjauan yang mematikan dan di tambah tendangan yang membuat monster terpental. Monster segera meluncurkan serangannya yang lebih dasyat dari mulutnya. Robot menangkisnya dengan sistem pertahan energi laser.

Serangan itu berlangsung cukup lama dan kemudian robot mengerahkan roket dari bahu melesat ke langit dan menyerang monster. Menghentikan serangan monster dengan cepat dengan mengumpulkan seluruh tenaga. Robot membuka sistem penembakan leser dari dada yang di targetkan  ke arah sasaran.

Monster merasakan ada serangan robot. Dengan sergap monster berubah menjadi  mode pertahan yang sangat kuat. Laser yang sangat dasyat tersebut menjadi sia-sia belaka saja. Belum lagi energi penggerak robot mulai habis karena digunakan untuk menghancurkan monster. Dari bentuk pertahanan yang kuat berubah ke bentuk mode penyerang. Monster mengeluarkan energi dari mulutnya dan di hempaskan ke robot dengan ke kuatan penuh.

Robot menerimanya tanpa pertahan apapun? Kehancuran total pada robot. Monster semakin berutal menghancurkan di sekitarnya dengan energi panas yang keluar dari mulutnya membuat ledakan dimana-mana. Kota hancur dengan seketika.

Para manusia semakin ketakutan dan pasukan kusus pun jatuh semangat juangnya karena senjata yang terkuat di harapkan malah menjadi seonggok mesin tak ada guna. Dari kejauhan ada seorang penjaga gunung. Berusaha keras berlari menuju sebuah goa yang berisikan artefak kuno. Konon berdasarkan cerita turun-menurun bahwa sebuah kekuatan besar di segel oleh seorang pertapa agar bisa digunakan pada waktunya cara mengaktifkannya butuh wadah untuk menyimpan kekuatan tersebut.

Seorang anak yang terpilih keturunan pertapa. Sang penjaga membawa bocah kecil tersebut cucunya sendiri  yang bernama Ling. Sebuah gelang yang akan mengendalikan kekuatan makluk tersebut. pernyatuan pun berhasil dan kekuatan dari artefak bangkit menjadi makluk yang kuat dan besar. Lalu tiba-tiba muncul sebuah gelang besar yang membelenggu makluk tersebut agar tidak berbuat semaunya.

Sang penjaga dan anak tersebut menyuruh makluk tersebut yang mirip seperti banteng besar. Berlari menuju ke kota yang di hancurkan. Sesampainya   makluk banteng menyerang monster dengan kekuatan penuh hingga terpental jauh dan terjatuh. Monster bangkit dan mengeluarkan kekuatan energinya yang di tembakkan menuju makluk banteng. Dengan sergap makluk banteng menghindari serangan tersebut dan menyerang langsung ke monster dan membuat monster tersebut tunduk dengan kekuatan makluk banteng.

Tapi, kali ini monster berubah kembali bentuk pertahannya yang paling kuat dan bergelinding menyerang makluk banteng. Akibatnya serangan tersebut makluk banteng terdesak dan hampir kalah. Gelang kekuatan mulai menunjukkan cahaya berwarna merah dan berkedip-kedip dan berresonansi dengan gelang yang di pake cucu penjaga tersebut.

Pertanda untuk membuka kekuatan yang dibelengu. Ling menyerukan sebuah kata pelepasan.

“Dengan seizin dari penjaga kekuatan makluk banteng berubah menjadi kesatria petarung (NEBULA)”

makluk banteng mengeluarkan sinar dari tubuhnya dan membuat jarak untuk bertranformasi menjadi Nebula. Dengan wujud sebenarnya Nebula membawa sebuah senjata besar yang sangat panjang dan dengan segera menarik pedangnya dari sarungnya. Di tebasnya monster tersebut menjadi dua dengan kecepatan yang sangat menajubkan.

Monster kalah dan hancur. Nebula kembali di belenggu ke dalam wadah Ling untuk melanjutkan pertarungan berikutnya. Setiap 1000 tahun pasti bumi dalam ke adaan bahaya karena selama monster  yang sesungguhnya belum di musnakan. Untuk Sementara waktu keadaan kota dan sekitarnya menjadi aman dan damai.

Tidak ada serangan dari monster. Para manusia dan pasukan pembela bumi tidak bisa berpangku tangan karena masih ada monster siap menyerang. Berdasarkan hasil penelitian para ahli  di bidangnya bahwa musuh sebenarnya belum muncul menunggu waktu yang tepat untuk berindak. Raja monster siap siaga untuk bangkit untuk memusnahkan bumi.
Blog, Updated at: January 02, 2017

0 komentar:

Post a Comment