KEAJAIBAN

Posted By Cerpen universal on Sunday, October 23, 2016 | October 23, 2016

KEAJAIBAN

Semenjak mendapatkan kekuatan dari batu bintang kehidupan Red berubah total. Pada saat dimana Red tidak bisa apa-apa karena penyakit yang di deritanya. Membuat Red menjadi anak yang lemah dan tidak berdaya. Hanya orang-orang mencintai  Red yang selalu di sekitarnya memberikan semangat untuk menjalankan hidup dengan penuh kegembiraan walaupun begitu Red tahu bahwa hidupnya tidak akan lama. Kegembiraan yang di berikan oleh orang-orang yang mencintainya adalah tabu belaka. Sebenarnya di dalam hatinya mereka bersedih hati.

Membayangkan kegelisan mereka semua karena mengkhawatirkan ke adaan Red di ujung tanduk. Sebenarnya Red tidak ingin menjadi beban buat semua orang yang menyayangi Red. Suatu hari Red ingin keluar dari kamar untuk melihat pemandangan dari Luar. Tapi Ayah dan Ibunya melarangnya. Red berusaha untuk memintanya dengan   lebih keras  tetap saja tidak boleh. Red merajuk  berdiam di tempat tidur tidak sepatah kata pun. Dimana tempat yang selalu menyatakan ketidak berdayaan Red.

Dengan ketidak berdayaan Red masih merasa mampu. Red ingin hidup dan menikmati hidup walaupun Tuhan menguji Red dalam yang paling sulit yaitu penyakit genetik yang susah untuk disembuhkan. Di saat orang tuanya tidur  juga para suster maupun saudara yang menjenguk dan menjaga Red. Dengan berusaha sekuat mungkin untuk bangun dan berjalan ke luar dari ruangan tempat Red di rawat. Dengan tertatih-tatih Red berhasil keluar dan berjalan menuju keluar. Dekat sebuah taman di tempat tersebut. Red mulai memandangi bintang-bintang yang bersinar di langit.

Red melihat bintang yang dilihatnya jatuh tidak jauh dari tempatnya. Red berusaha untuk  ke tempat tersebut walaupun susah payah.  Sampai pada tempat jatuhnya bintang. Red melihatnya sebuah batu yang bersinar terang. Red mencoba untuk memegangnya dengan sekejab energi bintang masuk ke dalam tubuh Red. Batu bintang berubah menjadi batu biasa. Red membawa batu bintang tersebut ke tempat  Red di rawat. Sesampainya di ruangan semua orang Khawatir dengan keadaan Red.

“Red   pergi kemana kamu nak ibu khawatir.”

“Maaf bu, Red keluar tidak bilang-bilang. Kalau Red bilang ibu tidak akan memperbolehkannya.”

“Bukan  begitu nak. Kamu masih sakit butuh banyak istirahat karena itu perintah dokter.”

“Tapikan Red hanya ingin keluar sebentar karena jenuh di dalam ruangan ini.”

“Ibu tahu Red.”

“Sudah bu biarkan Red istirahat. jangan kamu tanya lagi.” sahut ayah.

“Ayo nak kamu naik ke tempat perawatanmu.” ajakan Ibu dengan penuh kelembutan.

“Iya Bu.” jawab Red dengan penuh bersalah karena membuat orang tuanya khawatir.

Keesokan harinya dokter datang untuk melihat perkembangan Red. Berdasarkan hasil dianosa bahwa Red dinyatakan sembuh. 

“Apa kah benar itu dok?” tanya Ayah.

“Benar itu pak. Saya sebagai dokter bener-bener tercengang dibuatnya. Sungguh keajaiban yang diberikan Mahakuasa.”

“Puji syukur kami panjatkan yang Tuhan atas karunia mu pada Anak kami,”doa orangtua Red.

“Terima kasih dok atas kerja samanya,” kata ayah.

“Sama-sama saya hanya menjalankan tugas sebagai dokter. Semua berkat Maha Kuasa”

Orang tua Red bergegas keruangan di mana Red di rawat. Untuk segera berbenah-benah untuk membawa Red pulang ke rumah.  Red melihat semua orang bahagia terlihat  dari pancaran wajah mereka semua dan tindakan mereka semua. Bukan kebahagian yang tabu.

Sesampai di rumah Red sangat senang  dan segera bergegas ke kamarnya yang penuh mainan. Ibu merawat kamar Red dengan baik terlihat rapih dan indah. Dengan segera Red di suruh ibu untuk istirahat dulu karena perjalan yang cukup jauh dari tempat Red di rawat. Di kamar yang di cintai Red tersebut mulai mengeluarkan batu bintang yang di simpan baik di dalam sakunya. Kemudian di simpan di tempat  yang baik bersama mainan yang lain.
Blog, Updated at: October 23, 2016

0 komentar:

Post a Comment