UNTUK MU SEBUAH CINTA
Seperti biasanya Doni berangkat kerja dengan motor kesayangannya sih yang ia beli dengan usaha kerja keras. Saat mau mengkol di persimpangan jalan. Eeee motor mogok. Doni pun mendorongnya motornya sampai ke bengkel terdekat. Usaha Doni berhasil sampai ke bengkel.
"Bang tolong benerin motor aku yang mogok," kata Doni.
"Iya, Bang aku benerin motor Abang," kata montir bengkel motor.
Doni pun duduk santai di warung sambil minum teh botol dan roti sambil nunggu motornya hidup lagi. Hp berdering. Ya Doni segera mengangkat Hpnya dan melihat siapa yang nelpon dirinya?.
"Oh, bos Ricat toh yang nelpon," kata Doni.
Segera Doni mulai menjawab telpon dari bosnya.
"Halo, bos...," kata Doni dengan santun.
"Doni kamu di mana. Jam segini belum dateng," kata bos dengan gaharnya.
"Aduh di marahin," kata hati Doni, lalu Doni pun berkata "Maaf bos, motor aku mogok. Ya ke kantornya telat sih bos. Sekali lagi maaf".
"Kalau begitu cepat ke kantor!" perintah bos.
"Iya, bos," kata Doni.
Bos memantikan Hpnya. Doni pun segera membayar makan dan minuman yang ia makan dan minum di warung dengan uang pas.
"Bang sudah selesai memperbaiki motor aku?" kata Doni.
"Udah, Bang," kata montir bengkel.
Doni membayar perbaikan motornya dengan pas sesuai apa kerusakan motor. Lalu segera Doni meninggalkan bengkel tersebut. Selang berapa saat sampai di kantor. Ya motor di parkir dengan baik oleh Doni. Segera mau masuk kantor. Eeee baru di depan pintu masuk gedung kantor. Doni melihat cewek cantik yang lagi ngetop di Tv.
Doni pun segera mendekati gadis tersebut dengan cepat untuk berkenalan. Gadis tersebut mau berkenalan Doni yang berpenampilan keren gitu. Lalu Doni pun foto bareng dengan gadis tersebut dan di simpan di Hpnya. Doni pun tak lupa mengucap terima kasih sudah berfoto dengan gadis tersebut. Ya gadis yang berfoto dengan Doni senang berfoto dengan penggemarnya.
Gadis cantik pun masuk mobilnya yang mewah. Doni langsung segera masuk ke gedung dan terus menuju ruang kantornya. Di ruang kerjanya. Doni masih seneng melihat foto bersama gadis yang di idolakannya. Bos Ricat masuk ruangan kerja Doni dengan muka yang gahar. Doni segera mengerjakan kerjaannya yang ada di meja kerjanya.
"Doni," pangilan bos Ricat.
"Iya, Pak," kata Doni langsung berdiri pada hal lagi duduk tadinya.
"Doni, kamu telah masuk kerja!" kata bos Ricat.
"Iya, bos maaf," kata Doni ya takut gitu.
Bos Ricat melihat Hp Doni di meja kerja dan ada foto gadis cantik.
"Don, kamu foto bareng dengan Puput di mana?" tanya bos Ricat.
"Bos, gak sengaja ke temu di saat mau masuk gedung kantor," kata Doni dengan jujur.
"Oh begitu. Kamu penggemar puput....ya?" tanya bos Ricat.
"Ya bisa di bilang gitu. Tapi gak begitu amat sih bos....bisa bilang biasa aja," kata Doni.
"Oh begitu. Padahal bos....ini penggemarnya Puput loh, ya karena masih ada kaitan kampung halaman gitu," kata bos Ricat.
"Kalau itu sih mendukung anak kampung halaman yang mengharumkan nama daerahnya karena kulitas dari perlombaan menyanyi," kata Doni.
