KEAJAIBAN
Semenjak mendapatkan
kekuatan dari batu bintang kehidupan Red berubah total. Pada saat dimana Red
tidak bisa apa-apa karena penyakit yang di deritanya. Membuat Red menjadi anak
yang lemah dan tidak berdaya. Hanya orang-orang mencintai Red yang selalu di sekitarnya memberikan
semangat untuk menjalankan hidup dengan penuh kegembiraan walaupun begitu Red
tahu bahwa hidupnya tidak akan lama. Kegembiraan yang di berikan oleh orang-orang
yang mencintainya adalah tabu belaka. Sebenarnya di dalam hatinya mereka
bersedih hati.
Membayangkan kegelisan
mereka semua karena mengkhawatirkan ke adaan Red di ujung tanduk. Sebenarnya
Red tidak ingin menjadi beban buat semua orang yang menyayangi Red. Suatu hari
Red ingin keluar dari kamar untuk melihat pemandangan dari Luar. Tapi Ayah dan Ibunya
melarangnya. Red berusaha untuk memintanya dengan lebih keras
tetap saja tidak boleh. Red merajuk
berdiam di tempat tidur tidak sepatah kata pun. Dimana tempat yang
selalu menyatakan ketidak berdayaan Red.
Dengan ketidak
berdayaan Red masih merasa mampu. Red ingin hidup dan menikmati hidup walaupun
Tuhan menguji Red dalam yang paling sulit yaitu penyakit genetik yang susah
untuk disembuhkan. Di saat orang tuanya
tidur juga para suster maupun saudara
yang menjenguk dan menjaga Red. Dengan berusaha sekuat mungkin untuk bangun dan
berjalan ke luar dari ruangan tempat Red di rawat. Dengan tertatih-tatih Red
berhasil keluar dan berjalan menuju keluar. Dekat sebuah taman di tempat
tersebut. Red mulai memandangi bintang-bintang yang bersinar di langit.
Red melihat bintang
yang dilihatnya jatuh tidak jauh dari tempatnya. Red berusaha untuk ke tempat tersebut walaupun susah payah. Sampai pada tempat jatuhnya bintang. Red
melihatnya sebuah batu yang bersinar terang. Red mencoba untuk memegangnya
dengan sekejab energi bintang masuk ke dalam tubuh Red. Batu bintang berubah
menjadi batu biasa. Red membawa batu bintang tersebut ke tempat Red di rawat. Sesampainya di ruangan semua
orang Khawatir dengan keadaan Red.
“Red pergi kemana kamu nak ibu khawatir.”
“Maaf bu, Red keluar
tidak bilang-bilang. Kalau Red bilang ibu tidak akan memperbolehkannya.”
“Bukan begitu nak. Kamu masih sakit butuh banyak
istirahat karena itu perintah dokter.”
“Tapikan Red hanya ingin
keluar sebentar karena jenuh di dalam ruangan ini.”
“Ibu tahu Red.”
“Sudah bu biarkan Red
istirahat. jangan kamu tanya lagi.” sahut ayah.
“Ayo nak kamu naik ke
tempat perawatanmu.” ajakan Ibu dengan penuh kelembutan.
“Iya Bu.” jawab Red
dengan penuh bersalah karena membuat orang tuanya khawatir.
Keesokan harinya dokter
datang untuk melihat perkembangan Red. Berdasarkan hasil dianosa
bahwa Red dinyatakan sembuh.
“Apa kah benar itu
dok?” tanya Ayah.
“Benar itu pak. Saya
sebagai dokter bener-bener tercengang dibuatnya. Sungguh keajaiban yang
diberikan Mahakuasa.”
“Puji syukur kami
panjatkan yang Tuhan atas karunia mu pada Anak kami,”doa orangtua Red.
“Terima kasih dok atas
kerja samanya,” kata ayah.
“Sama-sama saya hanya
menjalankan tugas sebagai dokter. Semua berkat Maha Kuasa”
Orang tua Red bergegas
keruangan di mana Red di rawat. Untuk segera berbenah-benah untuk membawa Red
pulang ke rumah. Red melihat semua orang
bahagia terlihat dari pancaran wajah
mereka semua dan tindakan mereka semua. Bukan kebahagian yang tabu.
Sesampai di rumah Red
sangat senang dan segera bergegas ke
kamarnya yang penuh mainan. Ibu merawat kamar Red dengan baik terlihat rapih
dan indah. Dengan segera Red di suruh ibu untuk istirahat dulu karena perjalan yang
cukup jauh dari tempat Red di rawat. Di kamar yang di cintai
Red tersebut mulai mengeluarkan batu bintang yang di simpan baik di dalam
sakunya. Kemudian di simpan di tempat
yang baik bersama mainan yang lain.


0 komentar:
Post a Comment