TITISAN ARTUR

Posted By Cerpen universal on Saturday, January 4, 2020 | January 04, 2020

TITISAN ARTUR

Beny senang sekali buku petualangan Raja Artur dengan pedang yang hebat Escalibur. Buku di tutup oleh Beny. Lampu dimatikan. Tidurlah Beny dengan tenang. Esoknya. Beny bangun pagi-pagi sekali untuk berbenah diri untuk berangkat sekolah.

Ibu sudah siapkan sarapan untuk Bedy di ruang makan. 

"Pagi Ibu," kata Beny.

"Pagi sayang, sarapan dulu," kata Ibu.

Beny mulai sarapan pagi bersama Ibu. Setelah itu baru berangkat ke sekolah. Beny berjalan ke sekolah, ya lumayan dekat sih jarak ke sekolah dari rumah.

Sampai di sekolah. Beny melihat anak nakal gitu, sedang mengerjai anak yang lemah. Beny pun lebih baik menghindari masalah, tapi ngobrol bersama Tony, teman terbaik Beny di depan ruang guru. Secara tersamar Beny membicarakan anak nakal yang berbuat ulah di sekolah. Guru mendengarkan omongan Beny dan Tony, ya segera memastikan omongan tersebut. 

Guru pun berhasil menangkap anak nakal yang berulah ke pada temannya yang lemah, ya jadinya anak nakal di setrap di depan ruang guru. Beny dan Tony yang berhasil dengan rencana mereka berdua, ya segera masuk ke kelas untuk menjalankan pendidikan dengan baik.

***

Morgana yang di kurung di dunia sihir oleh Merlin, perang di masa lampau. Mulai membangkitkan kekuataannya, karena telah 1000 tahun menunggu untuk kekuatan sihir kegelapan mencapai puncak kekuataannya di malam gerhana bulan. 

Merlin pun mulai mencari anak yang mempunyai kemampuan yang dapat menarik pedang Escalibur di tancap di batu. 

***

Usai pendidikan di sekolah. Beny berjalan melewati daerah bangunan tua. Tak di duga tak di sangka. Beny melihat Lukas dan Mira, masuk ke daerah bangunan tua. Beny pun mengikuti Lukas dan Mira secara diam-diam.

Lukas dan Mira mencari pedang Escalibur di daerah tersebut berdasarkan petunjuk. Sudah mondar dan mandir, tetap tidak menemukan pedang Escalibur, ya pergi meninggalkan tempat tersebut.

Beny yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Lukas dan Mira dari tadi dan telah pergi dari daerah bangunan tua, tak sengaja menemukan pedang di sebuah pondasi yang runtuh.

"Pedang apaan ini ya?" kata Beny.

Beny pun menarik pedang tersebut dari tempatnya tertancapnya dibatu.

"Pedang yang bagus," kata Beny.

Beny pun membawa pedang tersebut pulang ke rumahnya. 

***

Morgana pun mulai merasakan kekuatan pedang Escalibur yang dapat mengalahkannya, dan anak yang terpilih. Morgana pun terus menggunakan sihirnya untuk menyuruh Lukas dan Mira, untuk menemukan anak terpilih pemegang pedang Escalibur.

Lukas dan Mira menjalankan perintah Morgana yang menyihir keduanya untuk tunduk patuh pada perintahnya.

***

Di rumahnya. Beny mulai berbenah diri dan menaruh pedang di yang ia temukan di kasur. Pintu depan di ketuk. Beny segera membukanya pintu depan.

"Tony masuk," kata Beny.

"Iya," kataTony.

Tony duduk di sofa ruang tamu. Beny ke kamarnya untuk mengambil pedang yang ia temukan dan di taruh di kasur. Pedang tersebut di tunjukkan pada Tony.

"Kamu menemukan pedang ini di mana?" tanya Tony.

"Di daerah bangunan tua," kata Beny.

Tony mulai mencoba mengayunkan pedang tersebut kaya seorang ahli pedang yang memainkan pedangnya. Tak sengaja Tony, dengan pedang yang ia mainkan menyentuh pot bunga yang ada di meja dan akhirnya pecah.

"Maaf, Beny tidak sengaja," kata Tony.

"Kalau sudah terjadi, mau di kata apa," kata Beny.

Beny dan Tony membereskan pot bunga yang pecah. Lukas dan Mira yang di kendalikan Morgana, sudah di rumah Beny.

"Beny....keluar kamu dan serahkan pedang yang bersama mu!" kata Lukas dengan suara yang lantang banget.

Beny dan Tony mendengar omongan dari luar rumahnya, yang mengkaitkan urusan pedang. Maka itu Beny dan Tony keluar rumah.

"Serahkan pedang itu!" kata Lukas.

"Pedang ini," kata Beny.

"Jangan-jangan yang di pedang kamu Beny punya Lukas," kata Tony.

