PENGABDIAN
Pagi yang cerah.
Seorang wanita cantik bernama Gadis masuk hutan untuk
mencari bahan obat. Dengan perlahan-lahan Gadis memperhatikan langkah
kakinya. Melihat sekitar untuk menemukan
bahan yang Gadis cari. Pandangannya tidak salah melihat. Tidak jauh dari
keberadaanya melihat sebuah bunga yang cantik. Gadis segera menghampiri bunga
tersebut dengan berlari-lari kecil. Sampailah pada tempat bunga yang tuju.
Tetapi yang di perhatikan Gadis bukan indahnya bunga. Melainkan tanaman obat
yang langka. Tumbuh di sebelah bunga yang cantik tersebut.
Lagi aksiknya memanen
tanaman obat. Terdengar suara lonceng yang merdu. Tanda bahwa ada sesuatu masalah yang akan terjadi di
desa. Gadis segera keluar dari hutan kembali ke desanya. Dengan berlari kencang Gadis akhirnya sampai di desanya yang indah dan damai. Di tempat kediaman Gadis ternyata ada pelanggan yang ingin berobat. Gadis segera melayaninya
dengan penuh perhatian. Memeriksa keadaan pasein. Juga menanyakan keluhan yang
di rasakan tubuh pasein. Agar mudah
memberikan perawatan yang tepat kepada sang penderita sakit.
Berdasarkan keluhan
paseinnya ke Gadis. Ternyata hanya penyakit ringan. Paseinnya terkena penyakit
flu dengan sedikit deman. Gadis mulai ke tempat pembuatan obat. Meraciknya
dengan penuh kehati-hatian. Mengukur takarannya dengan pas. Agar tidak terjadi
masalah dengan penggunaan obatnya. Dan juga Gadis merubah sedikit proses
penggunaanya karena sang pasein punya penyakit mag. Dengan memperhatikan proses
pemakaian obat agar pasien tidak mual di saat memakannya.
Karena efek dari
penyakit magnya menolak obat. Sang pasein senang dengan pelayan sang gadis.
Lalu pasein mengeluarkan uang dari sakunya.
Kemudian di berikan kepada Gadis.
Awalnya Gang gadis menolaknya. Karena ia membuka klinik pengobatan hanya
ingin membantu sesama. Juga bahan obat
bisa di dapatkan dari sekitar lingkungan Gadis dengan mudah. Terkadang ada obat
yang harus di pesan ke luar desa. Karena
untuk mendapatkan obat tersebut butuh biaya tranfortasi yang cukup mahal. Juga
setok persediaan juga habis. Gadis dengan malu menerimanya.
Akhirnya paseinya
pulang dengan mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang di berikannya. Gadis
tersenyum malu dengan kebaikan paseinnya. Kemudian Gadis kembali ke rungan
peracikan obat. Karena harus mengirimkan obat ke tempat paseinnya yang sakitnya
cukup parah. Gadis berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan paseinnya.
Kegigihannya dalam mendidikasikan dirinya untuk menolong sesama telah di
wariskan oleh kakeknya.
Dulu di saat Gadis
kecil. Kakek banyak sekali orang yang di tolongnya. Karena kebaikan kakeknyalah, Gadis
ingin seperti kakeknya. Suka menolong orang sakit agar bisa sehat. Tanggung
jawab yang di berikan kepada sang pencipta kepada Gadis cukup berat. Orang
mempunyai ilmu lebih wajib memberikan kepada siapapun? Agar hidup berjalan
harmonis.
Dalam menjalankan
pekerjaan ini banyak suka dan dukanya. Yang paling sedih buat Gadis kalau dia
tidak bisa menyelamatkan orang. Pada hal Gadis sudah berusaha keras. Karena
keadaan kekurangan bahan pengobatan pada saat itu dan juga banyak masyarakat
yang kurang mengerti tentang kebaikkan dari menjaga kesehatan dan tidak
percayaan terhadap Gadis yang mampu menolong nyawa pasien. Pelajaran masa lalu
itu membuat Gadis lebih kuat lagi. Tegar menghadapi hidup dengan kepastian.
Tidak pernah takut
kalau jalan itu benar. Sekarang Gadis agak sedikit ringan dalam melayani
pengobatan. Ada seorang anak yang percaya ke pada Gadis dengan kemampuanya
sebagai tabib yang handal. Namanya Lolo, anak kecil yang di temukan Gadis di
saat perjalanya mencari obat di hutan. Keadaannya kritis karena terkena gigitan
ular kobra. Untung bisa di tolong dengan cepat oleh Gadis. Karena itu lah Lolo
sekarang membantu di Klenik Gadis. Untuk menolong lebih banyak orang yang
membutuhkan kemampuanya gadis sebagai tabib.

0 komentar:
Post a Comment