GARO
Malam yang tenang sekali di gedung musium. Penjaga musium sedang berpatroli keliling musium untuk memeriksa keadaan tetap aman. Sampai pada artefak kuno di pajang, penjaga musium berhenti.
"Artefak kuno ini besar banget. Bentuknya menakutkan banget," kata penjaga musium.
Penjaga musium berpatroli lagi keliling musium. Seorang pemuda yang berpakaian seperti ninja, bergerak cepat sekali tapi langkah kaki tidak berbunyi agar tidak ketahuan gitu. Sampai di artefak kuno, ninja menyeluarkan kertas mantra dan belatinya, lalu kertas mantra di tempelkan di artefak kuno dan juga belati pun di tusuk ke kertas mantra dan artefak kuno jadinya tertancap gitu. Segera ninja pergi dari situ, tanpa ketahuan siapa pun.
Petugas penjaga merasa ada suara aneh di tempat artefak kuno di pajang. Segera berlari penjaga musium menuju tempat artefak kuno terpajang gitu. Terkejut penjaga musium dengan kertas mantra yang tertancap di artefak kuno pake belati.
Roh jahat keluar dari artefak kuno tersebut. Karena ketakutan penjaga musium terjatuh di lantai. Roh jahat merasukin tubuh penjaga musium dan menguasainya. Atefak kuno pun hancur menjadi serpihan yang berdebu.
"Aku bebas," kata roh jahat yang mengendalikan tubuh penjaga musium.
***
Esok harinya. Heru baru pulang dari kerjaannya sih, ya melewatin taman gitu. Memang suasana gak enak gitu, sampai bulu kuduk merinding. Terlihat ikan besar di lantai gitu, kaya kehabisan air gitu. Heru ketakutan sekali karena menganggap dirinya melihat hantu gitu. Tiba-tiba ikan yang besar tergeletak di lantai menghilang gitu.
"Apa aku salah lihat?" kata Heru.
Dengan perasaan yang masih takut gitu. Tahu di belakang Heru ada yang mengagetkan dirinya. Boby, yang kerjaannya seorang penjaga di musium, tetapi bertingkah aneh di hadapan Heru. Sampai menunjukkan ikan yang di lihat Heru, lalu di makan Boby...hidup-hidup. Heru tambah ketakutan lagi, sampai mundur beberapa langkah sampai terjatuh di lantai gitu. Boby pun yang di kuasai penuh oleh roh jahat dan berubah menjadi monster ikan gitu dan nama lainnya makluk horor.
"Jangan mendekati aku," teriak Heru penuh ketakutan sekali.
"Aku akan memangsa kamu," kata monster ikan.
Monster ikan mulai mengeluarkan makluk kecil dari tubuhnya untuk memangsa Heru gitu. Monster ikan pun pergi meninggalkan tempat tersebut, karena telah berhasil memangsa manusia yang jadi targetnya.
***
Seorang pemuda yang gagah sekali, sedang berlatih pedang sangat hebat sekali gitu. Latihan pedang pun selesai juga. Seorang pelayan keluarga, ya mendatengin tuannya gitu dengan membawa amplop surat gitu, ya di serahkan ke tuannya. Pemuda tersebut membacanya dengan baik dengan membakar amplop tersebut dan muncullah tulisan di udara, ya segera dibacanya.
"Ada....horor yang sedang berkeliaran di kota," kata Raiga.
Raiga pun segera bergerak mencari horor dengan informasi yang ia dapatkan. Sampai di taman, tempat kejadian Raiga menemukan kaca mata orang yang di mangsa oleh horor. Raiga pun terus mencari horor ke sana ke sini sampai bertemu dengan makluk kecil seperti anak-anak gitu, ya segera menghilang begitu saja.
Raiga terus mencari horor yang akan terus memangsa manusia yang ia targetkan. Ketemulah Raiga dengan Boby di jalan yang sepi.
"Kamu akan jadi mangsa ku," kata Boby.
"Aku akan memusnahkan kamu, horor," kata Raiga.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Boby.
"Garo," kata Raiga dengan lantang banget.
"Garo," saut Boby.
Boby pun berubah menjadi makluk horor sepenuhnya, ya berwujud monster ikan. Segera monster ikan menyerang Raiga dengan dengan makluk kecil dari bagian dari tubuhnya monster ikan.
Raiga berubah menjadi Garo dan segera menangkis serangan dari monster ikan, pake pedangnya. Pertarungan sengit antara monster ikan dan Garo. Kemampuan Garo lebih tinggi dari monster ikan, jadi di tebasnya monster pake pedangnya Garo yang super tajem gitu.
"Ahhhhh," teriakan terakhir monster ikan dan akhirnya lebur gitu, jadi debu.
Garo pun menyarungkan pedangnya dan kembali menjadi Raiga.
"Pekerjaan ku selesai, memusnahkan horor yang meresahkan warga kota," kata Raiga.
Raiga pun meninggalkan tempat tersebut.


0 komentar:
Post a Comment