RUMAH SAKIT BELANDA YANG MENYERAMKAN
Romi menggigit-gigit jarinya. Ia berbolak-balik menelusuri koridor rumah sakit. Krek.. Sebuah suara mengagetkan Romi, “A.. a.. apa.. ii.. tt.. itu.. ” Ucapnya bergetar sambil ketakutan. Krek… krek… krek… sebuah pintu terbuka dan tertutup sendirinya. Bulu roma Romi naik. Seorang suster rumah sakit ke luar dari salah satu kamar rumah sakit. Suster itu bukanlah suster biasa melainkan suster berwajah belanda yang tampak menyeramkan. Rumah sakit yang diinjak Romi memang rumah sakit Belanda yang sudah berdiri sejak dahulu.
Suster itu memegang pisau dan menatap tajam Romi. Romi berlari menelusuri koridor rumah sakit. Namun, di depannya adalah jalan buntu. Romi terbangun, “Aahh… untung cuma mimpi.” ucapnya lega. Romi menunggu ibunya yang sedang operasi. Saat Romi tersenyum lega, ibunya berhasil di operasi. Ternyata… MIMPINYA NYATA. Tap… tap… tap… seorang dokter Belanda mendekati Romi. Ia membawa pisau dan gunting. Wajah menyeramkan mulai tampak pada dirinya. Romi mengeluarkan keringat dingin dan menelan ludah. Rumah sakit tersebut menjadi gelap dan banyak mayat yang gentayangan.
Romi berlari, berlari dan berlari. Ia menemukan jalan keluarnya, namun ia melihat ibunya yang tergeletak di rumput tak berdaya. Belum lagi, kakaknya dibunuh oleh suster rumah sakit yang sama di mimpinya. Kini tinggalah dia seorang. Dia bersembunyi di balik pohon beringin yang terdapat di sini. Dokter dan belasan mayat mendekatinya. Mereka menatap tajam anak malang tersebut. Romi ingin berbalik namun yang ada hanya pagar pagar berbesi. Mulailah mereka menancapkan pisau ke perutnya. Dir*bek-r*bek kulitnya. Samar samar Arwah anak malang tersebut melihat dirinya sendiri. Yang sudah tergeletak tak bernyawa. Terbaring di atas tanah yang sangat menjijikkan itu. Dan ternyata, rumah sakit tersebut bukanlah rumah sakit. Tapi, sebuah rumah besar yang berhantu.


0 komentar:
Post a Comment