MAULID NABI MUHAMMAD SAW
"Suasana tenang banget," kata Toing.
Toing menaruh gelas kopi di meja. Heru baru sampai di rumah dan melihat Toing yang duduk santai di teras rumah, ya Heru pun mengucap salam "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," kata Toing.
Heru duduk di sebelah Toing, ya Heru ngambil gelas kopi di meja dan meminumnya.
"Enak kopi ini," kata Heru.
Heru menaruh gelas kopi di meja.
"Heru...acara Maulid Nabi Muhammad SAW, ya di mesjid gimana?" kata Toing.
"Alhamdulillah berjalan lancar. Anak cabe rawit bisa di bimbing dengan baik," kata Heru.
"Alhamdulilah lancar, walau keadaan masih di masa pandemi virus corona, ya Heru?!" kata Toing.
"Iya. Allah SWT selalu bersama orang-orang yang baik di jalan kebaikan," kata Heru.
"Amin," kata Toing.
Toing mengambil gelas kopi di meja, ya di minumnya.
"Hidup sebatas ini saja," kata Heru.
Toing menaruh gelas kopinya di meja.
"Iya," kata Toing.
"Aku ke dalam dulu berbenah diri!" kata Heru.
"Iya," kata Toing.
Toing mengambil Hp-nya menyetel musik sholawatan yang menghibur dirinya. Heru masuk rumah, ya langsung ke belakang untuk berbenah diri. Selang berapa saat. Heru sudah berbenah diri, saat ingin menemui Toing di teras depan rumah. Terdengar suara cewek. Heru melihat dengan baik cewek yang ngobrol dengan Toing di teras depan depan rumah.
Heru memang mengenal cewek tersebut. Gita tetangga sebelah yang menyukai Toing dan juga ada kotak kue di meja.
"Gita buat kue dan berikan Toing seperti biasanya," kata Heru.
Gita pun selesai ngobrol dengan Toing, ya pulang ke rumahnya. Toing pun mengambil gelas kopinya di meja dan meminumnya. Heru pun mendekati Toing dan duduk di sebelah Toing. Ya Toing menaruh gelas kopinya di meja.
"Gita cewek yang baik, ya Toing!" kata Heru.
"Iya, jarang cewek pengertian kaya Gita," kata Toing.
"Hubungan Toing dengan Gita sejauh mana?!" kata Heru.
"Sejauh mata memandang, iya ada di depan ku," kata Toing.
"Dekat banget," kata Heru.
Heru mengambil kue di kotak dan di makannya.
"Enak kue buatan Gita seperti biasanya," kata Heru.
Toing mengambil kue di kotak dan segera di makannya.
"Kue buatan Gita, ya enak seperti biasanya. Di buat dengan rasa cinta," kata Toing.
"Sudah cantik orangnya. Pinter pula buat kue yang enak. Cewek yang baik di pilih jadi calon istri," kata Heru.
"Omongan mu Heru, benar," kata Toing.
Toing ingin mengambil gelas kopi di meja, eeee Heru mengambil duluan tuh gelas dan di minumnya. Kopi di gelas pun habis di minum Heru.
"Waaa....gelasnya bocor. Maaf Toing tegukan terakhir," kata Heru.
"Iya tidak ada masalah," kata Toing.
"Ngobrol di dalam aja Toing!" kata Heru.
"Iya," kata Toing.
Toing membawa gelas kopi ke dalam rumah, sedangkan Heru membawa kotak kue ke dalam rumah. Heru duduk di ruang tamu. Toing langsung ke belakang untuk minum dan mencuci gelas kopi. Setelah itu, ya ke ruang tamu. Heru menghidupkan TV dengan remot dan memilih acara yang bagus yang masih ada kaitannya dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Toing duduk di sebelah Heru.
Remot di taruh di meja. Acara Tv yang bagus di tonton Heru dan Toing.
"Toing sekarang ini banyak berita yang berkaitan dengan Islam. Ya kontrafersi yang ini dan itu," kata Heru.
"Aku tahu berita itu. Ya di bawa santai saja. Untuk apa terpengaruh dengan berita kontrafersi yang berkaitan tentang Islam yang ini dan itu?!" kata Toing.
"Bener omongan mu Toing, ya di bawa santai saja!" kata Heru.
Heru dan Toing, ya santai banget nonton acara Tv yang masih berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

0 komentar:
Post a Comment