CINTAKU TAK KAN BERUBAH

Posted By Cerpen universal on Sunday, May 24, 2020 | May 24, 2020

CINTAKU TAK KAN BERUBAH

Malam itu cuaca di luar rumah begitu cerah. Sang bulan muncul dengan kesempurnaanya, memancarkan cahaya yang sangat menawan. Aku termangu duduk di tepi teras sambil menatap bintang-bintang yang bertebaran menghiasi langit. “Begitu indahnya” gumamku. Bintang-bintang inilah yang menemaniku ketika berbagai masalah menjadikan beban berat pikiranku.

“Ken, masuk! ini sudah terlalu malam untuk kamu berada di situ”. Suara nyaring ibuku membuatku tersentak kaget, dan secepatnya aku menyahut, “Iya bu, ini kan masih jam 8.” Dan ibu pun menimpali, “Mau kamu teruskan sampai jam berapa lagi Ken?”, Aku masih saja mengelak, “Iya-iya bu, Sejam lagi Kean akan masuk rumah.”

Kembali lagi aku teruskan kekhusyukanku menatap bintang-bintang di langit. Bintang yang gemerlap pancarkan putih sinarnya seakan mereka tak pernah merasa kesepian disepanjang malamnya. Aku merasa iri melihatnya, aku ingin seperti mereka yang seakan tak pernah mengalami rasanya kegagalan cinta, tak pernah mengalami pedihnya putus cinta. Aku menghela nafas, kemudian menghembuskannya pelan-pelan, “Apa yang terjadi kepadaku?” keluhku sambil menghapus air mata yang ternyata telah membasahi pipiku sejak tadi. “Mengapa aku begini? Mengapa aku tak bisa melupakan kejadian itu, bukankah kejadian itu telah lama berlalu?” tanpa kucegah akhirnya aku membuat ingatan tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.

Very Ardianto, seorang cowok yang tinggi, putih, cakep, dan humoris. Dia adalah pacar pertamaku. Aku mengenalnya cukup lama sebelum akhirnya kita berpacaran.. waktu itu bulan puasa, dia menyatakan cintanya kepadaku. “Maukah kamu manjadi kekasihku ken?” Ucapan itulah yang telah lama aku tunggu-tunggu darinya. Tanpa ragu aku pun menjawab, “Iya Ver, aku mau menjadi kekasihmu”

Berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun kujalani cinta dengannya. Aku bahagia walaupun Very lebih banyak menyakitiku daripada membahagiakanku. Menyakiti di sini adalah dia yang tidak menjalankan perannya sebagai kekasih sebaik mungkin. Dia tidak mempunyai banyak waktu buatku, dia lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-teman dan dunianya. Bahkan, ketika aku memerlukan bantuannya pun dia jarang bisa membantuku. Yaaa, hubungan ini hanyalah sebatas status saja, kita hanya bersua dalam HP dan aku selalu mengusahakan apapun untukku sendiri. Entah aku terlalu cinta, atau dibodohi cinta. Sekalipun Very kepergok berhubungan dengan wanita lain, aku masih bisa memaafkannya. Sampai pada akhirnya saat yang sangat menyakitkan itu terjadi.

