MY DIARY LOVE STORY
Perkenalkan nama lengkapku Muhammad Husein Albana. Aku adalah salah satu siswa di sebuah sekolah yang cukup popular di Jakarta Selatan yaitu SMKN 6 JAKARTA atau yang sering disebut PRODJOST. Aku lebih suka dipanggil husein, tapi teman kelasku rata-rata semunya lebih senang memanggilku Abong, termasuk kakak kelasku. Di sekolah itu aku banyak mendapat pembelajaran serta kenangan yang tak bisa kulupakan.
Aku mempunyai mimpi ingin menjadi pemain futsal yang hebat dan telah berlatih selama 2 tahun di sekolah itu, tepatnya sekarang aku duduk di bangku kelas XI sekolah menengah kejuruan.
Hari ini adalah tanggal 17 Agustus 2016 yaitu hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Tentunya adalah hari yang menyenangkan bagiku karena ada berbagai lomba yang diadakan di sekolahku termasuk futsal antar kelas. Dalam lomba kelas meet kelasku kalah melawan XII Animasi dan aku sangat menyesal karena kekalahan tersebut.
Setelah lomba futsal selesai aku pergi ke uks untuk meminta obat karena perutku yang terasa sangat sakit. Aku melihat di sana ada adik kelasku yang bernama Zizi. Dia sangat cantik, baik, dan menawan. Tanpa basa-basi aku langsung menghampirinya.
“Eh Zizi, bagi kontaknya fahlefi dong!!” pintarku.
“Ada nih, nanti ya dikirim lewat line..” kata Zizi kemudian.
“Okee gua tunggu…” kataku sambil masuk ke ruang UKS.
Tapi aku bingung sampai waktu pulang sekolah Zizi belum juga menghubungiku. Saat aku pulang dengan sepeda motorku tiba-tiba hp ku berdering.
“Kringggg, kringggg, kringgg.”
“Haloo, siapa nih gua lagi bawa motor bentar dulu,” kataku.
“Jemput gua bisa gak? gua bingung nih pulang sama siapa,” kata zizi sambil memohon.
“Ya udah gua pulang dulu abis makan gua jemput,” akhir kata dariku.
Beberapa minggu kemudian aku telah menjalani hari-hariku bersamanya dan aku rasa aku telah jatuh cinta padanya. Aku mulai merencanakan hari spesial dengan berniat mengajaknya bertemu dan berusaha mencari waktu yang tepat. Sampai hari ini aku masih mengingat hari itu, disaat aku menyatakan perasaanku kepadanya. Itu terjadi di bulan Agustus 2016 di rumahnya. Meskipun hasilnya cukup membuatku kecewa, karena aku terlalu berharap dan dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya. Aku pun mencoba untuk menunggunya berharap dia berubah pikiran disaat penantianku yang lumayan cukup lama, aku mendengar kabar dari temannya kalau dia belum bisa jatuh cinta lagi pada seseorang untuk beberapa saat.
Setelah beberapa minggu aku tak mendengar kabar darinya, tiba-tiba temannya temanku mengabariku kalau Zizi dirawat karena sakit Kelenjar Getah Bening. Kabar itu membuat aku sedih, karena sampai saat itu aku masih menyayanginya. Dan setelah satu minggu memberanikan diri untuk menjenguknya walaupun aku tahu dia sudah melupakanku. Aku berdoa kepada Allah agar kedatanganku menjenguknya bisa membuat ia senang dan sekaligus bisa memperbaiki hubungan kami. Tapi saat itu tuhan berkehendak lain, aku mendengar kabar dari temanku, kalau dia sedang dekat sama cowok lain.
Disaat itu aku memutuskan untuk menjauh darinya dan tak mau lagi mengusik hidupnya. Meski aku masih sangat mencintai dirinya. Meskipun aku tak pernah melihatnya lagi tapi aku selalu tau kabar dan keadaannya.
Setelah sebulan berlalu tak ada kabar lagi darinya. Aku bahagia sendiri walaupun hanya teman-temanku yang bisa menghiburku. Dan yang aku rasa sekarang sudah ada orang yang menghiburnya lagi yang lebih baik dariku dan aku hanya beroda agar ia diangkat penyakitnya dan selalu bahagia.
Dan dari semua ini aku mempelajari banyak hal bahwa “Cinta itu gak harus memiliki. Biarkan bila dia harus pergi dan hilang dari hidupmu membawa pergi cintamu, semoga suatu saat dia teringat untuk kembali dan menjadi milikmu”.


0 komentar:
Post a Comment