SUARA HATI ISTRI

Posted By Cerpen universal on Wednesday, October 7, 2020 | October 07, 2020

SUARA HATI ISTRI 

Seperti biasa kerja di perusahaan, Meli sebagai staf biasa saja. Pak Bram, ya pemilik perusahaan sering memperhatikan Meli. Pak Bram yang telah lama menduda, ya di tinggal istrinya meninggal dunia. Rasa kesepian itu ada pada diri Pak Bram. Meli tak pernah ingin mengambil hati Pak Bram, ia hanya biasa-biasa menanggapi Pak Bram. Meli hanya gadis muda yang rapuh, karena orang tua  telah lama meninggal dunia, jadi tidak  ada lagi yang membimbing nya. Pak Bram terus menerus ingin mengambil hati Meli dan akhirnya Meli pun luluh juga. Saat Pak Bram ingin menikahi Meli jadi perkenalkan dengan anaknya Pak Bram, Lita. Ya Lita tidak jauh beda umurnya dengan Meli. Lita menolak pernikahan Bapaknya, karena tidak ingin punya Ibu baru yang umurnya sama dengan Lita. Walau di tentang Lita, Pak Bram tetap dengan pendiriannya untuk menikahi Meli. 

Acara pernikahan di buat cukup mewah. Lita bersama suaminya Heru, ya mau tidak mau harus ikut menghadiri pesta pernikahan Bapaknya. Setelah urusan pernikahan selesai. Biduk rumah tangga di jalanan dengan baik oleh Meli bersama Pak Bram. Tahu-tahu Pak Bram berubah kaya anak muda. Meli berusaha untuk mengingatkan Pak Bram dengan umurnya. Pak Bram tidak bisa di ingatan, malahan tingkah lakunya di dukung oleh Lita dan Heru. Pak Bram pun ke kantor dengan membawa motor besar, ya tingkahnya kaya anak muda. 

"Suami ku berubah. Dirinya merasa muda lagi," kata hati Meli.

Meli pun membiarkan maunya Pak Bram. Ya Pak Bram menjalankan urusan kantor dengan baik banget. Seperti biasanya Meli menyiapkan makan malam bersama Mbok Ijah untuk Pak Bram. Usai pekerjaan, ya Pak Bram ingin pulang ke rumah untuk makan malam di rumah. Heru mengajak Pak Bram untuk nongkrong kaya anak muda zaman sekarang....ya mengikuti pergaulan gitu. Pak Bram pun ikut nongkrong kaya anak muda gitu.

Berkumpulan Pak Bram bersama anak motor besar di sebuah perkumpulan di sebuah kafe. Pak Bram berkenalan dengan Tania, ya tergoda dengan kecantikannya Tania yang muda dan juga modis gitu. Heru mencoba untuk menjatuhkan Tania dari Pak Bram, tapi ternyata tidak bisa. Pak Bram beneran suka dengan Tania. Heru pun memotret kebersamaan Pak Bram bersama Tania dan di kirimkan ke Lita.

Lita pun seneng Bapaknya dekat dengan cewek lain, ya tujuannya untuk memisahkan hubungan Bapaknya dengan Meli. Foto kebersamaan Pak Bram dan Tania, ya di tunjukkan Lita ke Meli. Sontak Meli cemburu, ya gelisa dengan hubungan pernikahannya baru seumur jagung. Pak Bram pun pulang ke rumah. Meli pun bertanya baik-baik ke suaminya berkaitan dengan kedekatannya Pak Bram bersama dengan cewek yang baru di kenal Pak Bram.

"Jangan ikut campur urusan aku!" kata Pak Bram.

Meli pun diam dan di dalam hatinya berkata "Ya Alloh...ujian apa yang kau berikan pada ku. Suami ku mulai tidak setia?!"

Meli tetap mengurus Pak Bram dengan baik. Heru, ya pulang juga ke rumah dan menemui Lita. 

"Bapakmu dekat banget sama Tania," cerita Heru.

"Nama cewek itu Tania. Bagus dong. Jadi aku bisa membuat Bapak pisah dengan Meli," kata Lita.

"Tapi, yang. Tania itu cewek yang gak bener loe," kata Heru.

"Itu gampang. Aku beri uang saja untuk pisah dari Bapak ku," kata Lita.

"Ya...terserah kamu yang," kata Heru.

"Sudah mandi sana, bau busuk!" kata Lita.

"Iya," kata Heru.

Heru, ya segera berbenah diri. Esok harinya. Pak Bram tetap bergaya anak muda dan juga menjalin hubungan dengan Tania. Hubungan rumah tangga makin di ujung tanduk. Pak Bram pun akhirnya memutuskan untuk pisah dengan Meli. Ya Meli pun meninggalkan rumah Pak Bram kembali ke rumahnya. Lita dan Heru, ya senang dengan rusaknya hubungan Bapaknya dengan Meli. 

Ketika Pak Bram mulai merasa dirinya sakit, ya tidak ada yang ngurus dirinya. Heru dan Lita, ya menemui Tania untuk memberikan uang dan supaya menjauh dari Bapaknya Lita. Tapi Tania menolak uang dari Lita dan tidak ingin menjauh dari Pak Bram. Lita kesal dengan sikap Tania. 

Pak Bram menelepon Tania, ya ingin di jenguk gitu karena sakit. Ternyata Tania menolaknya, jadi Pak Bram kecewa. Meli berharap hubungannya jadi baik, tapi ternyata Lita dateng ke rumah Meli....ya memberikan surat cerai. Setelah itu Lita pergi begitu saja. 

"Ya Alloh...kau berikan ujian ku seperti ini," kata Meli meratap sambil meneteskan air matanya.

Tania, ya dateng ke rumah Pak Bram sekedar menjenguk saja. Heru dan Lita, ya tidak suka dengan kedatangan Tania. Pak Bram senang dengan kehadiran Tania. Lita dan Heru, ya membiarkan saja. Pak Bram meminta...Tania mengurus dirinya, ya di tolak mentah-mentah sama Tania. Segera Tania meninggalkan rumah Pak Bram.

Meli dapet kabar Pak Bram sakit dari Mbok Ijah. Meli pun membuat makan untuk Pak Bram dan setelah itu ke rumah Pak Bram. Di rumah Pak Bram, ya Meli di tolak sama Pak Bram. Tapi Meli merasa dirinya masih punya kewajiban sebagai istri yang baik, ya merawat Pak Bram yang sakit sampai sembuh. 

Keadaan tubuh Pak Bram, ya baikkan gitu. Pak Bram tetap ingin bersama Tania dan mengabaikan Meli lagi. Lita menyadari bahwa Meli....baik untuk Bapaknya, jadi tidak menolak lagi Meli. Pak Bram pun menemui Tania di rumahnya. Tenyata Tania bersama Tony, ya pacarnya Tania. Pak Bram, ya langsung melabraknya dan putus hubungan dengan Tania karena Tania cewek yang tidak baik. Pak Bram pun pulang ke rumah. 

Sampai di rumah. Pak Bram menyadari kesalahannya dan ingin meminta maaf sama Meli, tapi Meli tidak ada di rumah dan juga surat perceraian pun telah di terima Meli. Di pengadilan agama. Pak Bram pun menggagalkan perceraian dengan Meli, ya rujuk kembali. Lita menerima Meli jadi istri yang baik untuk Bapaknya. 

"Alhamdulillah...ujian rumah tangga ku telah selesai," kata hati Meli. 
Blog, Updated at: October 07, 2020

0 komentar:

Post a Comment