AIR MATA DI UJUNG SENJA

Posted By Cerpen universal on Tuesday, September 8, 2020 | September 08, 2020

AIR MATA DI UJUNG SENJA

Sore itu di sebuah jalan yang sudah dijanjikan, aku sudah menunggu kurang lebih 1 jam, perasan cemas dan takut mengisi pikiranku, aku takut dia tidak akan datang seperti yang telah dijanjikan lewat sms tadi malam, entah apa yang terjadi seandainya dia benar benar tidak datang, mungkin aku akan semakin terpuruk dengan keadaan ini, perasaan yang selama ini selalu menemaniku sekaligus menyiksaku.

Saat seribu tanda tanya tengah berkecamuk dalam pikiranku, kulihat dari jauh ada seseorang yang berjalan menghampiriku, sontak saja hatiku girang bukan main, karena dialah orang yang selama ini kutunggu dialah yang selama ini terus mengisi hati ini meskipun pada dasarnya sesuatu yang tidak tentu arah, tapi aku sudah berjanji untuk menjalaninya dan memperjuangkan semua itu, sampai pada ahirnya akan kutemukan sebuah jawaban, meskipun itu sangat menyakitkan, karena aku selalu berperinsip apapun itu yang kita inginkan jika kita tidak memperjuangkanya, kita tidak akan benar benar tau berhasil atau gagalnya. Seperti halnya sore ini, ini adalah waktu yang sangat aku tunggu mungkin bisa dibilang waktu yang menentukan semuanya.

Wajah ayu itu semakin dekat menghampiriku, dengan senyum khasnya yang selalu menghiasinya meskipun aku tau itu adalah senyuman yang terpaksa, sekedar menyapaku… “Mas maaf telat, udah lama menunggu yah?” “Enggak kok aku juga baru nyampe kok” jawabku singkat. “Oya maaf yul, aku memaksamu tadi malam untuk datang ke sini, karena mungkin inilah waktu yang tepat agar aku benar benar tau akan semua ini” ucapku to the point, “Iya mas aku juga tau kok, aku aku akan mengatakan semuanya dengan jujur, kenapa selama ini aku menghilang dan menjauh darimu” pungkasnya dengan mata sendu sembari menatapku. “Entah aku harus bilang apa yul, saat kamu menghilang dan berbagai cara telah aku lakukan untuk mencarimu, tapi kamu seperti ditelan bumi, sebenarnya ke mana sih selama ini?” tanyaku lagi, “Aku sengaja mas menjauh dari kamu” ujarnya. “Sengaja!!! Kamu tau gak perasaan aku saat kamu menghilang” “Aku tau kok tapi pikirku mungkin itulah cara yang terbaik untuk mengakhiri ini semua” jawab yuli lagi. “Oh gitu mungkin terbaik dari sisi pandanganmu, tapi tidak buat aku, justru smakin membuat aku tersika dan sakit” keluhku memprotes jawabanya. “Lantas untuk apa semua itu yul?” aku terus bertanya karena aku belum merasa puas dengan jawabanya, “Aku sengaja menjauh darimu mas, karena aku merasa semakin kita dekat maka semakin sakit perasaan mas bimbim, meskipun aku telah belajar untuk mencoba mencintaimu tapi sungguh perasaan itu tidak pernah muncul, bahkan aku semakin merasa bersalah padamu sebab aku tau cinta mas bimbim memang sangat tulus buat aku dan mengalahkan semuanya” jawabnya panjang lebar, “Lantas kenapa kamu tidak pernah bisa mencintaiku?” tanyaku lagi semakin dalam “Entahlah mas aku tidak tau kenapa aku tidak pernah bisa mencintaimu” ujarnya lirih sebari menundukan kepalanya. “Kamu memang tidak pernah berubah yah yul, hatimu dalam sulit sekali untuk kujangkau” lirihku getir. “Tapi ya sudahlah jika itu adalah jawabanmu aku tidak akan terus memaksamu untuk terus menjelaskanya” tambahku. “Maafkan aku mas!, aku yang tidak pernah bisa menghargai persaanmu hingga sampai saat ini, mungkin aku wanita yang berkepala batu yang tidak tau diri dan layak kamu benci” tuturnya lagi, sembari kulihat air matanya mulai keluar membasahi pipinya yang merah merona. “Sudahlah yul tidak usah menyalahkan diri sendiri, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk aku terima karena kamu tau tidak! Keputusan dan takdir alloh adalah yang paling terbaik buat kita, selalu ada hikmah yang terkandung untuk kebaikan kita meski kadang menyakitkan” timpalku mencoba menenangkan suasana

“Oya yul hari sudah mulai senja pulanglah takut keluargamu mencarimu, sebelum pergi bolehkah aku memelukmu untuk yang pertama dan terahir” pintaku, wajah ayu yang tertunduk itu perlahan menengadahkan wajahnya dan menatapku lalu tanpa aku duga perempuan yang sangat kucintai itu langsung memeluku dan menghamburkan tangisanya di dadaku, aku sudah tidak sanggup berkata apa apa lagi selain membelai rambutnya dan menikmati suasana terahir bersamanya. “Sudahlah yul pulanglah biarkan semua ini hanya jadi kenangan, meskipun kamu tidak bisa aku miliki kamu tetap yang terbaik untuku, jangan pernah memikirkan apa yang akan terjadi yang pasti aku akan menata hatiku untuk bisa melupakan semua ini, pulanglah aku akan berdiri di sini dan melihatmu menjauh pergi dan menghilang” tuturku coba untuk mengahiri semuanya.

Wanita itu pun perlahan mengendurkan pelukanya lantas dia berucap “Makasih yah bim kamu bisa mengerti semuanya semoga kita bisa ketemu lagi di lain waktu meski dalam keadaan yang berbeda” dan perempuan itu pun mulai melangkahkan kakinya menjauh dariku yang masih berdiri di sini mencoba menatap bidadariku untuk yang tarakhir kalinya di senja yang kelabu yang menjadi saksi tentang perjalanan cintaku yang berakhir pilu. Gerak langkah kaki itu yang selalu aku rindukan perlahan semakin menjauh samar ditelan seja yang mulai gelap.
Blog, Updated at: September 08, 2020

0 komentar:

Post a Comment