SUDUT CERITA LAIN
Kasino sedang duduk santai di bawah pohon, ya beralaskan pasir putih. Dono dan Indro berjalan-jalan di pinggir pantai sambil melihat deburan ombak dan berhenti dekat batu karang.
"Bagus....pemandangan di sini," kata Dono.
"Iya," kata Indro.
Dono dan Indro pun berjalan menuju Kasino yang asik tiduran di bawah pohon. Sampai di tempat Kasino yang tiduran, Dono berkata "Kasino....balik ke rumah....yok!"
"Main di pantainya udahan...nie?" kata Kasino yang bangun dari keadaannya tidur dan duduk gitu.
"Iya...sudah selesai melihat pemandangan di sini," Dono.
"Ulah...ayok pulang. Laper Kasino!" kata Indro.
"Padahal...baru sebentar main di pantai....sudah ingin pulang. Ayok...kita balik ke rumah," kata Kasino.
Dono, Kasino dan Indro pun sepakat untuk meninggalkan pantai menuju rumahnya neneknya Kasino. Sebelum itu Kasino, ya mampir ke rumah Paman untuk meminta ikan dari hasil ngelaut hari ini. Ikan pun di berikan Paman, ya cukup banyak untuk Kasino dan kawan-kawan. Setelah urusan dengan Paman selesai, ya segera Kasino dan kawan-kawan menuju rumah Nenek.
Sampai di rumah. Kasino dan kawan-kawan segera memasak ikan untuk di jadikan makan siang. Selang berapa saat makan pun jadi, ya Kasino dan kawan-kawan menikmati dengan baik.
"Kasino...kenapa di sini pake Bahasa Indonesia kalau ngobrol sama aku dan Dono?" tanya Indro.
"Karena...kalian berdua tidak bahasa Bengkulu, ya...karena menghormati tamu....seperti kalian berdua....jadi pake Bahasa Indonesia," kata Kasino.
"Pantes...aja...kamu bicara dengan Paman mu...pake Bahasa Daerah...jadi aku tidak mengerti," kata Dono.
"Ya....sama...aja dengan kamu bicara...dengan Paman kamu dengan Bahasa Daerah, ya Jawa. Aku pun tidak mengerti. Tapi...Don, untuk menghormati tamu..yang dateng berkunjung ke rumah kamu di kampung halaman, ya pake Bahasa Indonesia...agar bisa memahami dalam pola pembicaraan," penjelasan Kasino.
"Sama...aja kedudukannya. Saling menghormati," kata Indro yang menegaskan.
"Iya," saut Kasino.
"Iya....bener sekali," saut Dono.
Dono, Kasino dan Indro terus menikmati makan ikan yang enak, ya sampai kenyang. Setelah itu membereskan semuanya dengan baik, ya seperti biasanya. Dono pun duduk di depan teras rumah untuk melihat keadaan sekitar. Indro pun ikutan dengan Dono, ya duduk di teras rumah.
"Tenang di sini," kata Dono.
"Iya, kampung halamannya Kasino," kata Indro.
Kasino pun ya duduk bersama Dono dan Indro di teras rumah, setelah selesai urusan ngobrol sama Nenek.
"Kasino....bagaimana pertumbuhan ekonomi di Bengkulu?" tanya Dono.
"Ya...lihat saja keadaannya. Namanya juga...kampung nelayan," kata Kasino.
"Berarti...pasang surut air laut," kata Dono.
"Berarti...sama aja di mana-mana dong," saut Indro.
"Ya...sama aja. Kalau...beda sih...harus ada proses pembangunan ini dan itu daerah sini, agar pemicu pertumbuhan ekonomi di daerah sini," kata Kasino.
"Aku...mengerti," saut Dono.
"Iya...aku mengerti...itu mah," saut Indro.
"Bagaimana...dengan sistem pemerintahan di daerah sini, ya lebih tepatnya...pergerakan politik di sini....Kasino?" tanya Dono.
"Ya...sama aja sih di tiap daerah kalau pergerakan politik dan juga sistem pemerintahan telah di atur dengan baik. Paling yang harus di tekankan otonomi daerahnya.....di jalan dengan baik atau tidak...untuk pemerataan pembangunan di daerah sini," penjelasan Kasino.
"Berarti Desentralisasi....berjalan dengan baik, tapi masih proses saja menuju pemerataan pembangunan," kata Dono.
"Bagaimana...dengan Sentralisasinya....Don?" tanya Indro.
"Ah, kalau Sentralisasi...mah gak usah di omongin. Lihat aja pergerakan dari Presiden Joko Widodo...mau di bawa kemana arah pemerintahan di pusatnya," kata Dono yang tegas.
"Oh...begitu," saut Indro.
"Mancing.....yok!" kata Kasino.
"Ayok," saut Dono dan Indro bersamaan.
Kasino pun mengambil pancingan yang di simpan di kamarnya, ya segera membawa pancingan tersebut ke luar dari kamar dan menuju Dono dan Indro yang menunggu di depan rumah. Setelah Dono dan Indro memegang pancingan masing-masing yang di berikan Kasino, ya segera ketiganya menuju pantai untuk memancing.
"Kasino kayanya kamu di jodohkan...ya?" tanya Indro.
"Ya...gitu deh," saut Kasino.
"Berarti kisah...cinta kamu dengan Selfi bisa kandas dong," kata Indro.
"Biarkan air mengalir dari hulu sampai ke hilir....itu lah jalan kisah cinta ku," kata Kasino.
"Berarti...Kasino sudah siap ujian di jalanin dengan baik sampai tujuan. Gimana pendapat kamu Dono?" kata Indro.
"Pria...sejati telah sepakat pada janjinya pada dirinya, jalanin keputusan itu dengan baik," kata Dono.
"Aku...sebagai sahabat mendukung keputusanmu...Kasino," kata Indro.
"Iya," saut Kasino.
Dono, Kasino dan Indro, ya sampai di pantai mencari tempat yang baik untuk memancing sambil menikmati indahnya pemandangan pantai.


0 komentar:
Post a Comment