HANYA PELAMPIASANMU

Posted By Cerpen universal on Thursday, September 10, 2020 | September 10, 2020

HANYA PELAMPIASANMU

Tik.. tik.. tik.. bunyi hujan yang menemani kesendirianku dikala senja itu. Ku termenung meratapi semua masalahku di depan jendela kamarku.

“Sandra.. Sandra” panggil mamaku.

“Iya, Ma. Ada apa sih ma?” sahutku sambil berjalan menuju suara Mama.

“Ndra tolong Mama dong. Mama mau buat kue tapi, ini telur di lemari es habis, jadi tolong beliin mama telur ya?” pinta Mamaku.

“Yahhh Mama, di luar kan masih hu…” sahutku belum selesai.

“Udah deh ndra buruan keluar ada payung di depan, ayo cepet.” Timpal mamaku.

Dan sambil ngomong nggak jelas aku berjalan menuju warung. Setelah sampai aku pesen ke ibu warung itu.

“Buk, telur 1 kg ya?” pintaku pada ibu itu.

“Iya dek, sebentar ya?” sahut ibu itu.

Nggak berapa lama aku kembali menyusuri jalan ke rumah dan aku berikan ke Mama. apa yang disuruh mama sudah aku lakukan dan biasa aku melakukan hobi remaja seusia aku yaitu buka BBM.. (wkwkwkwk).

“Buset ini BBM kontak banyak tapi, isinya BC an doang” gerutu ku dalam mulut.

Gak berapa lama ada yang ngechat aku, tapi aku gak tau siapa dia. Tapi aku bales deh untung-untung nambah temen (hehehe).

Besoknya, waktu di sekolahan gue cerita ke sahabat gue yang namanya Dian. 

“Eh Yan, tadi malem gue dichat sama anak, tapi anaknya sih ya begitu” ceritaku sama Dian.

“Elu mah orangnya baperan, ati-ati dah lu nanti disakitin lagi. Tapi btw (by the way) anak mana siapa namanya sih dia?” sahut Dian dengan kepo pake banget. 

“Ih apaan sih Yan, gue aja baru kenal tadi malam. Masa kamu gitu sih apaan?. Anak SMA tetangga kita, namanya Fito” sambil jengkel aku ngomong. 

“Oalah.. Kalo gue sih hanya berdoa yang terbaik buat lho aja, semoga pilihan lu gak salah dah” jawab Dian dengan nada yang prihatin.

Akhirnya setiap hari gue chatan bahkan gak ada hari tanpa chatan sama dia. Mulai pagi, siang, sore, malem pasti chatan. Dan hingga suatu saat di pagi hari yang sejuk dan bahagia. Ternyata dia ngungakapin semua perasaannya ke gue.

“N.. ndra gu.. gue mau ngomongin sesuatu ke elu?” kata Fito dengan nada yang terbata-bata dan sedikit grogi. (pake VN di BBM.. hehehe). 

“Iya, mau ngomong apa sih To, gak usah grogi gitu deh, santai aja, kayak sama siapa saja”. Dengan santai aku jawab pertanyaan dia.

“Sebenarnya selama ini gue suka sama kamu, kamu mau nggak jadi TTM (Teman Tapi Mesra) ku?” tanya Fito dengan perasaan yang serba gak karuan.

“Ha…? jadi selama ini kamu suka aku, beneran?” jawabku dengan kaget.

“Iya, maaf gue dah ngomong gini ke lu, kalo lu gak mau juga gak papa kok”. Sahut Fito dengan suara yang letih.

“Eitsss… insyaallah gue terima lu kok. Tapi inget jangan pernah PHP (Pemberi Harapan Palsu) ke gue”. Sambungku ke Fito sambil memberi syarat.

“Jadi lu mau TTM an sama gue, makasih ya Ndra. Gue seneng banget, dan gue juga janji gak akan PHP in kamu kok.” Dengan nada yang sangat bahagia jawaban Fito. 

