BURUAN

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 8, 2015 | September 08, 2015

BURUAN

Suatu hari yang senja terlihat dari kejauhan ada seorang pemuda berlari terus menerus menuju sebuah hutan. Tiba-tiba  muncul sebuah serangan yang menuju kearah pemuda yang bernama Bagas. Beberapa anak panah melesat dengan kecepatan tinggi. Bagas dengan kelincahan tubuhnya menghindari semua serangan anak panah tersebut dengan mudah. Sampai di tengah hutan para makluk aneh yang di bangkitkan dari kuburan untuk menghadang Bagas. Sudah siap untuk menyerang dengan pedang.

Dengan sigap Bagas menyiapkan diri. Kemudian mencabut pedangnya dari sarungnya. Mulai menyerang para zombie dengan kecepatan  penuh. Di tebasnya satu persatu para zombie dengan pedang bagas seperti memotong  sebuah kertas. Tiba –tiba muncul sosok zombie yang kuat terjadi adu kekuatan di antara keduanya.

Zombie semakin ganas menunjukan kekuatanya. Bagas dengan tenang menghadapai kekuatan zombie. Kemudian Bagas mencoba untuk membuat tekanan yang menciptakan sebuah tekanan pada ke dua pedang yang sedang beradu. Dengan segera  Bagas menghindari dan mulai mengatur serangan. Dari posisi yang menguntungkan kemudian Bagas menghajar zombie dan membelahnya menjadi dua bagian.

Para zombie musnah.  Bagas mulai melanjutkan perjalannya menuju sebuah rumah di tengah hutan. Pada awalnya Bagas berpura-pura bertamu. Sang pemilik rumah mempersilakanya.  Dengan keramah tamahnya  ke pada Bagas. Kemudian sang pemilik rumah menyuguhkan makan kecil. Bagas dalam penyamaran tetap waspada dengan semua gerak-gerik mencurigakan.

Sang pemilik rumah menunjukan sebuah kesalahanya. Ada bau gak sedap dari sebuah lemari. Bagas ingin mencoba memperiksanya, tetapi sang pemilik rumah menghalangi. Bagas mencoba untuk memaksa. Sang pemilik rumah berusaha keras mungkin menghalangi niat Bagas. Tekanan di antara keduanya semakin bergejolak.  Bagas mulai geram. Begitu sang pemilik rumah. Timbulah kelakukan yang tidak sepatutnya di lakukan sang pemilik rumah. Menyerang Bagas dengan sebuah cakar. Berusaha cepat Bagas menghindari serangan dari sang pemilik rumah.

Tetapi terlambat beberapa detik. Bagas terkena walau hanya tergores. Bagas mengangkat pedangnya. Menarik pedangnya dari sarungnya  bersiap menyerangnya. Sang pemilik rumah menunjukkan wujud sebenarnya yaitu seorang seorang pengihir hitam.

Bagas tidak kaget. Malah senang karena menemukan buruanya. Seorang penyihir hitam yang menculik anak-anak untuk di jadikan bahan membuat ramuan keabadian. Tanpa berpikir panjang Bagas menyerang penyihir dengan pedangnya yang khusus membunuh penyihir. Walaupun sang penyihir menggunakan mantra penghalang. Agar bisa selamat dari bermacam senjata.

Penyihir kaget dibuat ulah Bagas. Pedangnya dapat menembus mantra penghalang yang di buatnya. Dalam keadaan terdesak penyihir. Mencoba melarikan diri, tapi Bagas tidak memberikan kesempatan untuk melepaskan buruanya.

Penyihir berusaha  keras dengan menggunakan tongkat sihirnya. Dengan mengucap beberapa mantra. Keluarlah sebuah sinar  yang terang berasal dari tongkat sihirnya. Menyerang menuju kearah Bagas. Dengan tanggap Bagas menangkisnya dengan pedangnya. Terjadilah adu kekuatan. Akibat serangan penyihir yang mengores bagian tubuh Bagas. Membuat Bagas kehilangan kesadaranya. Berakibat fatal dengan keadaannya. Bagas terpental keluar rumah. Dengan perlahan Bagas mencoba menyadarkan diri. Berusaha bangkit agar bisa mengalahkan musuh yang ada di depan matanya.

Sang penyihir tidak membuang kesempatan yang menguntungkan buatnya. Kemudian dengan mantra perubahan sang penyihir  hitam berubah makluk yang sangat menyeramkan. Dengan kuku dan taringnya yang tajam siap untuk mengoyak tubuh Bagas. Dalam keadaan yang kurang baik buat Bagas, kini musuh berubah menjadi makluk yang mengerikan. Kemungkin keadaan menjadi lebih parah lagi.

Bagas tidak mau menyerah dengan keadaanya. Dengan membuat posisi pertahan yang diajarkan gurunya bila dalam keadaan terdesak. Makluk mengerikan menyerang Bagas dengan sebuah terkaman mematikan. Dengan penuh ketenangan. Bagas mengeluarkan jurus rahasia perguruanya yaitu pedang bulan sabit.

Sekali tebas monster anjing terbelah menjadi dua. Mati di tangan Bagas. Dengan keadaan ketidak berdayaan Bagas jatuh ke tanah, lalu pingsan tidak sadarkan diri karena racun yang telah tersebar keseluruh tubuhnya.

Beberapa saat kemudian Bagas siuman dari pingsannya.

“Dimana saya,” kata Bagas.

“Di padepokan,” jawab Anita.

Ternyata Anita menyelamatkan Bagas. Membawanya ke perguruan Halimun tempat Bagas belajar ilmu kanuragan. Supaya untuk di berikan pertolongan. Agar Bagas selamat dari keadaan kritisnya.
Blog, Updated at: September 08, 2015

0 komentar:

Post a Comment