BLOOD EVERYWHERE

Posted By Cerpen universal on Sunday, May 10, 2020 | May 10, 2020

BLOOD EVERYWHERE

Aku baru saja pindah rumah bersama ibu, ayah dan kakakku yang sangat menjengkelkan, kak Shifa. Kakakku itu sangat menjengkelkan! Selalu saja mengomentariku. Aku berharap bisa menjahilinya suatu saat nanti…

Hari Minggu, aku sedang mencari cara terbaik untuk menjahili kakakku lewat internet. Yang tentu saja sangat ampuh!

Tak! Ctak! Tik!

Aku sibuk mencari blog yang berisikan cara menjahili orang berumur 17+. Sampai pada akhirnya aku menemukan blog berjudul “Troll vs Bully”. Aku membuka blog tersebut, isinya sangat memuaskan! Aku pun tersenyum puas.

Malam disertai hujan petir semakin mendukung aksiku, ditambah lagi ibu dan ayahku yang pergi ke luar kota untuk temannya yang meninggal. Hanya aku dan kak Shifa. Baiklah saatnya beraksi!

Tok.. tok… tok..!

“Siapa?”. kakakku membuka pintu kamarnya dan tidak ada siapa-siapa.

Kak Shifa kembali masuk ke kamarnya dan sangat terkejut melihat sebuah surat yang tiba-tiba ada di kasurnya. Padahal aku masukkan lewat celah yang ada di dinding kamarnya, untung kamarku bersebelahan dengannya. Kak Shifa membaca surat bertuliskan tinta merah.

“KAU AKAN MATI!!! LIHAT SAJA!”.

Kak Shifa ketakutan lalu tertawa keras. “Aduh, ini pasti Sasha! Dasar anak itu…”. kak Shifa sepertinya tau, tapi aku punya rencana “B”.

Glep!

Tiba-tiba mati lampu. kak Shifa sepertinya sedikit takut, tapi ia lalu beranjak dari kamarnya dan pergi ke kamarku dengan marah. Sesuai rencana! Saat kak Shifa membuka pintu dia melihat surat di meja belajarku lalu membacanya.

“ADIKMU SUDAH KUBUNUH! KATAKAN SELAMAT TINGGAL!”. kakakku lalu berlari ke luar rumah dan hujannya sudah redah, sepertinya kakak sudah mulai takut.

Aku megejarnya dengan menyamar sebagai algojo yang membawa pedang mainan. “Ampun! Ambil saja rumahku!”. Kak Shifa menjerit ketakutan. Hingga ia terjatuh dan aku mendekatinya. “Ampun!”. kak Shifa terpojok dan aku membuka penyamaran. “Hahaha! Kak Shifa mudahnya dijahili! Hahaha!”. aku tertawa keras dan kakakku hanya tersenyum kesal merasa kalah lalu kami pun masuk ke rumah.

AAARRRGGGHHH!!!

Apa yang terjadi dengan rumahku!?! Darah di mana mana! Di sofa ada darah, di kamar mandi, di kasurku dan disemua tempat yang ada! Tiba-tiba pintu tertutup sendiri, kami berlari menuju kamar kak Shifa yang luas dan tidak terkena darah. Kak Shifa mengunci pintu dengan banyak gembok. “Kita akan aman…”. kata kak Shifa mulai menenangkanku.

BRUK!!!

Aku dan kak Shifa dipukul keras sekali hingga pingsan. Saat terbangun aku sudah diikat bersama kak Shifa di atas kuli besar di dapur! Kami akan dimasak, dasar kanibal! Seseorang menghampiri kani dengan wajah sangat menyeramkan. “Kalian adalah makanan paling lezat sedunia! Hahaha!”. tawa orang tersebut menggema-gema.

Tapi, tunggu dulu! Dia adalah paman Philips, bukannya dia sudah meninggal?

“Aku bukan paman yang kalian kenal karena aku hanya menggunakan tubuhnya saja, hahaha!”. ucapannya bagai mengetahui apa yang kami pikirkan.

“Aku butuh tumbal untuk ilmu hitamku. Setiap ada orang yang membuka blogku aku akan melakukan hal yang sama! Hahaha!”. lanjutnya. orang yang “memakai” tubuh paman Philips itu mengayunkan kapaknya lalu semuanya gelap…

Tit… ting… tit..!

Suara mesin rumah sakit membuatku terbangun bersamaan dengan kak Shifa.

“Ibu… ayah? Ada apa ini?”. aku bertanya pada ayah dan ibuku yang sudah pulang dari luar kota.

“Saat kami pulang kami melihat orang di dapur ingin memasak kalian. lalu mengayunkan kapaknya. Kami melaporkannya ke kantor polisi dan orang itu sudah ditangkap, tapi mirip sekali dengan paman Philips”. ayah menjelaskan dengan jelas.

Aku dan kak shifa akhirnya keluar dari rumah sakit. 1 bulan kemudian kami pindah lagi ke rumah yang lebih ramai dari sebelumnya.

Tamat
Blog, Updated at: May 10, 2020

0 komentar:

Post a Comment