SI KAYA DAN SI MISKIN
Kejadian semalam membuat neta menjadi sangat terpukul. Bagaimana
tidak? Orangtua yang dicintainya harus meregang nyawa di depan matanya.
Malam itu..
Rumah kediamannya terlihat sangat sepi. Beberapa orang masuk dengan paksa ke
setiap sudut ruangan, Pakaian mereka serba tertutup. Wajahnya ditutupi kain
hitam, Yang dapat dilihat hanya sepasang dua bola mata-mata! Mereka berjalan
mengendap, Seperti perampok yang siap menerkam.
Neta sedang memainkan ponselnya. Waktu sudah menunjukkan larut malam, Tapi neta
masih saja bergulat dengan games di ponsel androidnya. Neta belum mau masuk ke
dunia mimpi, Bagi neta tidur terlalu cepat itu hanya membuang waktu.
Beberapa orang di luar ruang kamarnya sedang mengendap-endap, Memasuki setiap
ruangan yang ada. Berharap menemukan sesuatu yang berharga. Neta merupakan
seorang anak konglomerat. Karena suasana masih lebaran, Tinggal neta bersama
kedua orangtuanya disana. Rumahnya sangat besar dan mewah. Sekelompok orang itu
terus mencari, Mereka berjumlah 6 orang. Neta dan keluarganya berencana untuk
berlibur di hari esok. Tapi nasib yang mereka dapati tak sesuai dengan
keinginan. Sekelompok orang itu menghancurkan semuanya. Mengambil apa yang
bukan haknya.
“Hoaaammm, Tumben sekali aku sudah mengantuk” Kata neta sambil menutup mulutnya
karena merasa sudah sangat mengantuk. Neta merasa haus dan lapar. Dia pun
keluar kamar dan pergi ke dapur. Tapi saat akan membuka kulkas! Mulutnya
disekap, Neta tak sadarkan diri.
“Siapa kalian? Mengapa tubuhku diikat seperti ini?” Neta meronta meminta ikatan
di tangannya dilepaskan. “Diam kau anak manis, Kami hanya ingin menikmati malam
ini bersamamu” Kata seseorang di antara mereka. Wajahnya sangan menakutkan,
Banyak goresan bekas luka cabikan. Seperti luka bekas jahitan. Dia menyeringai
menyeramkan. Membuat neta semakin panik. “Tenanglah cantik, Aku akan membuatmu
bahagia” Pemuda itu melepas kain penutup wajahnya. Wajahnya sangat tak asing
bagi neta. Wajah itu, Wajah yang sangat membuatnya jatuh cinta. Wajah yang
selalu neta harapkan hadir di kehidupannya. “Masihkah kau ingat aku sayang”
Tanya pemuda itu sambil mengangkat wajah neta yang sedang larut dalam
kebingungan. “Rial, Mau apa kau? Apa yang kau lakukan. Lepaskan aku” Pinta neta
dengan wajah yang pucat. “Tidak semudah itu sayang, Aku takkan membiarkanmu
lolos. Kau harus mati bersamaku di istana ini” Katanya sambil tersenyum sinis.
“Maksudmu apa? Tolong jangan sakiti aku” Neta berteriak histeris. “Aku takkan
menyakitimu, Jika saja kau diam dan bersikap baiklah kepadaku”. “Kau gila, Ini
Rumahku. Pergi kau dari sini” Kata neta sambil melemparkan wajah yang menyimpan
amarah. “Ini istana kita, Bukankah itu yang kau katakan. Kau melukai hatiku.
Jangan membuatku marah” Kata pemuda itu sambil menampar wajah neta yang cantik.
Laki-laki berwajah seram itu mengeluarkan benda tajam, Dengan sadisnya. Dia
menggores wajah neta yang cantik, Darah keluar dari balik wajahnya. Neta
merintih kesakitan. Laki-laki itu menjilat darah yang berada di ujung benda
itu. Melumatnya dengan mantap! Seakan semua itu menyenangkan. Pemuda itu
mengusap wajah neta, Menciumnya dengan lembut. “Jika saja kau tak pernah pergi,
Mungkin sekarang kita telah bahagia” Kata pemuda itu sambil menjambak rambut
neta dengan kuat. “Arrgh, Cukup rial. Bunuh saja aku, Jika itu yang kau mau”
Neta seperti mimpi buruk, Di rumah itu. Di rumah yang seharusnya menjadi istana
baginya. Dia telah kehilangan harapan.
Bruuuukkk… Pintu kamar neta didobrak dengan keras. “Lihat, Siapa ini?” Teriak
pemuda itu sambil membawa dua orang manusia setengah baya. Mereka semua adalah
orang yang sangat neta cintai. “Seharusnya, Mereka menjadi mertuaku. Tapi
mereka lebih pantas menjadi penghuni neraka” Kata pemuda itu. “Perkenalkan,
Nama saya Gatot Subroto. Seharusnya kalian menjadi besan yang baik. Tapi kalian
membuat saya muak. Kalian hina keluarga saya dengan keji. Saya memang miskin,
Tak punya hati. Tapi kalian lebih tidak pantas hidup orang kaya sombong” Kata
laki-laki itu. Mereka semua tertawa, Menertawakan kehidupan yang tak adil.
Dimana yang kaya berkuasa. Yang miskin menderita. “Aku akan membahagiakan
anakmu wahai bapa Arya yang terhormat, Hahahaha” Tawanya memenuhi seluruh
ruangan. Mereka semua menantikan hari ini. Dimana si miskin menjadi kaya. Si
kaya menjadi menderita. “Kau hina aku, Aku tak peduli. Aku mencintai anakmu.
Tapi kau tak suka dengan itu! Kau renggut kebahagiaanku hanya karena aku tak
punya segalanya. Kau biadab” Pemuda itu mengeluarkan sebuah benda tajam, Menghunuskan
belatinya tepat di jantung laki-laki itu. “Ayahhhhh” Neta berteriak histeris.
Laki-laki itu menancapkan kapak merah itu tepat di atas kepala sang ibu. Neta
meronta, Menangis dalam lorong yang hitam. Semua gelap, Tak ada seberkas cahaya
datang.
“Aku membencimu, Kau biadab. Kau terkutuk rial”. “Aku mencintaimu neta” Pemuda
itu memeluk tubuh neta. Sekelompok orang itu tertawa. Harta yang bukan haknya
menjadi milik mereka. Mereka semua bahagia. Tapi tidak dengan gadis itu, Dia
sangat terpukul. Neta menjadi sangat tidak terkendali. Amarahnya memuncak. Neta
tidak mengingat apapun. Neta hanya ingat dia telah hancur, Rapuh terinjak.
Pemuda yang dicintainya, Berubah menjadi iblis yang menakutkan. Hari-harinya
dilalui tanpa teringat bayangan apapun. Yang neta ingat hanya kematian mereka.
22 juli..
Rumah sakit jiwa..
Neta dirawat dengan baik disana, Tempat dimana neta merasa bahagia. Dimana
tempat yang neta tak pernah inginkan, Sebuah istana. Baginya hanya kebahagiaan
bersama keluarganyalah yang dia butuhkan. Bukan harta dan tahta. Bukan istana
yang megah. Tapi sebuah kehangatan keluarga..


0 komentar:
Post a Comment