SILUMAN ULAR COBRA
Seorang kyai Toha berlari dengan perasaan takut, ya masuk hutan karena hendak di bunuh oleh Adijaksa. Kyai Toha pun terjatuh ke tanah karena kakinya menyelandung sebuah akar pohon. Ya kyai Toha tersebut pun berusaha bangun dari keadaannya. Adijaksa pun segera menyerang kyai Toha tersebut dan membunuhnya. Esok harinya. Pak Yono masuk hutan untuk berburu, ya menemukan mayat kyai Toha dan segera di laporkan ke Ki Kuwuh, kepala desa. Segera Ki Kuwuh bersama penduduk desa untuk mengucurkan kyai Toha dengan layak. Kabar terbunuhnya kyai Toha, sampai terdengar ke Sinopati Demak....maka itu datenglah Sinopati Pengging untuk menyelesaikan masalah di desa Pingit.
Saat rapat di rumah Ki Kuwuh untuk mencari tahu siapa yang melakukan pembunuhan terhadap kyai Toha. Sinopati Pengging pun mendapat kan info yang benar dari Ki Kuwuh, bahwa yang membunuh adalah Adijaksa murit dari Syekh Siti Jenar. Seorang pembantu masuk rumah dan duduk di sebelah Ki Kuwuh untuk melaporkan seorang pemuda yang ingin masuk desa, tapi di hadang para warga desa jadinya pertarungan gitu antara pemuda tersebut dengan penduduk desa. Ki Kuwuh beserta Sinopati Pengging pun langsung ke tempat kejadian. Jaka Tingkir yang ingin masuk desa, ya memang di halangi oleh penduduk desa. Mau gak mau Jaka Tingkir bertarung dengan penduduk desa yang membawa golok dan pacul.
Satu persatu penduduk desa yang menyerang Jaka Tingkir di kalahkan. Sampai Sinopati Pengging pun bertindak untuk melawan Jaka Tingkir. Sinopati Pengging dengan kehebatannya sebagai Sinopati Demak, ya bertarung dengan he at melawan Jaka Tingkir. Dengan beraninya Jaka Tingkir menghadapi Sinopati Pengging sampai mencabut keris pusakanya. Tetapi Ki Kuwuh pun mengahalangi pertarungan itu di lanjutkan, jadi Sinopati Pengging pun memasukan keris pusakanya kesarungnya.
"Jaka Tingkir," Sapa Ki Kuwuh.
"Iya, Ki," kata Jaka Tingkir.
Penduduk desa pun di bubarkan oleh Ki Kuwuh. Jaka Tingkir pun ikut Ki Kuwuh ke rumahnya. Dadung di dekati Roro Sendang, ya kekasihnya bertanya tentang Jaka Tingkir. Dadung pun menceritakan kehebatan Jaka Tingkir yang mengalahkan Siluman Buaya. Ya Roro Sendang baru deh mengerti tentang Jaka Tingkir. Saat Jaka Tingkir main di kali, ya bertemu dengan Dadung jadinya berkenalan gitu. Roro Sendang pun ingin mencuci di kali, ya bertemu dengan Dadung dan Jaka Tingkir. Roro Sendang mencuci pakaian bersama teman-temannya di kali. Sekelompok prajurit berbaju merah mendatangi Roro Sendang dan teman-temannya di kali untuk menggoda, ya sekaligus ingin berbuat tidak baik pada gadis desa yang sedang mencuci pakaian di kali.
Jaka Tingkir pun bergerak cepat menolong Roro Sendang dan teman-temannya yang di ganggu prajurit merah. Para prajurit merah menyerang Jaka Tingkir karena Jaka Tingkir sok pahlawan untuk membela gadis yang mereka ganggu. Para prajurit merah melepaskan anak panah ke Jaka Tingkir. Dengan cepat Jaka Tingkir menggunakan langkah cepatnya untuk mengambil anak panah yang di lepaskan oleh para prajurit merah. Saat itu juga Jaka Tingkir mengajar satu persatu para prajurit merah, ya sampai mereka kabur meninggalkan tempat tersebut. Roro Sendang dan teman-temannya berterima kasih pada Jaka Tingkir karena telah di selamatkan dari para prajurit merah anak buahnya Adijaksa.
