KAMEN RIDER AGITO
Ryu duduk di taman sambil baca buku kesukaannya. Tapi jauh di pandangannya Ryu, ada panggung yang megah untuk menampilkan perlombaan dance. Semua orang yang menonton terbawa suasana musik dan tarian yang indah dan energik dari para peserta yang bertanding.
Ryu pun meninggalkan tempat tersebut karena teringat dengan janjinya dengan Melisa. Berjalanlah Ryu ke halte bus untuk menunggu bus datang. Di tunggu dengan sabar dan banyak juga orang-orang yang ingin naik bus. Bus pun berhenti di halte, dan pintu bus terbuka. Semua orang masuk ke dalam bus dengan tertip banget.
Ryu pun memutuskan duduk di belakang, sambil mendengarkan musik dari Hpnya pake handsed. Dengan santai Ryu di dalam bus, karena sopir bus membawa mobil dengan prosedur kenyamanan penumpang.
Sampai di halte. Bus berhenti. Ryu pun keluar dari bus. Ryu pun berjalan menuju apartemennya Melisa. Saat melewati daerah pertokoan ada sosok penjahat yang menyerang seorang Bapak-Bapak. Tidak satu pun yang mau menolong Bapak tersebut, karena takut dengan penjahat. Polisi pun tidak ada di situ. Ya Ryu segera menelpon polisi agar segera dateng. Tapi kenyataan Bapak yang di aniyaya penjahat sudah memuntahkan darah dari mulutnya. Ryu bertindak berani, tapi tidak berpikir dua kali. Di terjangnya penjahat tersebut oleh Ryu. Penjahat tetap tegak berdiri dan tambah marah.
"Aku harus serius menghadapinya," kata Ryu.
"Dasar orang bodoh, ikut campur urusan ku," kata penjahat.
Ryu serius bertarung melawan penjahat. Tetap Ryu kalah. Sosok pemuda menghampiri Ryu "Kamu tidak apa-apa?"
Ryu pun berkata "Tidak apa-apa".
Pemuda tersebut pun berubah menjadi Kamen Rider Agito.
"Agito," kata penjahat.
Penjahat pun berubah menjadi monster macan.
"Akan ku habisi kamu, Agito," kata monster macan.
Monster macan menyerang Agito dengan cepat sekali untuk mencabik-cabik tubuh Agito. Agito berhasil menghindari serangan monster macan dan terus menganalisa pergerakan monster macan yang bergerak cepat. Ketika perhitungannya tepat. Agito mengerang monster macan dengan tendangan yang sangan kuat, yang mengakibatkan pergerakan monster macan berhenti.
Monster macan tetap mulai menyerang kembali ke Agito untuk menghancurkan Agito. Agito pun bergerak cepat dengan meninju bertubi-tubi ke monster macan dan di akhiri tinjuan dari tangan kanan yang kuat sampai monster macan terpental jauh dan menabrak tembok.
Monster macam masih tetap berdiri. Agito pun berlari dan melompat ke arah monster macan, tendangan kaki kanan pun mengenai dadanya monster macan.
Agito berdiri dengan pose yang gagah banget. Monster macan jatuh kelantai, mati deh dan akhirnya melebur. Agito pun telah berhasil mengalahkan monster macan, ya berubah kembali menjadi sosok pemuda dan naik motor dan meninggalkan tempat tersebut.
Ryu pun menolong Bapak yang sudah terkapar di lantai. Polisi pun dateng, ambulan pun dateng juga. Segera Bapak di larikan ke rumah sakit. Ryu pun memberikan laporan ke polisi berkaitan apa yang terjadi di tempat kejadian. Ryu pun baru paham, ketika menemukan kartu nama, Bapak yang ia tolongnya.
"Profesor," kata Ryu.
Ryu pun berpikir panjang berkaitan dengan tempat pekerjaan Bapak yang ia tolongnya, seorang peneliti. Ryu pun sering baca koran juga untuk mengetahui keadaan lingkungan.
"Jangan....monster itu ada kaitan dengan penelitian Bapak tersebut," kata Ryu.
Ryu pun meninggalkan tempat tersebut. Dengan berjalan masuk gedung, masuk lif dan sampai di depan pintu apartemen Melisa. Pintu mau di ketuk, tapi ternyata terbuka. Ya Ryu masuk diam-diam tujuannya memberi kejutan. Bukan Ryu yang mengejutkan Melisa, tapi Ryu terkejut banget.
"Melisa...kamu," kata Ryu.
"Abang, Melisa bisa menjelaskan," katanya.
"Menjelaskan apa? Kamu bersama Robert dengan mersa begitu. Kamu selingkuh" kata Ryu.
"Aku....bisa menjelaskan semuanya," kata Melisa.
"Hubungan kita putus," kata Ryu yang tegas.
Ryu pun segera meninggalkan apartemen Melisa. Melisa menangis karena di putuskan Ryu. Robert pun berusaha untuk mengambil hatinya Melisa dengan berusaha menghapus air mata Melisa. Malah Melisa tambah marah dan mendorong Robert dan berkata "Keluar kamu dari sini!"
"Baiklah," kata Robert.
Robert pun meninggalkan Melisa yang menangis sedih karena di putusin Ryu. Ryu pun masuk ke dalam bus dan duduk di belakang, berusaha melupakan Melisa yang mengkhianatin cintanya.


0 komentar:
Post a Comment