KELEMBUTAN

Posted By Cerpen universal on Thursday, January 12, 2017 | January 12, 2017

KELEMBUTAN
 
Chika memutuskan untuk mencari peruntungan di kota Jakarta. Pagi-pagi sekali Chika berangkat dengan bus jurusan ke Jakarta. Beberapa jam kemudian Chika sampai di di halte bus. Setelah itu  Chika berjalan kaki menuju rumah bibinya bernama Maya yang tidak jauh dari situ. Selang berapa pengkolan akhirnya Chika sampai di rumah bibinya. Sampai di ruang tamu bibinya Chika memberi beberapa wejangan. Dengan senang hati menerima semua masukan dari bibi Maya.

Bibi Maya mempersilakan Chika untuk beristirahat di kamar atas yang telah persiapkan dengan baik. Chika membawa semua barang bawaanya ke  kamar atas, tiba-tiba sepupunya bernama Yuu mendatangi Chika.

“Selamat datang Chika,” kata Yuu.

“Ya...... ,” jawan Chika dengan senyum manisnya.

“Semoga kerasan tinggal di sini,” ujar Yuu.

“Ya....,” jawab Chika dengan tersenyum manis.

“Kalau begitu saya permisi dulu,” kata Yuu.

“Ya....,” sahut Chika.

Yuu meninggalkan Chika lagi naik ke lantai dua. Selang beberapa saat Chika masuk ke dalam kamar yang cantik yang di persiapkan oleh bibinya Maya. Chika merasa nyaman di dalam kamar bagus tersebut. kasurnya tempat tidur Chika empuk banget, lalu membereskan kopernya. Satu persatu baju di keluarkan dari koper dan di masukan di dalam lemari dan di susun rapih oleh Chika. Sedang perabotan alat-alat kecantikan Chika di keluarkan dari koper dan di susun rapih di meja rias. Setelah itu Chika istirahat di tempat tidur karena kelelahan  karena perjalan jauh dari desa ke kota.

Selang berapa saat Chika terbangun dari tidurnya dan langsung  pergi ke kamar mandi untuk memberishkan diri. Setelah menyelesaikan mandinya Chika langsung berpakaian rapih dan turun menuju dapur mulai memasak. Chika membuka lemari es dan segera mengeluarkan bahan yang perlu untuk Chika olah menjadi masakan. Saat Chika asik memotong sayuran, muncul Yuu dengan mengendap-endap.

“Ya...sedang apa? ,” basa-basi Yuu.

“Ya... saya sedang memasak untuk menyiapkan makan malam,” sahut Chika dengan malu.

“Oh....jadi masak apa?,” tanya Yuu dengan keingintahuanya.

“Ya.....saya masak tumis brokoli, sosis goreng dan roti panggang,” ujar Chika.

“Ooooooh.... itu makan kesukaan saya,” kata Yuu dengan  berlebihan terlihat dari tingkahnya.

“Heeee.....hee,” tertawa manis Chika sambil tangan kanan memegang pisau menutupinya.

“Ya...... maaaf....saya terlalu berlebihan,” ujar Yuu.

“Ya...,”jawab Chika.

“Kalau begitu saya permisi dulu,” kata Yuu dengan muka yang malu.

Yuu pun meninggalkan Chika sendirian di dapur pergi ke kamar lantai dua. Chika segera membereskan memasaknya dengan penuh keriangan. Selang bebapa saat masakan pun selesai. Chika langsung  di siapkan di meja makan di rungan tengah. Dengan rapih Chika menyajikan masakan yang dibuatnya dengan  rasa cinta.  Selang beberapa saat bibi Maya pulang, segera Chika meninggalkan pekerjaanya menyiapkan makan membukakan pintu.

“Selamat datang bibi,” kata sabut Chika dengan senyum manis.

“Ya.....Chika....wah kayaknya ada bau harum ya,” ujar bibi Maya.

“Ya....,” saut Chika dengan senyum manis.

“Kamu hari masak Chika...... ?,” tanya bibi Maya.

“Ya...,” jawab Chika dengan lembut dan malu.

“Sudah lama bibi tidak merasakan masakan kamu ya Chika,” kata Bibi Maya dengan mengenang rasa masakan Chika.

“Ya.....,” sahut Chika.

“Kalau begitu bibi beres-beres  ke kamar dulu baru ke ruang makan,”  ujar Bibi Maya.

“Ya..,” jawab Chika dengan senang.

Setelah membenah diri bibi Maya keluar dari kamarnya, kemudian ke ruang makan.

“Yuu....,” panggil Bibi Maya dengan suara keras.

“Ya....,” jawab Yuu  teriakan.

Yuu keluar dari kamarnya dan cepat-cepat turun melewati tangga.

“Ada....apa?,” tanya Yuu.

“Ayo kita makan sama-sama, hari Chika yang masak,” ujar bibi Maya.

Melihat Chika yang cantik yang selalu tersipu malu membuat Yuu jadi salah tingkah.

“Ya......,” jawab Yuu dengan sopan.