Saat itu aku tengah asyik mempelajari materi pelajaran yang tadi diujikan di sekolah. Tiba-tiba hpku berbunyi, “Assallammualaikum” kataku tanpa menaruh curiga pada orang di seberang sana yang meneleponku. “Waallaikumsalam” jawabnya begitu lembut namun mengundang sejuta pertanyaan tentang siapa dia. Lalu aku bertanya “Siapa ya?”, “Aku Vea, ini benar nomornya Ken?”, jawabnya lagi. “Iya betul aku ken.” jawabku, “Kamu pasti bingung dan bertanya-tanya tentang siapa aku, aku hanya ingin kamu tau lebih jelas tentang siapa diriku.” Dia diam sejenak kemudian melanjutkan “Mungkin sudah 2 bulan lebih Very tidak pernah menghubungimu lagi” katanya. Aku kaget karena ucapan gadis itu sangat benar, tak terasa ternyata cukup lama juga Very tak pernah menghubungiku ataupun mencoba menemuiku. “Ken” sapa gadis itu yang membuat buyar lamunanku. “Terus apa maksud kamu untuk semua ini, aku nggak ngerasa kenal kamu tapi kamu telah mengerti aku bahkan Very.” cetusku. “Dengarkan aku dulu Ken, aku ingin menjelaskan ke kamu tentang aku dan Very”, kata wanita itu tanpa rasa berdosa. “Apa maksud kamu?” sanggahku. “Very itu pacarku ken, udah 2 bulan kita jadian” jawabnya. “Heh kamu itu jangan ngacau ya, aku dan very belum putus.” selaku, “Sadar nggak sih kamu itu ken? Very udah berbulan-bulan nggak hubungin kamu, itu artinya dia udah nggak butuh kamu lagi. Aku minta sama kamu tolong mulai sekarang jangan ganggu very lagi.” hentak dia.

Aku tahan air mataku, penuturan gadis itu membuat dadaku terasa sesak. Hatiku sangat sakit sekali, bukankah masih kemarin Very berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi. Tapi apa bukti dari janji itu? Masih belum kering luka yang kemarin ada, dan kini untuk kesekian kalinya dia lakukan kesalahan yang sama. Aku harus kuat dan aku harus bijaksana dalam menyelesaikan masalah ini.

“Hemmm baik, kalau Very memang benar telah menjadi milikmu aku rela lepaskan dia dan aku tak kan pernah mengganggunya lagi.” kataku. “Aku pegang kata-kata kamu Ken”, katanya, “Iya” jawabku datar. Gadis misterius itu mematikan teleponnya. Kemudian tanpa berpikir panjang aku menuliskan pesan singkat yang akan aku kirimkan pada Very, “Ver, aku tau mengapa kamu tidak menghubungiku beberapa bulan ini. Kamu gak perlu memberiku alasan karena aku tak ingin mempercayai alasanmu. Semoga kamu bisa bahagia dengan gadis itu dan semoga gadis itu memank lebih baik dariku” dengan tekat yang bulat aku kirim pesan singkat itu kepada Very dan aku lihat HP ku terdapat laporan terkirim.

Berhari-hari aku tunggu balasan sms dari Very, tapi dia tidak meresponku. Mungkin dia telah mengizinkan aku untuk pergi dari hidupnya batinku. Aku mencoba tegar, karena memang inilah kenyataannya. Aku tak pernah merasa kesepian karena harus meninggalkan Very, orangtua dan teman-temanku mendukungku, itu semua membuat semakin kuat.

Perlahan-lahan aku mulai bisa menghapus Very dari hidupku, semuanya aku lakukan dari mengganti nomor HP sampai menyimpan barang-barang pemberian Very, aku pergi dari Very tanpa persetujuan Very, demi kedua orangtuaku dan demi masa depanku.

Sampai sekarang, sampai aku lulus SMA. 8 bulan sudah aku tak bersamanya, bahkan balasan pesan singkat yang aku kirimkan terakhirpun tidak aku dapatkan, tapi aku masih belum bisa mencari penggantinya. Aku dengar sekarang Very telah memiliki banyak pendamping, tak ada sedikitpun rasa cemburu dalam hatiku, justru aku kecewa dengan sikap Very, APA ITU YANG DIA BILANG CINTA SEJATI? MUDAH MENDAPATKAN TAPI JUGA MUDAH MELEPASKAN.

Malam semakin larut, lamunanku buyar, waktu telah menunjukkan pukul 21.00 tepat. Aku masuk ke dalam rumah, lalu aku ambil air wudhu, aku basuh tubuhku dengan air wudhu. Kemudian aku tunaikan kewajibanku sholat isya’. Khusuk sekali aku dalam sholat, aku berdo’a untuk kebahagiaan Very. Cintaku untuknya tak akan pernah berubah, karena dia telah membuat hidupku berarti meski seringnya dia menyakitiku.
Blog, Updated at: May 24, 2020

0 komentar:

Post a Comment