KASIH TAK SAMPAI
Pagi itu cuaca sangat cerah aku segera bangun dari tempat tidur lalu bergegas ke kamar mandi karena aku punya janji dengan riki. Oh iya kenalkan namaku jeswita biasa dipanggil jesi. Riki adalah sahabatku dari mulai kami kanak-kanak, kami selalu pergi bersama hingga teman-teman kami mengira bahwa kami pacaran.
Setelah beberapa lama aku bersiap tiba tiba mama memanggilku “Jesiii… Riki udah datang” Kata mama memanggilku. “Iya ma bentar lagi jesi siap” kataku menjawab panggilan mama.
Tak berapa lama aku pun menemui riki “Yuk pergi” kataku mengajaknya. “Pamit dulu dong ke mama kamu” kata riki padaku. “Ma jesi pamit dulu ya mau pergi sama riki” ucapku pada mama. “Iya sayang hati-hati yah” jawab mama padaku. Aku dan riki pun akhirnya pergi.
Riki mengajakku ke sebuah taman yang indah di situ dia curhat padaku. “Jes lo tau enggak gue udah bosen dengan kesendirian ini, gue ingin pacaran tapi enggak tau mau sama siapa” Katanya setengah tertawa. Aku terkejut mendengar pernyataan riki “Andai kamu tau rik aku menyukaimu, aku ingin jadi pacarmu” Kataku dalam hati.
“Kamu kok bengong sih jes” Tanyanya padaku.
“Ehh.. Ehh emang kamu enggak ada calon buat dijadiin pacar?” Tanyaku terbata-bata.
“Ada sih jes. Kamu tau kan melati anak kelas 10c itu, aku menyukainya sejak lama” Katanya.
Bagai disambar petir aku menahan rasa sakit saat mendengar pengakuan riki, aku menahan air mata ini agar tak jatuh dari pipiku.
“Kalau kamu suka dia ya kamu perjuangin dong ki” Kataku berpura-pura tegar.
“Iya jes. Aku bakal perjuangin dia” Katanya bersemangat.
Setelah beberapa lama aku mengajak riki pulang. Setibanya aku di rumah mama memberitahuku bahwa kami harus pindah ke luar kota. Aku setuju saja karena mungkin jika di sana aku bakal bisa menghapus rasa suka pada riki.
Seminggu kemudian kami pun pindah, aku hanya memberi surat kepada riki karena tak sempat menemuinya.
To: Riki
Aku pamit pergi. Maaf tak sempat menemuimu, aku hanya ingin kau tau bahwa aku mencintaimu. Walau kau tak pernah menganggapku lebih dari sahabat.
From: Jeswita
Aku berusaha tetap tegar dengan perasaan yang sangat menyakitkan ini.


0 komentar:
Post a Comment