PENGALAMAN SEKOLAH BARU KU
Sebut saja namaku Dera, aku siswi pindahan dari jakarta dan kini aku bersekolah di salah satu SMA Negeri di Paciran. Awal aku menginjak lingkungan sekolah baruku ini aku merasa biasa, namun suatu ketika aku merasakan keanehan yang belum pernah terjadi dalam sejarah hidupku, saat itu kelasku sedang jamkos (jam kosong), tentunya semua siswa siswi di kelasku nampak kegirangan. Bahkan ku lihat seorang cowok berorasi di depan sambil berkata, “Woi guru killer sedang molor di rumah, hahahaha,” sontak yang lain tertawa lepas. Aku hanya diam memandang keadaan sekitar, jelas saja aku bingung dengan tingkah mereka, aku sendiri tidak tahu siapa yang mereka sebut sebagai guru killer, ah ya sudahlah. Kebetulan aku duduk di bangku paling belakang pojok sedangkan bangku di sebelahku kosong berdebu.
Aku hanya melamun di tengah keributan siswa yang lain, tanpa sengaja mataku menangkap sesosok bayangan laki-laki tua merangkul tiga boneka aneh, “Mungkin pria itu seorang tukang kebun atau sekedar penjaga sekolah.” pikirku dalam hati. Namun terlepas dari bayangan itu ku lihat tiba-tiba seorang gadis berwajah pucat duduk di bangku kosong sebelahku, aku tidak menyadari kehadirannya. Gadis itu terlihat pendiam dan berbeda dengan yang lain dan mungkin ia juga murid baru sama sepertiku karena yang ku lihat tak seorang pun yang mengobrol dengannya. Aku pun mencoba menegurnya dengan pertanyaan ringan.
“Hai.. Siapa nama kamu?” tanyaku singkat.
Namun gadis itu hanya diam, lalu angin bertiup kencang menerbangkan setumpuk kertas berdebu di sudut ruangan, mataku terpejam sesaat seperti kemasukan debu, namun saat ku buka kembali kedua mataku tak ku temukan gadis tadi. Mungkin dia pergi ke luar atau entahlah. Lalu seorang guru masuk ke kelas membuyarkan keributan siswa lainnya, guru itu bukan pengisi mapel tetapi dia seorang kesiswaan yang akan mendata murid baru di tiap-tiap kelas. Pertama dia menyebut nama pendekku, aku pun langsung bergegas menghampirinya, guru itu memintaku untuk bertanda tangan di sebuah kolom kecil. Setelah itu dia beranjak pergi,
“Mengapa guru itu tidak memanggil murid baru yang tadi.” gumamku dalam hati.
Sesaat aku merasa sakit perut dan ingin ke toilet. Rasa ingin buang air besar ini tak tertahan lagi aku pun berlari menuju toilet, ku masuki salah satu bilik WC, setelah 5 menit kemudian aku ke luar dari arah WC dan menghela napas lega. Lagi-lagi ku melihat gadis pucat tadi, kalau ini gadis itu menatapku seolah memohon pertolongan. Karena kesal ku berlalu dan ku abaikan gadis itu, tapi tetap saja gadis itu berjalan pelan mengikuti tiap langkahku. Dengan kesal ku berhenti agar gadis itu berlalu pergi namun tiap kali ku berhenti dia ikut berhenti.
Tanpa ku sadari tiba-tiba gadis itu menggandengku berjalan di koridor sekolah, tampak wujudnya perlahan berubah seolah monster yang ingin menerkamku, matanya memerah menatapku, wajahnya hancur berlumuran darah, rambutnya acak-acakan. Sempat ku berpikir untuk melarikan diri namun kakiku terasa berat bergemetar. Muncul lagi sesosok laki-laki tua menyeramkan yang sempat ku jumpai pagi tadi di depan kelas, bersamaan kedua sosok mengerikan itu berjalan ke arahku seolah ingin mencekik leherku.
“Aaaaahhh…” teriakku.
Namun seketika sosok itu hilang dan semua berubah seperti biasa, sampai detik ini aku masih penasaran dengan identitas dua sosok mengerikan itu, pernah ku dengar rumor sekolah baruku ini tentang kisah tragis seorang tukang kebun sekolah dan seorang siswi, mereka jatuh cinta dan menjalani hubungan gelap, cinta mereka sangat kuat namun sayang mereka dibunuh oleh siswa bejat yang tak bertanggung jawab.
Sekian


0 komentar:
Post a Comment