SUASANA HATI SAYA
SEPERTI AWAN DI LANGIT
Seperti biasanya Dono asik menulis sesuatu di buku tulisnya sambil
duduk di taman kota melihat hiruk pikuk dari ulah manusia. Indro pun langsung
duduk bersama Dono membawa minuman.
"Ini minum kamu Dono," kata Indro.
"Iya...," saut Dono sambil mengambil gelas berisi es
jeruk.
Indro menyeruput minumannya begitu juga Dono.
"Seger," kata Indro.
"Seger..juga," saut Dono yang ikutan.
Gelas es di taruh di samping kiri oleh Dono dan melanjutkan
menulisnya pada buku tulisan. Indro terkejut dengan ulah Dono yang menulis di
buku tulis.
"Dono gak zamannya menulis di buku tulis sekarang
mah.....pake leptop Don," sindirian Indro.
"Saya..tahu gak zamannya....menulis pake buku tulis. Tapi
saya lagi males mengetik ingin menulis di atas kertas," Dono menjelaskan.
"Jadi cuma males aja toh..ya..Don," kata Indro.
"Gak juga sih. Tapi suasana perasaan saya lagi gak menentu
kaya awan di langit. Berubah-ubah gak menentu," penjelasan Dono.
"Repot juga kalau..urusan dengan perasaan sih..Don. Di bawa
santai aja. Biar gak ada beban. Biar lebih asik menikmati hidup," Indro
yang memberikan masukan pada Dono.
"Ya..," saut Dono.
Dono terus menulis di buku tulis mengkonsep apa yang dilihatnya
dengan baik. Indro yang penasaran dengan ulah Dono dan lebih dekat lagi ke Dono
untuk membaca apa yang di tulis temannya?!
"Apa.....yang kamu tulis Dono?" tanya Indro.
"Jangan kaya orang sok gitu melihat tulisan saya
..Indro."
"Maaf. Tapi memang tulisan kamu tidak bisa di baca. Terlalu
bagus kaya ceker ayam. SD gak lulus...sih Don."
"Ledek..ya..Indro."
"Siapa yang meledek..orang kenyataannya...kaya ceker ayam
tulisan kamu buruk banget.....Dono."
"Memang saya tahu tulisan saya kaya ceker ayam susah di baca.
Ini sengaja. Karena tulisan ini hanya kerangka pikir yang saya tulis di ambil
dari lingkungan sekitar saya amati. Nanti di rumah baru deh saya kembangkan
menjadi sebuah cerita yang menarik...indro."
"Jadi ..cuma konsep..toh. Pantes tidak ada yang bisa baca.
Cuma kamu sendiri tahu Don... Kalau buku itu hilang dan jatuh di jalan pun ada
yang menemukannya langsung di buang. Karena gak bisa di baca. Sampai tim
penyidik KPK sekali pun yang hebat tidak bisa menganalisanya. Jadi sia-sia....
ya...Don."
"Kok kamu..tahu..cara menjatuh tim penyelidik KPK?"
tanya Dono yang antusias.
"Tahu...lah. Cuma data atau berkas yang tertulis aja..kok.
Cuma itu saja pokok dari sistem pengumpulan data di tim penyelidik KPK. Sama
aja kerjanya dengan sistem kerja kepolisian. Cuma lebel aja pemberantasan
korupsi.....KPK tersebut...Don."
"Sebenarnya saya..sudah tahu Indro," kata Dono.
Dono pun melanjutkan menulisnya di buku tulisnya. Indro asik minum
esnya dengan penuh kenikmatan. Terlihat pemandangan Indro seorang artis
pendatang baru di musik dangdut.
"Jarayut," kata Indro.
"Apa Indro?" saut Dono.
"Jarayut......penyanyi dandut sekaligus host di salah satu
stasiun Tv..Don."
"Artis..maksudnya?" tanya Dono.
Dono pun mencari Indro.
"Indro..kemana kamu. Jangan kamu di culik setan ya. Jam
segini takut..ah," celoteh Dono.
Dono mulai merinding dan ingin kabur dari situ karena Indro gak
ada. Terdengar suara keramaian di ujung seberang para warga sekitar ingin
berfoto dengan Jarayut dan juga Indro.
"Indro.............lagi berfoto dengan Jarayut...penyanyi
dangdut," celoteh Dono yang sok melihat ulah temannya.
Dono pun bergerak duduk di taman dan membawa minumnya. Indro
melihat Dono yang berjalan menuju arah pulang. Setelah berfoto dengan artis
dengan segera Indro mengejar Dono.
"Dono..tunggu," teriak Indro.
Dono tetap jojong sambil minum es. Dengan berlari cepat sekali
Indro dan sudah si samping Dono.
"Kenapa buru-buru pulang Don?" tanya Indro.
"Suasana hati saya lagi gak menentu. Kaya awan di
langit," kata Dono sambil menunjuk langit.
"Oh..begitu. Dono saya foto dengan artis pendatang baru nama
Jerayut...bagus ya....pose pengambilannya," kata Indro sambil menunjukkan
foto pada Hpnya.
"Iya." saut Dono.
Langit berubah menjadi gelap dan turun hujan. Dono dan Indro
berlari agar tidak basah seluruh tubuh mereka berdua. Hampir di depan rumah
Dono berhenti di hujan yang deras. Sedangkan Indro bergegas menuju rumah.
"Wulan," kata Dono melihat wujud Wulan di tengah hujan
deras.
Indro mencari Dono kemana-mana sampai masuk rumah. Ternyata Dono
diam di luar dengan keadaan aneh. Dengan seksama Indro memperhatikan siapa yang
dilihat Dono dari kejauhan?.
"Astaga......Wulan," kata Indro yang terkejut.
Hujan pun berhenti dan Wulan pun menghilang juga.
"Apa yang terjadi sebenarnya.........?" teriak Dono
sambil bersimpuh di jalan.
Indro langsung berlari menuju Dono dan membopohnya ke dalam
rumah.
"Don..jangan banyak berpikir..lagi. Apa yang terlihat lupakan
dan Ikhlaskan. Semuanya semu. Wulan tidak ada," nasehat Indro.
"Iya. Saya..tahu," saut Dono sambil meneteskan air
matanya.
Dono dan Indro berganti pakaian di dalam rumah di kamar
masing-masing setelah itu mereka berdua main game PS 4 untuk menghilangkan
suasana yang kacau. Kasino pun pulang dari kerjaannya dan main bersama Dono dan
Indro main game untuk menghilangkan kepenatan hidup.


0 komentar:
Post a Comment