Dan setelah hari itu aku dan Fito menjalani hari-hari seperti layaknya orang pacaran. Dan aku berfikir kalo aku merasa lebih baik dengan hadirnya dia di hari-hariku.

Tapi semua kebahagiaanku itu hancur setelah aku tau bahwa, aku hanya dijadikan “Pelampiasan” saja. Gue tau kalo gue hanya dijadikan pelampiasan dia karena sahabat gue Dian beberapa hari sebelum itu tanya ke Fito. Dan lebih sakit hatinya lagi dia lebih suka Tiya sahabat SD gue selama ini dan bukan gue yang ada di hatinya dia.

“Eh, gue denger lu mau nembak seseorang waktu study tour nanti ya?” tanya Dian ke Fito.

“Iya elu kok tau sih? Tapi jangan bilang ke Sandra ya, gue gak tega lihat dia.” jawab Fito dengan penuh rahasia. 

“Btw, siapa sih orang yang mau lu tembak. Dan berarti selama ini lu gak pernah suka sama Sandra, gak punya hati banget ya lu.” Sahut Dian dengan nada yang tinggi.

“Iya, maaf ya. Dan bukannya gue gak punya hati Yan, tapi mau gimana lagi. Cinta kan nggak bisa dipaksakan. Jadi sebenernya selama ini gue sukanya sama Tiya sahabatnya Sandra bukan sama Sandra nya.” Jawab Fito dengan nada bersalah.

Tapi sayangnya pada saat itu Dian sahabat gue gak pernah bilang sama gue kalo gue hanya dijadikan pelampiasan saja. Baru 2 minggu setelah itu dia bilang ke gue.

“Ndra, murung saja kenapa sih lu?” tanya Dian dengan membuat aku terkejut. 

“Ih.. lu Yan, jangan ngagetin dong. Nggak sih, gue hanya berfikir kenapa ya, beberapa hari ini sikap Fito itu berubah ke gue, dia jadi lebih cuek dan pokoknya berubah deh.” Jawab gue dengan sedikit rasa sedih.

“Ohhhhh… sebenernya gue mau ngomongin sesuatu tentang elu dan Fito tapi elu jangan nangis ya?” sahut dian dengan membuat gue semakin penasaran.

“Haaa? Ngomongin sesuatu tentang gue dan Fito? Apa sih, cerita aja lah.” Timpalku dengan nada yang kepo.

“Sss.. sebenernya, elu ituuu… hanya dijadikan Fito pelampiasannya dia saja. Sebenernya dia itu suka sahabat lu Tiya, dan gak pernah suka lu Ndra. Sorry ya gue harus ngomong gini, soalnya gue gak tega sama elu.”
“Ini gak mungkin Yan, gak mungkin dia gak suka aku.. gak mungkin Yan.” Dengan air mata yang sedikit demi sedikit membasahi pipi ini, tapi gue mencoba sabar dan bertahan.

Akhirnya pada malam harinya gue ngomong ke Fito kalo mending dia kejar cinta Tiya daripada bertahan dalam cinta yang gak pernah dia ingin kan. Karena gue tau bahwa bertahan dalam cinta yang gak diinginkan itu malah membuat sakit hati dan dihantui dengan rasa yang gak karuan. Dan gue juga sudah bisa berfikir dewasa bahwa “Mencintai seseorang tidak harus memiliki, karena memiliki pun belum tentu mencintai”. Tapi setelah itu gue bilang ke dia, kalo gue gak marah sama dia tapi gue “Kecewa” sama dia. Dan rasa “Kecewa” itu bisa merubah segalanya.

cukup dulu ya teman maaf jika ada tulisan yang kurang rapi atau ceritanya tidak menarik, karena di sini aku baru belajar dan di lain waktu akan aku perbaiki kok.
Blog, Updated at: September 10, 2020

0 komentar:

Post a Comment