SILUMAN SERIGALA
Jaka Tingkir dan Dadung masuk desa Tingkir. Seorang Bapak-bapak di kejar seorang pemuda dengan golok. Bapak tersebut meminta tolong sama Jaka Tingkir. Tapi Jaka Tingkir malas bertarung jadi menyuruh Dadung untuk menghadapi pemuda yang membawa golok tersebut. Dengan berani Dadung menghadapi lawannya yang menggunakan senjata golok. Dadung memang mengeluarkan senjata pegangannya sih berupa pisau kecil, maka itu pisau itu di gunakan Dadung menghadapi serangan lawannya. Dadung pun berhasil mengalahkan lawannya, ya sampai mengambil senjata lawannya dan senjata tersebut di gunakan Dadung untuk di bacokkan ke lawannya. Tapi di halangin oleh Bapak-bapak yang meminta pertolongan dengan berkata "Jangan bunuh anak ku".
Dadung, ya terkejut...jadi tidak membacok di pemuda tersebut. Pemuda pun di bawa warga untuk di penjara agar tidak membuat resah lagi. Jaka Tingkir dan Dadung, ya pulang ke rumah dulu untuk menemui Ibunya tercinta, karena baru pulang dari perantauan. Ya Jaka Tingkir pun meminta izin lagi ke Ibunya untuk merantau lagi. Sang Ibu sih sebenarnya tidak ingin anaknya pergi lagi, tapi apa boleh buat kan demi anak satu-satunya yang di sayang demi mencari tujuan hidupnya....jadi Jaka Tingkir pun di bolehkan pergi merantau lagi.
Jaka Tingkir bersama Dadung pun pergi ke kepala desa, Ki Topan. Di rumah Ki Topan, ya biasa Jaka Tingkir di terima sebagai tamu sekaligus keluarga gitu. Jaka Tingkir pun bertanya Ki Topan tentang pemuda yang ingin membunuh Bapaknya sendiri. Ki Topan pun menceritakan duduk permasalahan tersebut bahwa pemuda tersebut ingin membunuh Bapaknya, karena Bapaknya membunuh Ibunya. Jaka Tingkir pun ya pamit dari rumah Ki Topan untuk menemui pemuda tersebut di penjara. Ya di penjara itulah pemuda itu pun bercerita kepada Jaka Tingkir kenapa dirinya ingin membunuh Bapaknya? Karena Bapaknya membunuh Ibu...ya berkaitan dengan tanah warisan. Jaka Tingkir pun menyimpulkan urusan tersebut bahwa tanah warisan jadi bencana. Jaka Tingkir pun meninggalkan penjara tersebut.
Saat berjalan-jalan di kampung. Jaka Tingkir dan Dadung, ya menonton keributan dari pemuda yang memegang golok membunuh Bapaknya. Semua warga kampung ketakutan dengan pemuda tersebut. Jaka Tingkir pun bertarung melawan pemuda tersebut dan akhirnya pemuda tersebut di kalahkan oleh Jaka Tingkir. Segeralah pemuda tersebut di bawa ke penjara oleh warga setempat. Jaka Tingkir pun menemui Ki Topan di rumahnya untuk mengetahui kenapa pemuda tersebut bisa keluar dari penjara?. Ki Topan menjelaskan semuanya bahwa semuanya karena hasutan Bewok, yang memiliki ilmu sihir untuk mengendalikan pemuda tersebut agar membunuh Bapaknya.
Jaka Tingkir pun paham dengan permasalahan yang terjadi. Ya Jaka Tingkir pun meninggalkan rumah Ki Topan. Dadung pun ya sebenarnya ngesir anak gadis ya Ki Topan yang cantik. Saat di kali. Dadung bertemu dengan anak gadis Ki Topan sedang mencuci baju di kali. Dadung pun, ya mulai pendekatan gitu dengan anak gadis Ki Topan....sampai-sampai tahu namanya gadis tersebut Endah. Rayuan pun di gunakan oleh Dadung untuk meluluhkan hati Endah. Tetap saja Endah menganggap ya tempat tersebut. Sedangkan Ebdah sudah selesai dengan mencuci baunya, ya kembali ke rumahnya. Dadung pun menemui Jaka Tingkir. Saat perjalanan pulang. Jaka Tingkir dan Dadung di hadang oleh Bewok dan anak buahnya. Pertarungan memang terjadi sengit banget. Dadung dengan hebatnya mengalahkan anak buahnya Bewok. Jaka Tingkir pun mengalahkan anak buah Bewok. Baru deh Bewok bertarung dengan Jaka Tingkir. Dengan menggunakan golok di tangannya Bewok, ya menyerang Jaka Tingkir.
Ya tetap Bewok bisa di kalahkan oleh Jaka Tingkir. Mulai Bewok menancapkan goloknya di tanah dan duduk bersila. Bewok pun masuk ke dalam golok dan menyerang Jaka Tingkir. Dengan sigapnya Jaka Tingkir pun menghindari golok yang terbang menuju dirinya. Jaka Tingkir mengerjakan tenaga dalemnya untuk menghancurkan golok terbang tersebut. Golok pun terkena serangan tenaga dalemnya Jaka Tingkir, jadi Bewok pun jatuh ke tanah dan golok tertancap di tanah.
Bewok tidak bisa bangkit, ya ternyata mati terkena tenaga dalam Jaka Tingkir.
"Semua masalah di desa ini ulah si Bewok, yang punya kemampuan sihir yang dapat menghasut satu keluarga jadi bunuh-bunuhan demi merebutkan tanah warisan," kata Jaka Tingkir.
