CEMBURU
Toing sedang asik bersepedah, ya menuju pulang ke kos-kosannya. Saat melewati kedai kopi, Toing bertemu dengan Abang Erwin yang sedang asik ngopi di kedai kopi, ya Abang memanggil Toing untuk sekedar untuk ngopi sih. Minah pemilik kedai kopi, ya segera membuatkan kopi untuk Toing.
"Gimana kerjaan mu, Toing?" tanya Abang Erwin.
"Alhamdulilah lancar banget," kata Toing.
"Bagus itu," kata Abang Toing.
Toing minum kopi buatan Minah yang enak banget.
"Abang, gimana jalan cerita cinta Abang ke Amanda?" tanya Toing.
"Gimana ya, Abang memang suka Amanda. Tapi memaksakan kehendak juga tidak boleh. Apalagi Amanda lebih memilih Bily dari pada Abang. Jadi, ya di bawa santai ajalah," kata Abang Erwin cerita.
"Masih suka, tapi tidak memaksakan kehendak walau kalah dengan Bily dalam merebut hati Amanda. Hebat juga Bily mendapatkan Amanda, pake ilmu apa?" kata Toing.
"Entah pake ilmu apa Bily bisa mendapat hati Amanda?" kata Abang Erwin.
Abang Erwin, ya minum kopinya.
"Mungkin ilmunya...usaha dan cinta untuk mendapatkan kepastian cinta Amanda. Yang penting sih perhatian banget gitu Abang. Tengok tuh Amanda di anter sama mobil ke toko baju," kata Toing sambil menunjukkan ke arah Amanda dan juga Bily di toko, ya tidak jauh dari kedai kopi.
Abang Erwin, ya melihat dengan baik Amanda dengan Bily masuk toko baju.
"Wah, benar perhatian bukan main tuh Bily sama Amanda. Aku cemburu banget tuh Bily dekat Amanda. Tapi apa daya aku tidak bisa memaksakan kehendak?! Walau sama orang tua Amanda sih aku dapet lampu hijau, ternyata orang tua Amanda...ya menyerahkan sepenuhnya ke Amanda," kata Abang Erwin.
"Wah, kalau begitu. Amanda cewek beruntunglah bisa memilih cowok yang mana baik untuknya," kata Toing.
"Kenyataannya gitu," kata Abang Erwin.
Abang Erwin, ya minum kopinya begitu dengan Toing. Amanda, ya asik belanja bersama Bily.
"Bang, ngomong-ngomong...minum kopi di kedai kopi kaya pejabat ya," kata Toing.
"Kaya pejabat, minum kopinya di kedai kopi," kata Abang Erwin.
"Iya, kaya Pak Joko Widodo, Presiden. Minum kopi di kedai kopi," kata Toing.
"Oh, itu. Abang nonton sih Pak Joko Widodo minum kopi di kedai kopi. Ya memang asik minum kopi di kedai kopi," kata Abang Erwin.
"Kebiasaan masyarakat seperti kita ini, ya hoby minum kopi," kata Toing.
"Iya, benar kamu, Toing....kebiasaan saja!!!" kata Abang Erwin yang tegas.
Kopi di gelas pun habis di minum. Abang Erwin membayar ke Minah, kopi yang ia pesan termasuk kopi yang di minum Toing. Keduanya keluar dari kedai kopi. Abang Erwin memberikan uang pada Toing dan Toing berkata "Abang ini apa? Kok ngasih uang ke Toing. Padahal Toing belum kerja!"
"Toing, Abang ada sedikit rezeki lebih jadi Abang sodakohkan ke kamu, mungkin uang itu berguna untuk kamu. Karena Abang tahu, keadaan kamu Toing. Tinggal saja masih di kos-kosan sama Heru," kata Abang Erwin menjelaskan niatnya.
"Terima kasih Abang atas sedikit rezeki ini di berikan pada aku," kata Toing.
"Iya, sama-sama," kata Abang Erwin.
Abang Erwin, ya naik motornya sedangkan Toing, ya menyimpan uang dari Abang Erwin dengan baik. Amanda dan Bily keluar dari toko baju, ya Amanda melihat Abang Erwin dengan baik sedang naik motornya begitu juga Abang Erwin melihat Amanda.
"Rasa cinta ini membuat ku resah, cemburu banget aku melihat Amanda bersama Bily. Tetap tenang!!!" kata hati Abang Erwin.
Sedangkan Amanda pun kata hatinya berkata "Abang Erwin".
Abang Erwin pun pergi dengan membawa motornya dengan baik. Toing, ya menggoes sepedahnya menuju kos-kosan. Amanda, ya masuk mobil beserta Bily menuju tempat kerjaan Amanda.


0 komentar:
Post a Comment