"Ya, tetap saja penggemar kan," kata bos Ricat.
"Iya, sama bos," kata Doni.
"Ya...sudahlah. Kamu kerja lagi!" kata bos Ricat.
"Iya," kata Doni.
Bos Ricat meninggalkan ruangan kerja Doni. Ya Doni segera mengerjakan pekerjaannya dan menyimpan Hp yang berisi foto Puput.
"Ini berkat Puput, aku tidak jadi marehin bos," kata Doni.
Doni pun segera mengerjakan pekerjaannya dengan baik di ruangannya. Dengan seriusnya Doni memeriksakan dokumen ini dan itu. Masuk lah Rara ke ruangan Doni.
"Doni, makan siang yuk! Udah waktunya makan siang," ajakan Rara.
Doni pun menghentikan pekerjaannya memeriksa beberapa dokumen yang penting.
"Tapi pekerjaan ku masih banyak nanti aku di marahin bos lagi," kata Doni.
"Itu gampang, biar aku yang ngomong sama bos, alias aku bujuk agar tidak marahin kamu lagi," kata Rara.
"Bener ya, kamu mau bantuin aku memadamkan kemarahan bos," kata Doni.
"Beres," kata Rara.
Doni dan Rara keluar dari ruangan dan langsung ke luar gedung dan mencari tempat makan siang ya dekat daerah tersebut. Masuklah Doni dan Rara ke kafe. Saat di dalam kafe Doni melihat Puput lagi dan segera mendekatinya.
"Hay Puput, aku ketemu kamu lagi," kata Doni dengan penuh akrab.
"Kamu lagi, mau makan siang ya," kata Puput
"Iya," saut Doni dengan lugu.
Doni pun mulai ngobrol dengan asik dengan Puput gitu sambi memesan makan. Rara yang diabaikan Doni kesel lihat Doni akrab dengan penyanyi dangdut yang lagi naikin karirnya di ajang perlombaan menyanyi. Jadi Rara pun ke tempat Doni dan Puput yang asik ngobrol.
"Emmm," kata Rara.
"Rara," kata Doni.
"Maaf, Mbak aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan Mbak," kata Puput yang lugu.
"Dek, Puput gak salah. Yang salah nie, teman Mbak yang ganjen banget. Dapet barang baru, barang lama di lupakan," kata Rara.
"Maaf, Rara. Malu di lihat orang. Ya jadi duduk yang cantik di sebelah aku," kata Doni.
Dalam hati Puput berkata "Selamet, gak merusak hubungan dua kekasih dan juga kelihatannya cuma temanan saja".
Doni pun memperkenalkan Rara dengan Puput yang ia temui pagi tadi. Ya Rara dan Puput akhirnya berteman gitu, ya jadinya akrab. Seperti biasa Doni langsung foto-foto pake Hpnya untuk menyimpan moment kebersamaan. Karena ada urusan penting, jadi Puput meninggalkan Doni dan Rara di kafe. Ya karena Doni senang jadi makan siang Puput yang bayar Doni. Ya Puput berterima kasih ke Doni karena telah di bayarkan makan siangnya. Doni sih sudah biasa itu semuanya. Puput meninggalkan kafe.
Doni dan Rara dengan santai makan siang dengan makan dan minuman yang di pesan. Lagi asik gitu di kafe. Muncul bos Ricat dan langsung duduk bersama Doni dan Rara.
"Lagi asik beduaan ya. Pacaran ya," kata bos Ricat.
"Siapa yang pacaran sama Doni," kata Rara.
"Bos, maunya begitu. Tapi lihat sendiri. Aku langsung di tolak Rara," kata Doni.
Doni pun langsung di cubit Rara yang kesal sambil berkata "Siapa yang nolak kamu".
"Udah-udah malu menyatakan kalian pacaran, padahal semua orang di kantor sudah tahu kalian berdua ada hubungan sepesial," kata bos Ricat.