"Dasar....penghasut. Lebih baik ia mati," kata Dadung.
Jaka Tingkir dan Dadung meninggalkan mayat Bewok begitu saja, karena biar di urus anak buahnya. Dadung pun mengambil golok yang di gunakan Bewok.
"Jaka...bagus ini golok," kata Dadung.
"Kalau kamu suka kamu bawa, tapi inget golok itu bisa terbang....menyerang siapapun?!" kata Jaka Tingkir.
Dadung yang ketakutan dengan golok tersebut, karena di omongin oleh Jaka Tingkir maka itu di buanglah golok tersebut. Jaka Tingkir dan Dadung pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Jaka Tingkir.
Esoknya. Barulah Jaka Tingkir, ya pamitan dengan Ibunya untuk melanjutkan perjalanannya untuk mencari tujuan dirinya bersama Dudung yang menemaninya. Saat di perjalanan. Jaka Tingkir, ya bertemu dengan Para Wali untuk menanyakan tentang Syekh Siti Jenar. Jaka Tingkir pun di anjurkan oleh Sunan Kudus untuk di bimbing oleh Sunan Kali Jaga. Tapi ternyata Jaka Tingkir, ya menolak sih. Jaka Tingkir bertarung dengan Sunan Kudus. Di kerahkan semua kesaktian Jaka Tingkir untuk menghadapi Sunan Kudus. Wal hasil kalah. Dadung sih Sudah khawatir dengan pertarungan Jaka Tingkir dengan Sunan Kudus. Tapi hanya pertarungan sejenak, ya jadinya tidak ada masalah. Jaka Tingkir bersama Dadung pun melanjutkan perjalanannya.
Saat di jalan, Jaka Tingkir dan Dadung bertemu dengan pengemis. Maka itu Jaka Tingkir pun mengeluarkan uangnya untuk di bagi dengan pengemis tersebut. Setelah itu Jaka Tingkir dan Dadung melanjutkan perjalanannya dan mampir di sebuah gubuk yang menjual makanan. Dadung dan Jaka Tingkir, ya asik makan di situ dan melihat pengemis yang makan di situ juga. Datanglah Gondrong dengan anak buahnya untuk makan di situ, ya di gubuk penjual makanan lah. Memang di layanin dengan baik oleh penjual makanan sih, Gondrong tapi tetap saja Gondrong bertingkat dengan sok hebatnya. Sampai-sampai Gondrong pun bertindak kurang ajar pada pengemis yang sedang asik makan.
Pengemis pun menghadapi Gondrong dan anak buahnya, ya sampai kalah total dan mengangkatnya kaki mereka dari tempat tersebut. Pengemis pun memberikan uang hasil ngemisnya kepada pemilik kedai makan tersebut. Pemilik kedai pun kaget dengan bayaran yang di berikan pengemis tersebut sampai berkata "Sunan Kali Jaga".
Jaga Tingkir dan Dadung, ya meninggalkan tempat tersebut untuk mengejar Sunan Kali Jaga. Ternyata Sunan Kali Jaga menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, ya sampai dengan cepat di rumahnya. Jaka Tingkir dan Dadung, ya sampai di rumah Sunan Kali Jaga dan fi persilakan masuk rumahnya. Mulai Sunan Kali Jaga membimbing Jaka Tingkir, ya termasuk Dadung. Lagi asik mengajar kan ilmu kepada Jaka Tingkir, ya ada tamu yang mendatangi rumah Sunan Kali Jaga. Keluarlah Jaka Tingkir dan Dadung dari dalam rumah.
"Mana...Sunan Kali Jaga?" kata Gondrong lancangnya sih.
"Sunan Kali Jaga. Di antara kali semua," kata Jaka Tingkir.
"Lihat sendiri," kata Dadung untuk meyakini Gondrong dan anak buahnya.
Saat Gondrong melihat Sunan Kali Jaga di antara mereka, ya jadinya terkejut.
"Aku dari tadi mengikuti kalian. Tapi kalian tidak sadar," kata Sunan Kali Jaga.
Gondrong, ya marah dan menyerang Sunan Kali Jaga dengan pedannya, tetapi dengan tenangnya Sunan Kali Jaga menggunakan ilmu tenaga dalemnya untuk mengalahkan Gondrong, ya sampai terpental gitu dan di tolong anak buahnya. Guru Gondrong, ya datang sih karena muridnya di permainkan. Sunan Kali Jaga pun bertarung dengan Ki Jagur. Pertarungan sangat sengit banget antara Sunan Kali Jaga dengan Ki Janggur. Sampai Ki Janggur pun berubah menjadi Siluman Serigala.
"Apa kaitan kamu dengan Syekh Siti Jenar?" tanya Sunan Kali Jaga.
"Kalian kenal guru ku. Syekh Siti Jenar," kata Siluman Serigala.
Sunan Kali Jaga tidak bertanya lagi urusannya dengan Syekh Siti Jenar.....malahan segera menyerang Siluman Serigala dengan ilmu tenaga dalemnya. Ya terkenalah Siluman Serigala sampai terpental menabrak pohon dan berubah menjadi Ki Janggur yang muntahkan darah karena luka dalem. Ki Janggur pun meninggalkan tempat tersebut dengan di bantu muritnya Gondrong. Setelah pertarungan. Sunan Kali Jaga pun melanjutkan membimbingnya ke Jaka Tingkir dan Dadung di dalam rumah.


0 komentar:
Post a Comment