“Ayoooo...kok malah bengong,”  kata bibi Maya.

“Ya...,” jawab Yuu.

“Ya....,” begitu juga dengan jawab Chika.

Mereka bertiga langsung ke meja makan untuk menyantap makan malam yang telah di sediakan Chika dengan susah payah. Mulai mereka bertiga makan dan menikmati setiap gigitanya pada makan.

“Ehmmmmm........enak bener Chika,” kata bibi Maya menikmati makanan.

“Oh...ya......ehm .......enak bibi,” jawab Chika dengan menikmati makanan.

Chika dan bibi Maya tersenyum dan terkadang tertawa kecil karena menikmati makan yang enak. Kadang bibi Maya menceritakan kenangan masakan yang enak yang di sukai ibu Chika begitu juga sebaliknya bibi Maya ke pingin merasakan masakan kakak kembali. Chika mendengar cerita bibi Maya menanggapinya dengan kata-kata lembut yang di terima bibi Maya dan juga Chika senang karena masakannya selalu di puji bibi Maya. Dengan kebiasaan Chika yang baik terlihat malunya dengan sikap wajah Chika yang merona merah. Sedang Yuu salah tingkah melihat sepupu itu terlihat cantik dimatanya.

“Yuuuu....,” tegur bibi Maya.

“Eeeeee....gak,” jawab Yuu langsung menyantap makan enak.

“Ehmm.....,” tertawa manis chika di sembunyikan dengan tangan kanan menutupinya.

Yuu melihat Chika yang cantik membuatnya makin gerogi. Sergap tangan Yuu mengambil makan yang sediakan dan menyantapnya dengan lahap.

“Eeeeee.......enak sekali,” kata Yuu.

“Benerkan Chika masakan kamu enak, Yuu aja memujinya,” ujar bibi Maya.

“Ya........,” jawab Chika dengan malu.

Bibi Maya terus menikmati masakan Chika yang enak sampai perutnya terisi penuh di tambah air jeruk yang segar melegahkan tengorokanya. Begitu juga Yuu dan Chika menyelesaikan makan malamnya dengan minum segelas air jerus yang segar.

Bibi Maya dan Yuu meningalkan ruang makan sedangkan Chika membereskan  meja makan dan mencuci semua piring kotor, lalu di bawanya ke dapur untuk di bersihkan.  Dengan santai Chika membersihkan setiap piring dan gelas kotor. Di sabuni dan gosok piring kotor tersebut agar nodanya tidak menempel, lalu di bilas di air kran yang bersih. Setelah semuanya telah bersih, Chika menyusun semua perangkat makan di taruh di rak makan dengan rapih dan bersih.  Chika setelah berbenah di dapur  pergi ke kamar untuk istirahat.

Keesokan harinya Chika bangun pagi dan membersihkan diri setelah menyiapkan sarapan pagi yang enak buat bibi Maya dan Yuu. Kemudian setelah sarapan yang enak di siapkan Chika, segera bibi Maya dan Yuu pergi untuk kerja.  Sedangkan Chika membereskan rumah. Waktu berjalan begitu cepat.  Siang hari Yuu pulang dari tempat kerjanya. Sesampainya di depan pintu Yuu mengetoknya.

“Tok....tok.....,” bunyi pintu.

“Ya...sebentar,” jawab Chika.

Selang bebapa saat Chika membukakan pintu. Terlihat Yuu terlihat capek.

“Yuu...silakan,” kata Chika.

“Ya...........,” jawab Yuu dengan salah tingkah lagi.

Dengan perasaan tidak karuan bertemu dengan sepupunya yang cantik Yuu langsung segera masuk ke kamar.  Sedangkan Chika kembali dengan aktivitasnya semula. Di dalam kamar Yuu membereskan  dirinya udah itu berganti pakaian. Tetapi di benak Yuu terbayang sosok Chika yang cantik dan aduhai.

“Sial........,” teriak Yuu tidak sengaja.

“Yuu ada apa?,” tanya Chika dari ruang tengah.

“Eeeegak.....cuma kecowak,” jawab Yuu.

“Kecowak....iiiiiiii,” kata Chika gregetan karena jijik.

“Hampir saja,” kata Yuu sambil mengela nafasnya.

Yuu yang bingung lalu mengambil beberapa dokumen di tas kerjanya dan langsung membereskan beberapa data yang belum ia selesaikan. Dengan serius Yuu mengerjakan kerjaanya dan akhirnya pikiran yang memikirkan Chika teralihkan juga.  Waktu berlalu pekerjaan selesai dan Yuu langsung rebahan di kasurnya yang empuk dengan santai dan tenang. Sedangkan di lain pihak Chika keluar sebentar pergi ke pasar swalayan untuk membeli keperluan makan malam karena persediaan habis.  

Dengan penampilan cantik dan modis Chika pergi ke pasar swalayan. Banyak mata memandang kecantikan Chika. Tetap saja dengan penuh malu dan lembut Chika menyadari kecantikannya.
Blog, Updated at: January 12, 2017

0 komentar:

Post a Comment