"Iya, bos," kata Doni dan Rara yang malu.
Bos Ricat dapet telpon dari temannya, ya langsung meninggalkan kafe untuk urusan bisnis dan bisnis gitu. Doni dan Rara selesai juga makan siangnya. Ya segera Doni membayar ke kasir dengan uang pas. Baru deh Doni dan Rara kembali ke kantor.
Doni sampai si ruangannya, segera mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Ya begitu dengan Rara. Waktu begitu cepat banget, ya pulang gitu. Saat mau di parkiran. Doni dapet ajakan dari Tono teman kerja untuk nonton perlombaan menyanyi gitu. Ya Doni sih mau aja, tapi gak bisa nonton perlombaan menyanyi bersama Tono, karena Rara sudah menunggu untuk di antar pulang dan ngobrol di rumahnya, ya cukup lama. Tono mengerti dengan keadaan Doni, ya jadinya ngajak Joni untuk nonton perlombaan menyanyi.
Doni pun membawa motornya dengan baik dan Rara di bonceng dengan baik sampai di di rumah. Eeee rencana pun berubah saat di rumah Rara. Rara pun meminta Doni untuk menonton perlombaan menyanyi. Ya Doni mengikuti maunya dan berkata "Nama juga cinta, ikutin aja maunya cinta".
Doni segera pulang ke rumah untuk beres-beres diri, baru setelah itu pergi ke tempat perlombaan menyanyi. Sampai di gedung pertunjukan. Doni dan Rara duduk di antara para penonton yang lainnya untuk menyaksikan perlombaan menyanyi. Ya memang kebetulan gitu yang tampil malam dalam perlombaan menyanyi adalah Puput yang di idolain Doni. Ya Rara sih mengerti Doni yang menyukai Puput, hanya sekedar penggemar saja, maka kata hati Rara berkata "Untuk Mu Sebuah Cinta Dari Penggemar".
Doni pun antusias menonton perlombaan menyanyi, karena di temanin Rara, ya bisa di bilang pacar, bisa di bilang teman lebih baik karena lebih baik teman saling mencintai jadinya lebih pengertian gitu.
"Bang tolong benerin motor aku yang mogok," kata Doni.
"Iya, Bang aku benerin motor Abang," kata montir bengkel motor.
Doni pun duduk santai di warung sambil minum teh botol dan roti sambil nunggu motornya hidup lagi. Hp berdering. Ya Doni segera mengangkat Hpnya dan melihat siapa yang nelpon dirinya?.
"Oh, bos Ricat toh yang nelpon," kata Doni.
Segera Doni mulai menjawab telpon dari bosnya.
"Halo, bos...," kata Doni dengan santun.
"Doni kamu di mana. Jam segini belum dateng," kata bos dengan gaharnya.
"Aduh di marahin," kata hati Doni, lalu Doni pun berkata "Maaf bos, motor aku mogok. Ya ke kantornya telat sih bos. Sekali lagi maaf".
"Kalau begitu cepat ke kantor!" perintah bos.
"Iya, bos," kata Doni.
Bos memantikan Hpnya. Doni pun segera membayar makan dan minuman yang ia makan dan minum di warung dengan uang pas.
"Bang sudah selesai memperbaiki motor aku?" kata Doni.
"Udah, Bang," kata montir bengkel.
Doni membayar perbaikan motornya dengan pas sesuai apa kerusakan motor. Lalu segera Doni meninggalkan bengkel tersebut. Selang berapa saat sampai di kantor. Ya motor di parkir dengan baik oleh Doni. Segera mau masuk kantor. Eeee baru di depan pintu masuk gedung kantor. Doni melihat cewek cantik yang lagi ngetop di Tv.
