I HOPE YOU COME BACK AGAIN
“Tak akan pernah hati ini mendua, hingga akhir hidup ini” Kata-kata itu terus teringat di benakku. Kata-kata yang pernah dia katakan kepadaku waktu itu, yang membuatku tak bisa untuk melupakannya.
Perkenalkan namaku Kinan Felicia Sasmara, aku biasa dipanggil dengan sebutan Kinan. Sekarang aku bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota Makassar, tempat aku tinggal bersama keluarga yang sangat aku sayangi. Papa, mama, kakak mereka yang selalu memberikanku dukungan dan motivasi. Aku bangga punya keluarga seperti mereka.
Di sini aku ingin menceritakan mengenai cinta segitiga antara Aku, Juan dan Angel.
Pertama aku akan perkenalkan siapa itu Juan dan Angel, mereka merupakan salah seorang teman seorganisasiku di sekolah. Yah kalian benar, satu-satunya organisai yang terpopuler di sekolahku itu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Juan itu? Orang yang terkenal ganteng, populer, baik, ramah. Dia itu Ketua OSIS di sekolahku, jadi tidak jarang kalau banyak cewek-cewek di sekolahku yang rebutin dia. Nah kalau Angel? Dia itu salah satu cewek terpopuler di sekolahku, anggota dari geng sweety. Menurutku Angel itu orangnya baik, cantik, ramah, sopan lagi, dia itu juga orangnya cute banget. Jadi tidak jarang, Angel banyak yang suka. Sedangkan Aku? Aku itu cewek yang terkenal tomboi, tapi itu dulu sekarang aku dikenal feminin gara-gara potongan rambutku.
Kisah cintaku dimulai sejak aku duduk di kelas 1 SMP. Saat itu, aku nggak pernah nyangka cowok terpopuler di sekolahku bisa suka sama aku. Padahal kalau dipikir-pikir, di sekolahku itu masih banyak cewek-cewek yang cantik banget. Tapi nggak tau kenapa dia bisa suka sama aku. Katanya sih, dia suka sama aku pada pandangan pertama (caelahh). Kata orang dulu itu cinta monyet. Tapi nyatanya, aku dan Juan hampir setahun jalanin hubungan. Iya hampir setahun, tepatnya pada tanggal 07 November 2014. Hubunganku berakhir pada saat itu juga, tanpa sebab dan alasan. Begitulah cinta, datang dan pergi begitu saja.
2 tahun telah berlalu tapi perasaan itu masih tetap sama. Masih seperti awal aku bertemu dengannya. Kalian pasti bertanya “bagaimana komunikasimu dengannya?” Sejak aku putus dengannya, hingga sekarang aku sudah tidak pernah berkomunikasi dengannya. Mulai dari SMS, Messenger, BBM, bahkan LINE sudah nggak pernah direspon. Setiap aku coba untuk hubungin dia nggak ada harapan sama sekali. Hari demi hari, aku sudah bisa melupakannya. Buat apa mikirin dia, kalau dia nggak pernah mikirin kamu. Pepatah memang bilang kalau “cinta itu sebuah pengorbanan, dan perlu diperjuangkan.” Tapi bagiku, dia dan aku sudah berbeda. Setiap kali ketemu dengannya, senyum aja nggak pernah apalagi ingin bicara.
Rindu mungkin hanya itu yang bisa aku rasakan. Rindu dengan perhatiannya, candanya, kasih sayangnya, marahnya pokoknya semuanya dari dia. Sekarang Juan sudah berubah 360 derajat, dia bukan lagi Juan yang aku kenal dengan segala kebaikan yang pernah dia berikan kepadaku. Juan memang orangnya ramah, tapi sama aku dia cuek banget. “setega itukah kau dengan orang yang pernah kau sayangi meskipun hanya sekejap?” lirihku saat berhadapan dengannya. Aku tidak pernah menyangka dia akan bersikap seperti itu kepadaku.
Sekarang dia telah bahagia bersama pilihannya. Jika dia senang, aku pun ikut senang. Kesedihannya menjadi kesengsaraan buatku. Aku tidak ingin melihat orang yang aku sayang sampai meneteskan air mata, biarkanlah hati ini yang terluka asalkan jangan DIA.
Kini aku sudah mulai melupakannya.
“Kinan kenapa sih kamu masih sayang sama Juan? Cowok kayak gitu nggak usah diperjuangin deh. Mending lo sama Ariel, junior yang ganteng itu” kata teman sebangku ku, Indah.
“Mm.. kalau itu aku masih mikir-mikir dulu, tapi aku kira kamu naksir sama si junior itu?” Kataku.
“Hm, iya sih,” jawab Indah.
“Itu kan, aku nggak mau jadi orang ketiga dalam proses PDKT kamu,” pintaku.
“Tapi itu dulu kinan, sekarang aku udah nggak punya hubungan apa-apa lagi sama dia.”
