FIRST LOVE

Posted By Cerpen universal on Friday, June 12, 2020 | June 12, 2020

FIRST LOVE

Tiga Tahun berlalu, Namun kenangan, perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan masih tersimpan rapi di hati ini. Bagiku tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk melupakanmu, telah banyak cara yang sudah kulakukan agar aku tak mengingatmu lagi. Bahkan aku sudah mencoba mencari penggantimu, namun nyatanya semua tak berhasil mengubah perasaanku untukmu.

Namaku Juli aku seorang mahasiswa di universitas muhammadiyah makassar dan mengambil jurusan bahasa dan sastra indonesia. kali ini aku ingin menceritakan tentang kisah cinta pertamaku.

Kami bertemu pada awal tahun 2011 lalu. Awalnya aku berfikir dia seorang lelaki yang sangat baik, akan tatapi ternyata pendapatku itu jauh berbeda dari kenyataanya, “terkadang apa yang kita lihat tak sesuai dengan kenyataan yang ada”, aku baru mengetahui sifat aslinya ketika aku dan dia jadian. Bahkan banyak dari teman-temanku yang berkata seperti ini “kamu pasti sangat bangga karena bisa mendapatkan lelaki sepertinya”, mereka berkata seperti itu karena mereka tidak tau apa yang aku rasakan. Jujur saja aku merasa menderita batin ngejalani hubungan ini.

Laki-laki itu bernama irwan dan dia memang laki-laki yang mengajarkanku banyak hal tentang cinta, pengorbanan dan tentang cara betapa sulitnya untuk mempejuangkan cinta. Karena hal terpenting dalam cinta adalah saling mengerti satu sama lain, memperjuangkan dan yang pastinya saling setia, karena cinta sejatinya harus saling melengkapi kekurangan ataupun kelebihan pasangannya. Akan tetapi hal itu berbeda dengan kisah cintaku dengannya, yang jauh dari kata sempurna, karena irwan tidak pernah bisa mengertiku dan menghargai semua hal yang kulakukan untuknya.

Terkadang ku bertanya dalam hati, apa benar Irwan mencintaiku? Lantas jika kenyataanya dia tidak mencintaiku, lalu kenapa dia harus memberi harapan palsu untuku. Sebenarnya apa salahku? Kenapa dirimu harus hadir di kehidupanku jika hanya untuk menyakitiku? atau mungkin saja kamu sekedar ingin berbagi cerita, hanya saja aku yang terlalu mengikutkan rasa.

Hari demi hari telah kulalui bersamamu, meski aku harus merasakan sakit hati setiap kali kamu mengabaikanku, terutama setiap kali aku menghubungimu lewat telepon, Namun apa yang kudapat, hanya kecewa setiap kali kamu berkata “Untuk apa menghubungiku lagi, aku sudah tak membutuhkan perempuan sepertimu”. siapa coba yang tidak sakit hati kalau dengar kata-kata seperti itu.

Iya kuakui memang aku perpempuan terbodoh dan tergoblok Karena masih mau mempertahankan seseorang yang sama sekali tidak mempunyai perasaan, dan egois sepertimu.

Hal yang membuatku amat sangat kecewa ketika mengetahui ternyata kamu memutuskan untuk menikahi wanita yang baru kamu kenal. Dari semenjak itu aku berusaha untuk melupakan semua perasaan yang pernah ada untukmu. Meski membutuhkan waktu yang amat sangat lama untuk melupakanmu, karena bagaimanapun dirimu adalah cinta pertamaku laki laki yang amat sangat aku cintai, akan tetapi aku harus mulai melepas segala perasaan di dalam dada ini dan tak lagi untuk memaksakan tapi akan kucoba untuk memasrahkan.

Sejak saat itu langit senja tak lagi sama, kau pun tak lagi kembali, dan aku pun tak lagi mencari. Walaupun aku tahu semua kabut sendu itu telah berganti menjadi rindu tapi apalah dayaku? Yang hanya bisa berharap setiap doa yang kupanjatkan akan menjelma menjadi bahagia, dan aku yakin waktu adalah obat dari segalah pilu, tak banyak hal yang kuharapkan darimu, karena aku paham, kau memang benar-benar sudah tidak mengharapkanku lagi, sekuat apapun aku berdoa untuk selalu bisa bersamamu, mungkin hanya akan sia-sia karena kamu memang sudah tak bersedia lagi bersamaku.

Menjadi kamu mungkin tak akan pernah mengerti rasanya mencintai, aku hanya bisa berkata jaga perempuan yang kamu pilih menjadi pendampinmu. Semoga kelak dia tidak menjadi seperti kamu yang memilih pergi dan meninggalkan goresan luka yang mendalam.
Blog, Updated at: June 12, 2020

0 komentar:

Post a Comment