Doni pun segera mendekati gadis tersebut dengan cepat untuk berkenalan. Gadis tersebut mau berkenalan Doni yang berpenampilan keren gitu. Lalu Doni pun foto bareng dengan gadis tersebut dan di simpan di Hpnya. Doni pun tak lupa mengucap terima kasih sudah berfoto dengan gadis tersebut. Ya gadis yang berfoto dengan Doni senang berfoto dengan penggemarnya.
Gadis cantik pun masuk mobilnya yang mewah. Doni langsung segera masuk ke gedung dan terus menuju ruang kantornya. Di ruang kerjanya. Doni masih seneng melihat foto bersama gadis yang di idolakannya. Bos Ricat masuk ruangan kerja Doni dengan muka yang gahar. Doni segera mengerjakan kerjaannya yang ada di meja kerjanya.
"Doni," pangilan bos Ricat.
"Iya, Pak," kata Doni langsung berdiri pada hal lagi duduk tadinya.
"Doni, kamu telah masuk kerja!" kata bos Ricat.
"Iya, bos maaf," kata Doni ya takut gitu.
Bos Ricat melihat Hp Doni di meja kerja dan ada foto gadis cantik.
"Don, kamu foto bareng dengan Puput di mana?" tanya bos Ricat.
"Bos, gak sengaja ke temu di saat mau masuk gedung kantor," kata Doni dengan jujur.
"Oh begitu. Kamu penggemar puput....ya?" tanya bos Ricat.
"Ya bisa di bilang gitu. Tapi gak begitu amat sih bos....bisa bilang biasa aja," kata Doni.
"Oh begitu. Padahal bos....ini penggemarnya Puput loh, ya karena masih ada kaitan kampung halaman gitu," kata bos Ricat.
"Kalau itu sih mendukung anak kampung halaman yang mengharumkan nama daerahnya karena kulitas dari perlombaan menyanyi," kata Doni.
"Ya, tetap saja penggemar kan," kata bos Ricat.
"Iya, sama bos," kata Doni.
"Ya...sudahlah. Kamu kerja lagi!" kata bos Ricat.
"Iya," kata Doni.
Bos Ricat meninggalkan ruangan kerja Doni. Ya Doni segera mengerjakan pekerjaannya dan menyimpan Hp yang berisi foto Puput.
"Ini berkat Puput, aku tidak jadi marehin bos," kata Doni.
Doni pun segera mengerjakan pekerjaannya dengan baik di ruangannya. Dengan seriusnya Doni memeriksakan dokumen ini dan itu. Masuk lah Rara ke ruangan Doni.
"Doni, makan siang yuk! Udah waktunya makan siang," ajakan Rara.
Doni pun menghentikan pekerjaannya memeriksa beberapa dokumen yang penting.
"Tapi pekerjaan ku masih banyak nanti aku di marahin bos lagi," kata Doni.
"Itu gampang, biar aku yang ngomong sama bos, alias aku bujuk agar tidak marahin kamu lagi," kata Rara.
"Bener ya, kamu mau bantuin aku memadamkan kemarahan bos," kata Doni.
"Beres," kata Rara.
Doni dan Rara keluar dari ruangan dan langsung ke luar gedung dan mencari tempat makan siang ya dekat daerah tersebut. Masuklah Doni dan Rara ke kafe. Saat di dalam kafe Doni melihat Puput lagi dan segera mendekatinya.
"Hay Puput, aku ketemu kamu lagi," kata Doni dengan penuh akrab.
"Kamu lagi, mau makan siang ya," kata Puput
"Iya," saut Doni dengan lugu.
Doni pun mulai ngobrol dengan asik dengan Puput gitu sambi memesan makan. Rara yang diabaikan Doni kesel lihat Doni akrab dengan penyanyi dangdut yang lagi naikin karirnya di ajang perlombaan menyanyi. Jadi Rara pun ke tempat Doni dan Puput yang asik ngobrol.
"Emmm," kata Rara.
"Rara," kata Doni.
"Maaf, Mbak aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan Mbak," kata Puput yang lugu.