“Ya udah, masuk kelas yuk,” ajakku.
“Iya,” jawab Indah.
Di rumah…
Aku masih memikirkan perkataan Indah tadi, iya memang benar kata Indah aku harus buka pintu hatiku lagi. Tapi kali ini perlu berhati-hati, aku tidak ingin terskiti untuk kedua kalinya.
Sekarang Juan sudah punya seorang kekasih, namanya Angel. Teman sekelas Juan. Awalnya aku nggak ikhlas tapi mau gimana lagi, kalau memang cinta kan nggak bisa dipisahkan. Aku juga merasa kalau Juan memilih cewek yang terbaik. Pilihannya itu begitu tepat, dia lebih baik dibanding aku.
Mereka berdua sangatlah cocok dan romantis, aku ingat waktu masih menjalin hubungan dengannya. Kami juga seperti itu, tapi sekarang bukan aku lagi yang jadi penyemangat di setiap hari-harinya. Sudah ada Angel kekasihnya.
“Semoga kalian langgeng terus yah,” lirihku dalam hati saat melihat mereka berdua.
Ke mana-mana mereka pasti berduaan, mau ke kantin, ke cafe yang penting ke mana aja mereka pasti sering berdua. Aku nggak cemburu kok, malah aku senang bisa lihat Juan bisa bahagia bersama orang pilihannya.
Sekarang aku punya perasaan dengan seseorang, tapi aku takut ngungkapinnya, aku memendam rasa terhadap juniorku di sekolah. Dia mampu membuatku nyaman dengan caranya sendiri, meskipun aku lebih nyaman dengan Juan ketimbang dia. Juniorku itu namanya Ariel, I think dia itu baik, sopan, lugu, unyu, hitam, tapi manis. Ariel juga juniorku di OSIS. Semakin hari ada saja kelakuan yag dibuatnya sehingga aku tambah sayang sama Ariel Lewat Line lah kami mengobrol, tentu saja tentang obrolan yang bagiku sangat konyol. Menanyakan keadaan masing-masing yang seringkali berangsur setiap 5 menit.
Mulai 8 oktober aku merasa ada yang tidak biasa dengan rasaku terhadapnya. Setiap kali dia ngobrol denganku disitulah terkadang aku merasa gugup dengannya, entah mengapa itu semua terjadi begitu saja. Apa ini Cinta? Aku masih belum yakin terhadap perasaanku ini kepadanya, karena aku tidak ingin tersakiti untuk kedua kalinya.
Sudah 3 bulan lebih aku memendam rasa dengan Ariel, hingga saat ini bulan Desember mendatang semuanya berubah seketika. Padahal baru 2 minggu aku nggak ngobrol dengan Ariel. Tiba-tiba ada kabar kalau Ariel lagi dekat sama cewek sudah dari sebulan lalu, teman kelas Ariel sendiri yang memberitahukanku hal tersebut. Teman sekelas Ariel cerita ke aku kalau Ariel suka sama cewek sudah dari sebulan lalu terus katanya dia ngobrolnya pake sayang-sayang lagi. Sontak aku kaget, kenapa semua ini terjadi? Mengapa? Tuhan nggak adil terhadapku! Teman-temanku yang lain kisah percintaanya nggak seperti aku yang banyak liku-likunya.
“Tuhan mengapa kau lakukan semua ini terhadapku? Aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang yang kusayangi. Tapi kenapa semua ini terjadi untuk kedua kalinya untukku? Tuhan nggak sayang sama aku! Sudah dua orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku karena hanya alasan sudah nggak suka,” kesalku.
Mulai hari ini aku perasaan siapakah perempuan yang lagi dekat dengan Ariel, apa bedanya aku dengan permempuan itu.
Jika saja aku bertemu dengan orang yang Ariel sukai saat ini aku hanya ingin bilang ke dia “Tolong jagakan Ariel untukku, jangan pernah buat dia merasa kesepian, jangan pernah menyakiti hatinya. Buatlah dia selalu tersenyum bagaimanapun caranya.”
Tapi mengapa Ariel melakukan semua ini terhadapku, mengapa dia dekatin aku kalau memang ada orang lain yang dia suka? Aku bukan boneka Ariel, aku hanya perempuan biasa yang memerlukan perhatian dari orang yang aku sayang bukannya kesedihan yang aku inginkan. Sepahit itukah CINTA? Yang awalnya happy ternyata ujung-ujungnya sad.
Saya mengerti di hidup ini pasti ada cobaan maka dari itu kita perlu membentengi diri untuk tidak melakukan kesalahan sedikit pun. Meskipun tidak ada manusia yang tidak luput dari dosa.
Percayalah semuanya akan indah pada waktunya, karena rencana Tuhan adalah yang terbaik. Kalau memang dia yang ditakdirkan untukmu pasti kalian akan bertemu.
Saya penulis mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kesamaan nama saya memohon maaf.


0 komentar:
Post a Comment