Jaka Tingkir pun, ya kembali ke rumah Ki Kuwuh. Dadung, ya tetap mengikuti Jaka Tingkir dengan tujuan berteman dengan Jaka Tingkir gitu. Sinopati Pengging pun pamit ke Ki Kuwuh untuk mengalahkan Adijaksa. Sampai di padepokan di atas bukit. Sinopati Pengging bertarung dengan hebatnya melawan prajurit merah. Ya satu persatu para prajurit merah di bunuh oleh Sinopati Pengging dengan pedangnya. Adijaksa pun muncul menyerang Sinopati Pengging, tapi kalah kesaktiannya gitu. Sinopati Pengging yang kalah, mulai mencabut keris pusakanya untuk mengalahkan Adijaksa. Tetap saja Adijaksa terlalu hebat, maka itu Sinopati Pengging pun kalah dan di bunuh oleh Adijaksa.
Warga desa pun menemukan mayat Sinopati Pengging dan di laporkan ke Ki Kuwuh. Ya segera Ki Kuwuh bersama warga desa untuk menguburkan mayatnya Sinopati Pengging. Jaka Tingkir ingin bertarung melawan Adijaksa untuk menyelesaikan masalah di desa, maka itu mendatangi padepokan di atas bukit. Sampai di padepokan. Jaka Tingkir tidak sendiri ke tempat itu di temani oleh Dudung. Ya memang di halangi oleh para prajurit merah. Jaka Tingkir tidak gentar melawan para prajurit merah. Ternyata itu semua hanya ilmu ya Adijaksa untuk mengahalangi Jaka Tingkir masuk. Para prajurit merah pun menghilang. Jaka Tingkir masuk sendirian ke dalam padepokan. Adijaksa ya di temui oleh Jaka Tingkir. Perbincangan terjadi keduanya. Tapi Adijaksa malah membuka aib keluarga Jaka Tingkir yang ini dan itu. Jaka Tingkir pun marsh besar. Adijaksa pun menghilang. Jaka Tingkir pun meninggalkan padepokan dengan penuh kemarahan yang besar banget dengan berteriak keras untuk meluapkan rasa amarahnya.
Saat malam. Ki Kuwuh di dalam rumahnya, ya lagi asik makan gitu. Tahu-tahu di datengin Adijaksa. Ya Ki Kuwuh pun di bunuh oleh Adijaksa. Jaka Tingkir dan Dadung pun telat menolong Ki Kuwuh. Maka itu mayat Ki Kuwuh pun di kuburan dengan layak oleh Jaka Tingkir dan Dadung. Setelah urusan itu selesai. Jaka Tingkir mencari Adijaksa. Bertemulah Jaka Tingkir dengan Adijaksa pun mengeluarkan ilmu tenaga dalemnya juga jadi terjadi benturan tenaga dalem antara Adijaksa dan Jaka Tingkir. Tapi Jaka Tingkir terus berusaha mengalahkan Adijaksa. Sampai Adijaksa berubah menjadi Siluman Ular Cobra. Jaka Tingkir tidak gentar melawan Adijaksa yang sebenarnya Siluman. Pertarungan makin sengit banget. Dimana Siluman Ular Cobra memuncratkan bisa ularnya ke Jaka Tingkir, ya di hindari. Tapi pohon dan baru meleleh karena racun dari Siluman Ular Cobra. Jaka Tingkir pun terkena ekor Siluman Ular Cobra sampai terpental. Berusahalah Jaka Tingkir dari keadaannya dan terus menghadapi Siluman Ular Cobra.
Jaka Tingkir pun menyerang Siluman Ular Cobra dengan tenaga dalem yang hebat sampai menjebol dada Siluman Ular Cobra dan berubah kembalilah Siluman Ular Cobra menjadi Adijaksa.