"Dek, Puput gak salah. Yang salah nie, teman Mbak yang ganjen banget. Dapet barang baru, barang lama di lupakan," kata Rara.
"Maaf, Rara. Malu di lihat orang. Ya jadi duduk yang cantik di sebelah aku," kata Doni.
Dalam hati Puput berkata "Selamet, gak merusak hubungan dua kekasih dan juga kelihatannya cuma temanan saja".
Doni pun memperkenalkan Rara dengan Puput yang ia temui pagi tadi. Ya Rara dan Puput akhirnya berteman gitu, ya jadinya akrab. Seperti biasa Doni langsung foto-foto pake Hpnya untuk menyimpan moment kebersamaan. Karena ada urusan penting, jadi Puput meninggalkan Doni dan Rara di kafe. Ya karena Doni senang jadi makan siang Puput yang bayar Doni. Ya Puput berterima kasih ke Doni karena telah di bayarkan makan siangnya. Doni sih sudah biasa itu semuanya. Puput meninggalkan kafe.
Doni dan Rara dengan santai makan siang dengan makan dan minuman yang di pesan. Lagi asik gitu di kafe. Muncul bos Ricat dan langsung duduk bersama Doni dan Rara.
"Lagi asik beduaan ya. Pacaran ya," kata bos Ricat.
"Siapa yang pacaran sama Doni," kata Rara.
"Bos, maunya begitu. Tapi lihat sendiri. Aku langsung di tolak Rara," kata Doni.
Doni pun langsung di cubit Rara yang kesal sambil berkata "Siapa yang nolak kamu".
"Udah-udah malu menyatakan kalian pacaran, padahal semua orang di kantor sudah tahu kalian berdua ada hubungan sepesial," kata bos Ricat.
"Iya, bos," kata Doni dan Rara yang malu.
Bos Ricat dapet telpon dari temannya, ya langsung meninggalkan kafe untuk urusan bisnis dan bisnis gitu. Doni dan Rara selesai juga makan siangnya. Ya segera Doni membayar ke kasir dengan uang pas. Baru deh Doni dan Rara kembali ke kantor.
Doni sampai si ruangannya, segera mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Ya begitu dengan Rara. Waktu begitu cepat banget, ya pulang gitu. Saat mau di parkiran. Doni dapet ajakan dari Tono teman kerja untuk nonton perlombaan menyanyi gitu. Ya Doni sih mau aja, tapi gak bisa nonton perlombaan menyanyi bersama Tono, karena Rara sudah menunggu untuk di antar pulang dan ngobrol di rumahnya, ya cukup lama. Tono mengerti dengan keadaan Doni, ya jadinya ngajak Joni untuk nonton perlombaan menyanyi.
Doni pun membawa motornya dengan baik dan Rara di bonceng dengan baik sampai di di rumah. Eeee rencana pun berubah saat di rumah Rara. Rara pun meminta Doni untuk menonton perlombaan menyanyi. Ya Doni mengikuti maunya dan berkata "Nama juga cinta, ikutin aja maunya cinta".
Doni segera pulang ke rumah untuk beres-beres diri, baru setelah itu pergi ke tempat perlombaan menyanyi. Sampai di gedung pertunjukan. Doni dan Rara duduk di antara para penonton yang lainnya untuk menyaksikan perlombaan menyanyi. Ya memang kebetulan gitu yang tampil malam dalam perlombaan menyanyi adalah Puput yang di idolain Doni. Ya Rara sih mengerti Doni yang menyukai Puput, hanya sekedar penggemar saja, maka kata hati Rara berkata "Untuk Mu Sebuah Cinta Dari Penggemar".
Doni pun antusias menonton perlombaan menyanyi, karena di temanin Rara, ya bisa di bilang pacar, bisa di bilang teman lebih baik karena lebih baik teman saling mencintai jadinya lebih pengertian gitu.


0 komentar:
Post a Comment