PERBINCANGAN
Ada sebuah keluarga
kecil hidup sederhana di pinggiran Ibukota. Kehidupan keluarga kecil itu
bahagia. Walau ada sedikit ada konflik karena urusan ekonomi keluarga. Masalah tersebut
tidak menjadi beban buat Andi dan Aminah. Karena Andi adalah seorang laki-laki
yang pekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sampai pada suatu hari
Andi terlihat murung di halaman depan. Memikirkan nasib keluarganya.
“Hei Bang,” kata
Aminah sambil menepuk pundak suaminya.
“Kamu dek, ngagetin
aja,” sahut Andi.
“Sudah siang ni, gak
berangkat kerja. Kerjanya hanya ngelamun aja,” Tanya Aminah.
“Gimana mau kerja. Abang
di PHK,” jawab Andi.
“Kok bisa, bang di
PHK,” terkejut Aminah.
“Ya bisalah dek,”
jawab Andi
“Emangnya abang buat
masalah di kantor ya?” tanya Aminah.
“Ya, gitu amat kali
dek. Perusahaan tempat abang bekerja lagi pengurangan pegawai. Di karenakan hasil
produksi tidak seimbang dengan hasil penjualan,” penjelasan Andi.
“Maksudnya bang ?”
sahut Aminah.
“Jika produksi di
sesuaikan dengan target pencapaian begitu juga dengan penjualan,” Jawab Andi.
Kemudian mulai jenuh dengan pembicaraan itu, lalu Andi menyuruh istrinya membuatkan kopi. Agar suasana hatinya agak sedikit tenang. Aminah
melaksanakan perintah suaminya dengan senang hati. Padahal sebenarnya Aminah ingin
tahu duduk permasalahannya.
*****
Beberapa saat Aminah
menyuguhkan kopi panas ke hadapan suaminya. Di taruh di atas meja dekat tempat
duduk suaminya. Lalu Aminah membuka omongan kembali tentang masalah tadi.
“Bang tadi sampai mana
penjelasan abang,” ujar Aminah dengan lembut.
“Oh…penjelasannya
sampai target pencapaian produksi dan penjualan,” sahut Andi.
“Iya itu bang, jadi
gimana bang ?” tanya Aminah.
“Jika keduanya
berjalan dengan baik maka ada titik
keseimbangan. Kalau sampai seperti itu maka kemungkinan besar abang gak di PHK.
Jika sebaliknya tidak dapat titik kesimbangan tersebut otomatis. Produksi harus
terus jalan, tapi penjualan menurun karena kurang permintaan, maka langkah yang
paling tepat adalah pengurangan pegawai. Tujuannya untuk mengurangi pengeluaran
yang terlalu berlebihan. Agar sistem perusahaan tetap berjalan. Kalau tidak
dilakukan, maka perusahaan akan bangkrut,”
kurang lebih penjelasan Andi.
“Jadi begitu ya bang. Terus
gimana dengan nasif keluarga kita,” tanya istrinya.
“Oh itu gak jadi
masalah dek. Karena kebijakan perusahan Abang di beri uang pesangon,” jawab Andi.
“Jadi, berapa bang?” Tanya
Aminah.
“Eeee………kalau denger
duit cepet reaksinya. Cukuplah sampai abang dapet kerjaan baru,” Ujar Andi.
Selang beberapa saat
Andi mendengar suara hpnya berbunyi di saku bajunya. Kemudian Andi mengangkatnya
hpnya terjadilah pembicaraan yang cukup singkat. Karena pembicaraannya singkat,
padat, dan berisi lalu, Andi mengakhiri pembicaraan dan menaruh hpnya di atas
meja.
“Jadi kapan abang
dapet kerjaanya?” Tanya kembali Aminah.
“Alhamdulilah Abang
baru dapat kerjaan baru. Orangnya yang ngasih kerjaan bentar kesini,” jawab
Andi dengan tegas.
“Alhamdulilah,
akhirnya Abang kerja lagi yang penting masalahnya sudah selesai,” sahut Aminah.

0 komentar:
Post a Comment