"Jaka Tingkir...kamu hebat, bisa mengalahkan ku," kata Adijaksa.
Adijaksa pun jatuh ke tanah dan mati. Jaka Tingkir pun roboh ke tanah, ya kehabisan tenaga. Dadung pun dateng menolong Jaka Tingkir untuk di bawa ke rumahnya. Jaka Tingkir pun mulai kembali seperti semula, ya ingin melanjutkan perjalanan. Dadung pun ingin ikut Jaka Tingkir, tetapi ada yang mengahalangi Dadung yaitu Roro Sedang dengan alasan Roro Sendang tidak mencintai Dadung. Ya ketahuan oleh Roro Sendang yang memutuskan hubungan dengan Dadung. Roro Sendang yang kesal pulang ke rumahnya. Jaka Tingkir, ya sebenarnya ingin jalan sendiri untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi Dadung terus ingin ikut dengan Jaka Tingkir. Mau di kata apa lagi, ya Jaka Tingkir pun membolehkan Dadung ikut dengannya. Perjalanan pun di mulai. Jaka Tingkir pun berjalan menuju tujuanya bersama temannya....Dadung.
Saat malam. Ki Kuwuh di dalam rumahnya, ya lagi asik makan gitu. Tahu-tahu di datengin Adijaksa. Ya Ki Kuwuh pun di bunuh oleh Adijaksa. Jaka Tingkir dan Dadung pun telat menolong Ki Kuwuh. Maka itu mayat Ki Kuwuh pun di kuburan dengan layak oleh Jaka Tingkir dan Dadung. Setelah urusan itu selesai. Jaka Tingkir mencari Adijaksa. Bertemulah Jaka Tingkir dengan Adijaksa pun mengeluarkan ilmu tenaga dalemnya juga jadi terjadi benturan tenaga dalem antara Adijaksa dan Jaka Tingkir. Tapi Jaka Tingkir terus berusaha mengalahkan Adijaksa. Sampai Adijaksa berubah menjadi Siluman Ular Cobra. Jaka Tingkir tidak gentar melawan Adijaksa yang sebenarnya Siluman. Pertarungan makin sengit banget. Dimana Siluman Ular Cobra memuncratkan bisa ularnya ke Jaka Tingkir, ya di hindari. Tapi pohon dan baru meleleh karena racun dari Siluman Ular Cobra. Jaka Tingkir pun terkena ekor Siluman Ular Cobra sampai terpental. Berusahalah Jaka Tingkir dari keadaannya dan terus menghadapi Siluman Ular Cobra.
Jaka Tingkir pun menyerang Siluman Ular Cobra dengan tenaga dalem yang hebat sampai menjebol dada Siluman Ular Cobra dan berubah kembalilah Siluman Ular Cobra menjadi Adijaksa.
"Jaka Tingkir...kamu hebat, bisa mengalahkan ku," kata Adijaksa.
Adijaksa pun jatuh ke tanah dan mati. Jaka Tingkir pun roboh ke tanah, ya kehabisan tenaga. Dadung pun dateng menolong Jaka Tingkir untuk di bawa ke rumahnya. Jaka Tingkir pun mulai kembali seperti semula, ya ingin melanjutkan perjalanan. Dadung pun ingin ikut Jaka Tingkir, tetapi ada yang mengahalangi Dadung yaitu Roro Sedang dengan alasan Roro Sendang tidak mencintai Dadung. Ya ketahuan oleh Roro Sendang yang memutuskan hubungan dengan Dadung. Roro Sendang yang kesal pulang ke rumahnya. Jaka Tingkir, ya sebenarnya ingin jalan sendiri untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi Dadung terus ingin ikut dengan Jaka Tingkir. Mau di kata apa lagi, ya Jaka Tingkir pun membolehkan Dadung ikut dengannya. Perjalanan pun di mulai. Jaka Tingkir pun berjalan menuju tujuanya bersama temannya....Dadung.


0 komentar:
Post a Comment