PENGAGUM SI TUKANG CURHAT
Seiring matahari terbit, meskipun hari ini aku tidak punya jadwal kuliah pagi, aku ingin segera berangkat ke kampus. Aku pun bergegas menyelasaikan sarapan dan langsung pergi berpamitan.
Kuhidupkan motor CBR punyaku dan kujalankan menuju ke kampus. Satu-satunya alasan aku ingin segera ke kampus di pagi ini ialah Michelle. Siapa itu Michelle, kenapa dia yang menjadi alasan buatku pergi ke kampus pagi, dimulai dari aku pertama kali masuk ke kampus ini, tepatnya saat ospek perkenalan kampus.
Aku satu kelompok dengan Michelle di kelompok 48, dia merupakan perempuan yang pemberani dan tegas terlihat saat dia menjadi ketua di kelompok 48, meskipun dia ketua kelompok, dia tetap berlaku ramah dan baik kepada semua anggota. yang intinya membuat kelompok menjadi asik dan menyenangkan.
Terlepas dari sifatnya itu, dia juga perempuan yang cantik dan manis, dengan rambut panjang terurai ke punggung kulitnya yang putih itu, tak sedikit mahasiswa-mahasiswa lain yang mengejarnya dan ingin mendapatkan hatinya.
Pagi ini tepat pukul 8 pagi, ialah pelantikan ketua BEM dan calon ketuanya adalah Michelle. Dan aku akan menjemput di rumahnya, karena kami memang sudah janjian untuk pergi barbarengan hari ini. Michelle sendiri satu jurusan denganku, dan kami pun satu kelas. Tidak heran kalau aku bisa dekat dengan dia. Karena aku sendiri tau. Michelle itu ialah perempuan dari keluarga pengusaha terpandang, reputasinya juga di kampus sudah banyak diketahui dan diakui oleh hampir semua mahasiswa dan mahasiswi di kampus tak sedikit juga dosen yang memujinya karena kepintaranya terlihat dari IPK nya yang sekarang mencapai 3,97.
Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri namaku Indra kuliah semester 5 di jurusan Ekonomi, Tak terasa aku sudah sampai di depan rumah Michelle, segera kuparkirkan motor di depan pagar utama rumahnya yang besar dan megah itu, halamannya saja kurasa aku bisa bermain bola di sana.
Segera ku BBM dia, dan mengatakan kalau aku sudah di depan rumahnya, Tidak berapa lama Michelle pun keluar dari ruamhnya, dan segera menghampiriku.
“Maaf ya lama, soalnya aku dandan dulu,” Ucap Michelle.
“Gak kok, Gak lama aku nunggunya, Tapi kamu yakin mau naik motor ntar kulit kamu kena debu loh,” Jawabku, kuperhatikan Michelle hari ini benar-benar sangat cantik lebih cantik dari biasanya, sepertinya dia sangat menantikan hari ini persiapannya pun sangat sempurna.
“Gak apa-apa kok, aku nyaman naik motor dibanding naik mobil, kita kan harus buru-buru in, kamu gak mau kan aku telat di hari pelantikan aku?” Tandasnya dan langsung duduk di atas jok motorku.
“Oke deh siap Michelle hari ini Indra jamin kamu gak bakal telat, Whaha-whaha” Ucapku sambil bergaya seperti pahlawan bertopeng.
Michelle pun tertawa melihat gaya konyolku itu, aku nggak peduli meski Michelle menilaiku konyol atau aneh, yang pasti aku hanya ingin tampil apa adanya di depanya, karena aku tidak suka kalau aku harus memakai topeng yang disebut KEREN, segera kujalankan motorku menuju kampus.
Tiba saatnya pelantian Ketua BEM dan Wakilnya, pelantikan berlangsung di gedung auditorium kampus, kulihat pelantikan hari ini dihadiri oleh banyak mahasiswa dan dosen.
Saatnya kata sambutan dari ketua BEM dan wakil yang baru, Awalnya kata sambutan dari Michelle yang diiringi oleh gemuruh tepuk tangan peserta yang datang, seperti biasanya kata sambutan dari Michelle berisikan Semangat dan energik saat menjelaskan visi dan misinya saat menjadi ketua BEM nanti.
Tiba saatnya kata sambutan dari wakil BEM yang kutahu dia bernama Wahyu, laki-laki tinggi, tegap, dia berasal dari jurusan kedokteran, dan orangtuanya sendiri memiliki rumah sakit sendiri, bisa dibilang dia merupakan laki-laki yang memiliki masa depan yang sangat cerah.
“Aku suka sama kamu Michelle, mau kah kamu menjadi pacarku?” Aku tersentak mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Wahyu, kulihat seisi ruangan menjadi gaduh, sepertinya semua orang terkejut, gimana tidak kata sambutan yang seharusnya berisikan visi dan misi menjadi ajang menyatakan perasaan yang tak disangka-sangka.
Michelle hanya terdiam, kemudian dia pun menarik napas panjang dan keluarlah kata-lata yang sangat menyayat hatiku “Iya aku mau.”
Kata-kata dari Michelle tersebut membuat seisi auditorium semakin gaduh ditambah lagi gemuruh tepuk tangan dari semua mahasiswa yang hadir.
Rasanya aku tak kuat berada lama di sini, aku segera keluar dari sini, aku berlari kencang menuju parkiran motor.
Kulihat di luar ternyata hujan sangat deras, derasnya sampai membasahi seluruh pakaian dan tubuhku yang berdiri di parkiran
Ternyata selama ini aku hanya jadi lahan curhat Michelle, memang sudah lama kudengar dari Michelle sendiri bahwa Wahyu memang sudah mendekatinya selama ini. Tak disangka aku tidak ada tempat di hatimu Michelle, tapi wajar saja kalau mereka jadian, mereka sama-sama berasal dari keluarga terpadang, satunya memiliki usaha Property yang satunya memiliki usaha rumah sakit. Dan aku hanya sang pemimpi yang berada di dunia nyata ini.
Tak terasa air mata mengalir menuju pipi dan jatuh ke tanah seiring dengan air hujan yang mengalir dari atas tubuhku menuju tanah, “Memang saat hujan yang baik bagi laki-laki menangis.” Gumamku dalam hati.
Semoga kau bahagia Michelle, dari pengagum rahasiamu Indra, segera kutinggalkan auditorium beserta kenangan sedih di dalamnya.
TAMAT


0 komentar:
Post a Comment