BONSAI

Posted By Cerpen universal on Sunday, October 25, 2020 | October 25, 2020

BONSAI

Hari memang siang hari yang tidak begitu panas, ya biasa-biasa saja. Beni sedang asik merawat tanaman bonsainya di samping rumahnya, yang asalnya pemberian Paman Joko. Setiap hari Beni merawat bonsai pemberian Paman Joko, ya jadinya tumbuh dengan bagusnya. Beni pun menambah koleksi bonsainya dengan membentuk beberapa tanaman yang bagus untuk jadi tanaman bonsai. 

Tanto main ke rumah Beni. Sampai di rumah Beni, langsung Tanto mengucap salam "Assalamualaikum."

Beni mendengar salam yang bertamu di rumahnya, ya Beni pun menjawab salamnya "Waalaikumsalam", Beni menemui Tanto yang duduk di teras depan. 

"Tanto tumben main ke rumahku?!" kata Beni. 

"Lagi suntuk di rumah. Cari teman ngobrol aja. Jadi main ke tempat mu....Beni," kata Tanto. 

"Ooooo lagi suntuk," kata Beni.

"Lagi ngerjain apa Beni di rumah?" kata Tanto.

"Ya, biasa....hoby merawat tanaman sih. Itu pun di mulai dari pemberian Paman ku, ya tanaman bonsai," kata Beni.

"Cowok tipe rajin banget, ya punya hoby merawat tanaman di pot," kata Tanto.

"Sering merawat tanaman itu, aku tidak pernah rasa suntuk Tanto. Seneng selalu gitu. Cinta pada tanaman yang aku rawat baik-baik," kata Beni.

"Kalau di pikir dengan baik. Omongan mu Beni, ya bener sih. Cinta yang di rawat dengan baik, maka terus merasa senang. Berurusan dengan tanaman lebih baik dari pada urusan dengan cewek ya?!" kata Tanto.

"Kalau cewek, ya Tanto. Cewek itu bisa di pahami dan juga tidak bisa di pahami. Kalau yang bikin pusing sih, ya betenya, marahnya, cemburuannya...yang sifatnya negatif semua sih. Kalau yang positif ya, ya bikin rindu selalu gitu," kata Beni.

"Ribet kalau berurusan dengan cewek. Lebih baik cinta itu di berikan pada tanaman di pot, ya diam tuh tanaman....tetap cinta itu lebih baik," kata Tanto.

"Sudah jangan ngomongin cewek, ya tidak ada habisnya. Lebih baik aku ajarin menanam tanaman di pot, ya bonsai gitu. Tanto punya hoby yang nilainya positif," kata Beni.

"Ok, aku mau," kata Tanto.

Tanto dan Beni, ya beranjak dari duduk di teras depan...ke halaman samping. Beni mengajarkan menanam tanaman di pot, ya dari benih kecil yang siap di jadikan bonsai. Tanto mengikuti arahan dengan baik yang di ajarkan Beni. Tanto berhasil membentuk tanaman menjadi bonsai yang cantik. 

"Bagus Tanto, tanaman bonsai jadi tuh di bentuk," kata Beni. 

"Yang mengajarkan siapa?" kata Tanto. 

"Aku deh. Guru yang baik," kata Beni. 

"Aku, murid yang cepat belajar jadi pinter," kata Tanto. 

"Iya," kata Beni. 

Beni terus mengajarkan dengan baik, ya Tanto terus praktek dengan baik gitu. Sampai waktu menjelang sore. Tanto ingin pamit pulang ke rumah. Beni pun memberikan tanaman bonsai yang di bentuk Tanto, ya agar di rawat dengan baik. Tanto senang pemberian tanaman bonsai dari Beni tersebut.

Tanto pun pulang ke rumahnya dengan membawa satu pot bonsai. Beni beres-beres diri di belakang dan setelah itu Beni duduk santai di ruang tengah sambil minum kopi dan nonton Tv. Sampai di rumahnya, ya Tanto menaruh bonsai di samping rumah. 

"Tanaman bonsai ini aku rawat dengan baik. Kalau....tidak salah, harga bonsai yang jadi itu mahal banget. Keuntungan hoby tanaman bonsai," kata Tanto.

Tanto pun beres-beres diri di belakang. Setelah beres-beres diri, ya Tanto masak mie di dapur. Singkat waktu mie jadi. Tanto makan mie di ruang makan sambil asik nonton Tv. 
Blog, Updated at: October 25, 2020

0 komentar:

Post a Comment