KUMBANG
Tragedi
yang mengenaskan yang mebuat Andika kehilangan ibunya. Perampokan di malam naas
Andika jadi trauma. Hidupnya lebih cenderung menyendiri. Anak sekecil itu
melihat ibunya terkapar bersimbah darah. teringat kejadian tersebut andika sering
hiteris. Ayahnya selalu melindugi anaknya dari trauma tersebut. segala cara
digunakan untuk kesembuhan anaknya. Walaupun butuh banyak biaya ayahnya selalu
siap sedia. Karena ayahnya seorang pengusaha terhebat di kota kelahiran Andika.
Kota yang pertumbuhan pesat di segala bidang. Tetapi tingkat pengangguran makin
tinggi berdampak kriminalitas tinggi pula. Kepolisian telah bekerja keras untuk
menaggulangi masalah penyakit di masyarakat.Begitu juga dengan masalah kematian ibunya Andika. Berdasarkan hasil temuan di tempat kejadian. Hanya di temukan sebuah pertanda yaitu sebuah belati yang menusuk ibunya Andika. Dari setruktur bentuknya unik dan termasuk benda antik dari peninggal perang kuno. Menurut hasil pengumpulan berkas ternyata belati itu asli. Sebenarnya belati tersebut di simpan di sebuah musium dan telah dicuri. Hasil pengembangan dilakukan kepolisian dan sudah di laporkan ke ayah Andika yang bernama Pak Harmoko. Berdasarkan itu semuanya Pak Harmoko yang diinginkan segera di tangkap penjahat yang membunuh istrinya. Pak Harmoka selalu memendam rasa bersalah. Banyak kenangan dengan istri. Kenapa orang tersebut tega mengambil orang paling di cinta Pak Harmoko?.
Waktu
berlalu dengan cepat kini Andika sudah berumur 18 tahun. Kepolisian pun sudah
keabisan akal untuk menemukan siapa penjahat sebenarnya dari pembunuhan Andika.
Kasus pun tidak tuntas sekian lama berlalu dari kejadian tersebut andika sudah
melupakannya. Hidupnya sekarang di isi dengan banyak bakat yang dikembangkan
agar supaya bisa mengalihkan pikiran buruk tersebut dengan semua hal yang baik
bisa membangun baik dari fisik dan pikiran.
Pada
saat itu andika ingin menemui ayahnya dikantor. Tiba-tiba kejadian itu terulang
kembali. Ayahnya terkapar dengan bersimbah darah dengan tanggan terikat dan mulut tertutup. Andika
berteriak meminta bantuan. Semua staf bondong-bondong menolong Andika. Pembunuhan
terjadi begitu singkat berdasarkan sisi Tv. Jam kejadian dilakukan dilakukan
pada saat orang istirahat kerja.
Kepolisian
pun bergerak cepat untuk menemukan penjahat tersebut. karena berdasarkan sisi Tv terlihat jelas siap pembunuhnya. Berdasarkan
temuan-temuan berkas ternyata orang tersebut memakai identitas palsu. Penangkapan
yang di lakukan di sebuah kos-kosan di tengah kota. Ternyata mengalami
kegagalan total. Pembunuhnya terlalu
pintar dan rapih tidak ada celah sedikit pun.
Untung
saja Pak Harmoko bisa selamat dari kejadian tersebut, tapi keadaanya kritis
banyak mengeluarkan banyak darah. Andika menjadi frustasi dengan semua kejadian
tersebut. Andika yang dulu dengan yang sekarang berbeda. Ia meluapkan semuanya
dengan cara datang kesuatu tempat yang sunyi di sebuah danau di tengah hutan. Andika
berteriak dengan sekuat tenaga.
Kakaknya
dari Amerika datang menemui Andika. Seorang yang jenius dalam bidang fisika,
kimia, biologi, dan punya hobi dbidang otomotif. Kak Gading namanya. Mereka
berdua baru bertemu setelah bertahun-tahun kakaknya pergi. Menghabiskan waktunya
dengan sejumlah penelitian. Andika senang bertemu dengan kakaknya. Karena ada
orang yang bisa mengerti keadaannya sekarang.
Sebenarnya
Andika punya kebiasaan buruk semenjak kejadian ibunya meninggal. Setiap malam
Andika sering menghilang. Berkeliaran di tengah kota untuk mencari ketenangan
sebenarnya, tapi sebaliknya banyak kejadian yang membuat andika marah. Yaitu penganiayaan
terjadi di lalukan oleh preman. Pada saat itu andika masih labil di hancurkan
para preman satu persatu dalam keadaan tertidur, kemudian para preman tersebut
di serahkan ke polisi.
Tindakan
ini cukup berbahaya ayah dan kakaknya telah menutupi selama bertahun-tahun. Kini
penyakit itu kembali lagi Andika lebih brutal. Setiap malam andika mencari info
tentang penjahat yang telah melukai ayahnya. Berdasarkan sisi Tv Andika
mempelajari setiap hari dengan memperhatikan dengan cermat. Ditangan kanannya
ada sebuah tato yang bersimbol angka. Dari hasil temuan tersebut Andika mencari
di sebuah tempat pembuatan tato. Sekian lama mencari menemukan titik terang. Ternyata
ada seseorang pernah membuatkan tato tersebut tapi sudah puluhan tahun yang
lalu.
Dengan
mengumpulkan banyak informasi dan dihubungkan seperti benang merah. Bahwa yang
melakukan semuanya adalah geng pembunuh
internasional yang di kenal dengan nama Bayangan jalanan. Andika dibuat geram dengan para penjahat ini
dan ingin menghajar semuanya dengan tangannya sendiri, tapi dihalangi kakaknya.
“Jangan gila kamu, Dik apa kamu mau bunuh diri?. dengan keadaan mu sekarang kamu
tidak bisa membasmi semua penjahat tersebut. belum lagi mereka terlatih,” kata
kak Gading.
“Saya sanggup kak. Lihat prestasi saya
dibidang bela diri dan yang lainnya,”
jawab andika dengan semangat membara.
Gading
tahu kegilaan adiknya. Jika di cegah makin menjadi jadi-jadi. Ia tidak melihat
adiknya seperti dulu.
“Kak tahu dengan potensi mu, tapi itu gak cukup untuk melindungi kamu butuh
dukungan yang dapat meningkatkan potensi,”papar kak Gading.
“Jadi maksudnya,” tanya Andika.
Kak
Gading menunjukkan semua hasil kerja kerasnya selama ini. Sebuah perlengkapan
bertempur. Yang cukup kuat untuk melindungi andika dari serangan musuh.
“Gak sia-sia selama ini kak Gading
belajar di Amerika,” puji Andika.
Andika
mulai melatih diri untuk memakai kostum tersebut agar terbiasa untuk bertarung.
Kak Gading menelitinya untuk mengetahui frekwensi dari daya tahan dan serangan.
Latihan tersebut berlangsung beberapa minggu karena ada beberapa penyesuaian
agar pemakainya nyaman. Waktu yang di tunggu datang juga kostumnya sudah
sempurna dan layak digunakan. Andika memakai kostum tempur tersebut menjelajahi
dunia malam untuk menghancurkan para penjahat.
“Mau kau berinama apa kostum tempur itu Andika?” tanya kak Gading.
“Kumbang,” jawab Andika dengan bangga.

0 komentar:
Post a Comment