"Mana mungkin, aku menemukannya. Pedang ini kan tertancap di batu," kata Beny.

"Serahkan pedang Escalibur itu!" kata Mira.

"Pedang Escalibur," kata Beny dan Tony bersamaan.

"Serahkan pedang Escalibur!" kata Lukas.

"Tunggu dulu. Ini pedang Escalibur, jangan-jangan pedang ini ada kaitannya dengan Raja Artur?" tanya Beny.

"Iya, itu benar," kata Lukas.

"Wah bener-bener ini pedang yang melegenda itu," kata Beny yang senang.

"Hebat kamu....Beny bisa mendapatkan pedang melegenda! Pedang Escalibur," pujian Tony.

"Aku tidak akan menyerahkan pedang ini," kata Beny.

"Kalau begitu kami akan merampasnya dengan paksa," kata Lukas.

Lukas dan Mira berubah menjadi satria yang menyeramkan, karena sihir dari Morgana. Beny dan Tony ketakutan sekali melihat wujud Mira dan Lukas yang jadi satria menakutkan. Lukas menyerang dengan pedangnya ke arah Beny, begitu juga dengan Mira.

Ya Beny menangkisnya dengan yang di pedangnya. Sedangkan Tony berusaha menghindari pertarungan pedang tersebut. Serangan demi serangan dari Lukas dan Mira, membuat Beny kewalahan dan akhirnya terpojok. Tony menolong Beny dengan memukul dengan gagang sapu, tapi di tebas oleh Mira.

"Aaaaaaku.....gak lagi-lagi, ampun," kata Tony yang mundur beberapa langkah dari Mira.

Beny kalah bertarung pedang dengan Lukas, ya menyerah gitu. Lukas pun mau mengambil pedangnya Beny. Merlin dateng dengan mengendarai Burung Elang yang besar.

Turun Merlin dari tunggangannya Burung Elang, lalu menghepaskan Lukas dan Mira dengan sihir. Terpental jauh Lukas dan Mira. Lalu Lukas dan Mira pun bangun dari keadaannya dan berlari cepat untuk menyerang Merlin.

Ya dengan segera Merlin pu membawa Beny dan Tony, untuk naik Burung Elang terbang menuju dunia sihir.

"Brengsek..
berhasil kabur," kata Lukas.

Morgana makin marah besar, karena Merlin membantu anak yang memegang pedang Escalibur.

***

Di dunia sihir. Merlin, Beny dan Tony turun dari Burung Elang. Setelah itu Burung Elang yang besar kembali jadi seukurannya semula, karena sihir Merlin.

"Bapak siapa?" tanya Beny.

"Aku. Merlin. Seorang penyihir," katanya.

"Merlin. Penyihir," kata Beny dan Tony yang terkejut.

Merlin pun menjelaskan semuanya pada Beny dan Tony apa yang terjadi. Ya Beny dan Tony pun mengerti banget, karena sesuai dengan buku cerita yang di baca mereka berdua, tentang Raja Artur dengan pedang legendanya, pedang Escalibur.

"Beny. Titisan Artur. Aku akan melatih kamu menjadi satria di sini," kata Merlin.

"Aku mau," kata Beny.

"Gimana dengan aku. Bapak Merlin," kata Tony.

"Aku akan melatih kamu, jadi satria juga untuk mendampingi Beny dalam pertarungan melawan Morgana," kata Merlin.

"Aku mau-mau," kata Tony yang senang banget.

Merlin dengan sihirnya memunculkan pedang untuk Tony. Ya Tony dengan senang memegang pedang di berikan Merlin. Mulailah Beny dan Tony berlatih pedang, dengan didikan yang baik oleh Merlin.

Dengan giatnya Beny dan Tony berlatih pedang sampai mahir banget. Waktu pun makin sempit banget di mana gerhana bulan pun telah muncul. Sihir Morgana menjadi kuat dan menghancurkan sihirnya Merlin yang membelenggunya selama ini.

Morgana pun bersama Lukas dan Mira dateng ke tempat latihannya Beny. Terkejut sih Beny dan Tony melihat wujudnya Morgana, wanita sih tetapi sangat menyeramkan gitu kata penyihir.

Merlin pun bertarung dengan Morgana dengan teknik sihir andalan masing-masing. Beny dan Tony yang sudah mahir pedang bertarung menghadapi Lukas dan Mira. Morgana mengeluarkan sihir yang sangat kuat yang di lemparkan kearah Merlin, ya di tangkis Merlin dengan sihirnya. Tapi Morgana makin kuat dengan sihirnya pada saat gerhana bulan. Merlin di hempaskan dengan sihirnya Morgana, sampai terpental jauh merlin dan tersungkur di tanah. Merlin memuntahkan darah.

