PERBINCANGAN

Posted By Cerpen universal on Wednesday, September 2, 2015 | September 02, 2015

PERBINCANGAN
Ada sebuah keluarga kecil hidup sederhana di pinggiran Ibukota. Kehidupan keluarga kecil itu bahagia. Walau ada sedikit ada konflik karena urusan ekonomi keluarga. Masalah tersebut tidak menjadi beban buat Andi dan Aminah. Karena Andi adalah seorang laki-laki yang pekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sampai pada suatu hari Andi terlihat murung di halaman depan. Memikirkan nasib keluarganya.

“Hei Bang,” kata Aminah sambil menepuk pundak suaminya.

“Kamu dek, ngagetin aja,” sahut Andi.

“Sudah siang ni, gak berangkat kerja. Kerjanya hanya ngelamun aja,” Tanya Aminah.

“Gimana mau kerja. Abang di PHK,” jawab Andi.

“Kok bisa, bang di PHK,” terkejut Aminah.

“Ya bisalah dek,” jawab Andi

“Emangnya abang buat masalah di kantor ya?” tanya Aminah.

“Ya, gitu amat kali dek. Perusahaan tempat abang bekerja lagi pengurangan pegawai. Di karenakan hasil produksi tidak seimbang dengan hasil penjualan,” penjelasan Andi.

“Maksudnya bang ?” sahut Aminah.

“Jika produksi di sesuaikan dengan target pencapaian begitu juga dengan penjualan,” Jawab Andi.

Kemudian  mulai jenuh dengan pembicaraan itu, lalu Andi menyuruh istrinya membuatkan kopi. Agar suasana hatinya agak sedikit tenang. Aminah melaksanakan perintah suaminya dengan senang hati. Padahal sebenarnya Aminah ingin tahu duduk permasalahannya.


*****

Beberapa saat Aminah menyuguhkan kopi panas ke hadapan suaminya. Di taruh di atas meja dekat tempat duduk suaminya. Lalu Aminah membuka omongan kembali tentang masalah tadi.

“Bang tadi sampai mana penjelasan abang,” ujar Aminah dengan lembut.

“Oh…penjelasannya sampai target pencapaian produksi dan penjualan,” sahut Andi.

“Iya itu bang, jadi gimana bang ?” tanya Aminah.

“Jika keduanya berjalan dengan baik maka  ada titik keseimbangan. Kalau sampai seperti itu maka kemungkinan besar abang gak di PHK. Jika sebaliknya tidak dapat titik kesimbangan tersebut otomatis. Produksi harus terus jalan, tapi penjualan menurun karena kurang permintaan, maka langkah yang paling tepat adalah pengurangan pegawai. Tujuannya untuk mengurangi pengeluaran yang terlalu berlebihan. Agar sistem perusahaan tetap berjalan. Kalau tidak dilakukan, maka perusahaan akan bangkrut,”   kurang lebih penjelasan Andi.

“Jadi begitu ya bang. Terus gimana dengan nasif keluarga kita,” tanya istrinya.

“Oh itu gak jadi masalah dek. Karena kebijakan perusahan  Abang di beri uang pesangon,” jawab Andi.

“Jadi, berapa bang?” Tanya Aminah.

“Eeee………kalau denger duit cepet reaksinya. Cukuplah sampai abang dapet kerjaan baru,” Ujar Andi.

Selang beberapa saat Andi mendengar suara hpnya berbunyi di saku bajunya. Kemudian Andi mengangkatnya hpnya terjadilah pembicaraan yang cukup singkat. Karena pembicaraannya singkat, padat, dan berisi lalu, Andi mengakhiri pembicaraan dan menaruh hpnya di atas meja.

“Jadi kapan abang dapet kerjaanya?” Tanya kembali Aminah.

“Alhamdulilah Abang baru dapat kerjaan baru. Orangnya yang ngasih kerjaan bentar kesini,” jawab Andi dengan tegas.

“Alhamdulilah, akhirnya Abang kerja lagi yang penting masalahnya sudah selesai,” sahut Aminah.
Blog, Updated at: September 02, 2015

0 komentar:

Post a Comment