PENGABDIAN

Posted By Cerpen universal on Sunday, October 23, 2016 | October 23, 2016

PENGABDIAN

Pagi yang cerah. Seorang wanita cantik bernama Gadis masuk hutan untuk mencari bahan obat. Dengan perlahan-lahan Gadis memperhatikan langkah kakinya. Melihat sekitar  untuk menemukan bahan yang Gadis cari. Pandangannya tidak salah melihat. Tidak jauh dari keberadaanya melihat sebuah bunga yang cantik. Gadis segera menghampiri bunga tersebut dengan berlari-lari kecil. Sampailah pada tempat bunga yang tuju. Tetapi yang di perhatikan Gadis bukan indahnya bunga. Melainkan tanaman obat yang langka. Tumbuh di sebelah bunga yang cantik tersebut.

Lagi aksiknya memanen tanaman obat. Terdengar suara lonceng yang merdu. Tanda bahwa  ada sesuatu masalah yang akan terjadi di desa. Gadis segera keluar dari hutan kembali ke desanya. Dengan berlari kencang Gadis akhirnya sampai di desanya yang indah dan damai. Di tempat kediaman Gadis ternyata ada pelanggan yang ingin berobat. Gadis segera melayaninya dengan penuh perhatian. Memeriksa keadaan pasein. Juga menanyakan keluhan yang di rasakan  tubuh pasein. Agar mudah memberikan perawatan yang tepat kepada sang penderita sakit.

Berdasarkan keluhan paseinnya ke Gadis. Ternyata hanya penyakit ringan. Paseinnya terkena penyakit flu dengan sedikit deman. Gadis mulai ke tempat pembuatan obat. Meraciknya dengan penuh kehati-hatian. Mengukur takarannya dengan pas. Agar tidak terjadi masalah dengan penggunaan obatnya. Dan juga Gadis merubah sedikit proses penggunaanya karena sang pasein punya penyakit mag. Dengan memperhatikan proses pemakaian obat agar pasien tidak mual di saat memakannya.

Karena efek dari penyakit magnya menolak obat. Sang pasein senang dengan pelayan sang gadis. Lalu pasein mengeluarkan uang dari sakunya.  Kemudian di berikan kepada Gadis.  Awalnya Gang gadis menolaknya. Karena ia membuka klinik pengobatan hanya ingin membantu  sesama. Juga bahan obat bisa di dapatkan dari sekitar lingkungan Gadis dengan mudah. Terkadang ada obat yang harus di pesan ke luar  desa. Karena untuk mendapatkan obat tersebut butuh biaya tranfortasi yang cukup mahal. Juga setok persediaan juga habis. Gadis dengan malu menerimanya.

Akhirnya paseinya pulang dengan mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang di berikannya. Gadis tersenyum malu dengan kebaikan paseinnya. Kemudian Gadis kembali ke rungan peracikan obat. Karena harus mengirimkan obat ke tempat paseinnya yang sakitnya cukup parah. Gadis berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan paseinnya. Kegigihannya dalam mendidikasikan dirinya untuk menolong sesama telah di wariskan oleh kakeknya.

Dulu di saat Gadis kecil. Kakek banyak sekali orang yang di tolongnya. Karena kebaikan kakeknyalah, Gadis ingin seperti kakeknya. Suka menolong orang sakit agar bisa sehat. Tanggung jawab yang di berikan kepada sang pencipta kepada Gadis cukup berat. Orang mempunyai ilmu lebih wajib memberikan kepada siapapun? Agar hidup berjalan harmonis.

Dalam menjalankan pekerjaan ini banyak suka dan dukanya. Yang paling sedih buat Gadis kalau dia tidak bisa menyelamatkan orang. Pada hal Gadis sudah berusaha keras. Karena keadaan kekurangan bahan pengobatan pada saat itu dan juga banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang kebaikkan dari menjaga kesehatan dan tidak percayaan terhadap Gadis yang mampu menolong nyawa pasien. Pelajaran masa lalu itu membuat Gadis lebih kuat lagi. Tegar menghadapi hidup dengan kepastian.

Tidak pernah takut kalau jalan itu benar. Sekarang Gadis agak sedikit ringan dalam melayani pengobatan. Ada seorang anak yang percaya ke pada Gadis dengan kemampuanya sebagai tabib yang handal. Namanya Lolo, anak kecil yang di temukan Gadis di saat perjalanya mencari obat di hutan. Keadaannya kritis karena terkena gigitan ular kobra. Untung bisa di tolong dengan cepat oleh Gadis. Karena itu lah Lolo sekarang membantu di Klenik Gadis. Untuk menolong lebih banyak orang yang membutuhkan kemampuanya gadis sebagai tabib.
Blog, Updated at: October 23, 2016

0 komentar:

Post a Comment