Beny berusaha sekeras mungkin mengalahkan Lukas, berhasil menjatuhkannya dan berlari ke tempat berada Merlin untuk menolongnya, karena Morgana mau membunuh Merlin dengan sihirnya yang dasyat banget. Sihir Morgana di lemparkan ke Merlin dan di tangkis oleh pedangnya Beny, sampai efeknya melukai tangan kirinya Morgana.

Morgana yang terluka karena serangan dari pedang Escalibur yang digunakan, benar-benar Morgana marah besar. 

***
Tony dengan hebatnya mengalahkan Mira, Lukas pun menyerang Tony, tetapi dengan sigapnya bisa di imbangi setiap pedang yang di mainkan. Jadilah pertarungan pedang yang sengit antara Tony dan Lukas.

***

Morgana yang marah besar, mengerahkan kekuatan sihirnya dan mengubah dirinya menjadi Naga Hitam yang besar.

"Aku akan menghancurkan bocah, titisan Artur," kata Morgana berwujud Naga Hitam.

"Sekuat tenaga aku akan melawan mu," kata Beny yang berani banget.

Morgana yang berwujud Naga Hitam mengeluarkan bola api yang di arahkan ke Beny. Dengan sigap Beny menghindari semuanya bola api yang dasyat banget. Merlin menggunakan sihir perlindungnya agar tidak terkena efek serangan bola api dari Morgana yang berwujut Naga Hitam.

Beny terus berusaha mengindari serangan Morgana yang bisa menghancurkan diri Beny. Merlin pun memanggil Burung Elangnya dan langsung di ubah jadi besar dengan sihir, tujuannya untuk membantu Beny. Segera Beny naik Burung Elang dan langsung ke langit. Morgana yang berwujud Naga Hitam, mengejar Beny sambil mengeluarkan bola api. Terus menerus Beny yang menunggangi Burung Elang terus menghindari serangan Morgana yang dasyat banget. 

Bola api pun benar-benar mengarah ke arah Beny, dengan sigapnya dengan berdiri di punggung Burung Elang dan langsung menebasnya bola api dengan pedang Escalibur, sampai terbelah jadi dua.

"Aku bisa melawannya," kata Beny.

Beny pun mulai menghadapi sungguh menghadapi Morgana yang berwujud Naga Hitam. Setiap bola di hempaskan ke Beny oleh Morgana, ya dengan tanggap di tebas bola api tersebut jadi terbelah dua.

Pedang Escalibur pun berubah bentuk jadi besar banget, Beny agak sedikit terkejut sih tapi harus serius menghadapi musuhnya. Beny yang menunggangi Burung Elang mulai bergerak kehadapan Morgana yang berwujud Naga Hitam.

Di tebasnya Naga Hitam oleh Beny, saat mau mengeluarkan bola api. Naga Hitam pun jatuh ke tanah dan berubah menjadi Morgana. Beny yang turun dari Burung Elang, mendatangi Morgana yang tidak berdaya di tanah. 

Terlihat oleh Morgana roh Raja Artur bersama Beny. 

"Kamu.....benar-benar titisan Artur," kata terakhir Morgana.

Morgana pun meninggal. 

"Aku Beny, satria seperti Raja Artur," katanya.

***

Pertarungan Tony dan Lukas pun berakhir juga, karena yang menang Tony. Sihir Morgana yang mengendalikan Lukas dan Mira hilang, jadinya kembalilah wujudnya Lukas dan Mira yang menjadi satria, ya menjadi anak-anak biasa aja dalam keadaan pingsan.

"Huuu, pertarungan yang hebat," kata Tony.

Beny pun mendatengi Merlin bersama Burung Elang. Ya Tony pun mendatengi Merlin.

"Pertarungan telah selesai," kata Merlin.

Merlin, Beny dan Tony naik ke Burung Elang. Segera Burung Elang terbang menuju sebuah danau. Sampai di danau. Beny melemparkan pedang ke danau. Pedang Escalibur di tangkap Dewi penjaga danau dan pedang Escalibur pun masuk ke dalam danau. Merlin pun mengantarkan Beny dan Tony ke pulang ke rumahnya, ya sekalian Lukas dan Mira yang masih keadaan pingsan.

Sampai di rumah Beny. Merlin segera pergi dengan Burung Elang kembali ke dunia sihir. Beny masuk ke rumahnya, ya Tony segera berjalan menuju rumahnya, ya cuma dua rumah dari rumah Beny.

"Aku pulang," kata Beny.

Beny pun langsung memeluk Ibu tercinta. Beny pun makan malam bersama Ibunya. Ya begitu juga dengan Tony, makan malam sama Ibu dan Bapaknya. Sedangkan Lukas dan Mira baru sadar dari keadaannya pingsan dan sadar diri mereka berdua yang tiduran di rumput di depan rumah Beny, segeralah Lukas dan Mira berjalan menuju rumahnya masing-masing.
Blog, Updated at: January 04, 2020

0 komentar:

Post a Comment