POCONG TAKUT POCONG
"Wah mobil mahal ini," kata Udin.
"Mobilnya orang kaya ini mah," kata Unang.
"Kalau di negeri aku banyak mobil seperti ini," kata Wan Abut.
"Sombong amat omongan Wan Abut," kata Udin.
"Emangnya mobil ini nama mobil apa?" tanya Unang.
"Limo......Limosin," kata Wan Abut.
"Oooo mobil ini namanya Limosin toh," kata Unang.
"Limosin," kata Udin.
Udin, Unang dan Wan Abut, ya berhenti bicara sih. Pak RT dan temannya yang gayanya kaya orang kaya berjas hitam, ya keluar dari rumah.
"Coba di pikirkan dengan baik," kata Pak Jack.
"Nanti aku pikirkan dengan baik. Omongan Bapak tadi," kata Pak RT.
"Terima kasih atas kerjasamanya," kata Pak Jack.
"Iya sama-sama," kata Pak RT.
"Permisi," kata Pak Jack.
"Silakan," kata Pak RT.
Pak RT melihat Pak Jack masuk mobil mewahnya itu, ya mobil limosin. Udin, Unang dan juga Wan Abut memang melihat orang kaya masuk mobil mewahnya itu. Pak Jack menyuruh sopirnya membawa mobilnya dengan baik, ya ke kantorlah.
"Siapa orang itu Pak RT?" tanya Udin.
"Orang itu orang kaya. Yang mau beli tanah di sini. Ya mau di buat perumahan," kata Pak RT.
"Ooooo begitu," kata Udin, Unang dan Wan Abut secara bersamaan.
"Kalian bertiga. Jadikan nanti malam ngeronda?" kata Pak RT.
"Jadilah Pak RT," kata Udin, Unang dan Wan Abut bersamaan.
"Ada yang mau main ke rumah Bapak?" tanya Pak RT.
"Lain kali mainnya," kata Udin.
"Iya Pak RT. Lain kali," kata Unang.
"Pak RT lain kali saja!" kata Wan Abut.
"Kalau begitu. Bapak tinggal masuk. Assalamualaikum," kata Pak RT.
"Waalaikumsalam," jawab salam Udin, Unang dan Wan Abut bersamaan.
Pak RT masuk ke dalam rumahnya. Udin, Unang dan Wan Abut berjalan-jalan dengan baik sampai pada akhirnya memutuskan pulang ke rumah masing-masing.
Hari berganti malam.
Udin dan Unang keluar dari rumahnya masing-masing dan bertemu di jalan.
"Udin sudah mampir ke rumah Wan Abut untuk ronda bareng?" kata Unang.
"Udah sih. Tapi Wan Abutnya lagi nggak ada," kata Udin.
"Oooo begitu," kata Unang.
Unang dan Udin berjalan dengan baik sampai di pos ronda. Keduanya duduk di pos ronda.
"Kayanya aman di sini," kata Unang.
"Memang keadaan aman sih," kata Udin.
Wan Abut dateng juga ke pos ronda.
"Wan Abut dateng tuh Unang," kata Udin.
"Wan Abut. Menepati janjinya untuk ronda," kata Unang.
"Iya," kata Wan Abut.
Tiba-tiba muncul Pocong.
"Pocong," kata Udin, Unang dan Wan Abut bersamaan.
Pocong keadaan takut banget.
"Kenapa Pocong?" tanya Udin.
"Takut sama Pocong," kata Pocong.
"Pocong takut Pocong. Aneh?!" kata Udin.
"Gimana tidak takut dengan Pocong. Ya Pocongnya kaya begitu. Wujudnya lebih serem dari aku," kata Pocong.
Udin, Unang dan Wan Abut melihat Pocong yang sangat menyeramkan banget. Ketiganya meninggalkan pos ronda begitu juga dengan Pocong yang penakut. Udin, Unang dan Wan Abut pulang ke rumah masing-masing. Pocong penakut, ya pulang ke makam lah.
Esok harinya.
Unang di rumahnya, ya nelpon Udin yang berada di rumahnya.
"Halo. Udin," kata Unang.
"Halo. Unang," kata Udin.
"Hari ini kita ronda lagi apa enggak?" kata Unang.
"Maunya ronda sih. Tapi aku tidak bisa keluar. Karena ada pocong yang menyeramkan di rumah aku," kata Udin.
"Masa iya masih ada Pocong yang menyeramkan lagi," kata Unang.
"Iya. Beneran. Ada Pocong menyeramkan di rumah aku," kata Udin.
"Kalau begitu aku ke rumah Udin. Untuk memastikannya," kata Unang.
"Iya," kata Udin.
Udin mematikan Hp dan juga Unang, ya tanda telponan selesai gitu. Unang keluar dari rumahnya, ya ke rumah Udin sih. Beberapa saat kemudian, ya Unang sampai di rumah Udin.
"Tidak ada Pocong di rumah Udin," kata Unang.
Unang terus memperhatikan keadaan dengan baik. Pocong ternyata tidak ada.
"Assalamualaikum," kata Unang.
Udin mendengarkan salam dari Unang, ya membuka pintu rumahnya dan berkata "Waalaikumsalam."
"Pocongnya tidak ada Udin," kata Unang.
"Pocongnya udah pergi," kata Udin.
"Jadi kita bisa menjalankan ronda hari ini?!" kata Unang.
"Bisa sih," kata Udin.
Tiba-tiba muncul Pocong penakut yang di kejar Pocong yang menyeramkan. Udin dan Unang, ya kabur sih jadi tidak jadi ronda lagi karena menghindari Pocong yang menyeramkan wujudnya. Pocong penakut terus kabur sampai di pemakamannya, ya bisa di sebut rumahnya lah. Pocong yang wujudnya menyeramkan banget, ya mondar mandir kesana kesini. Warga lingkungan takut banget sama Pocong yang wujudnya sangat menyeramkan itu.


0 komentar:
Post a Comment