SINDERBOLONG
Dono baru saja pulang dari kantor. Terlihat sesuatu yang aneh saat
melintas sebuah rumah tua. Bulu kuduk Dono merinding sekali. Perasaan takut pun
dateng. Dono mulai melangkah cepat untuk menghindari rumah tua. Karena Dono
tidak hati-hati menginjak ekor anjing.
"Guuuk," teriak anjing di tambah sorotan mata yang
tajam.
Dono mengangkat kakinya sambil berkata "Maaf." Tapi
anjing terus menyalak-nyalak dengan sangat kuat. Dono makin ketakutan sekali.
Dengan cepat Dono mengambil langkah seribu.
"Kabur.......ada anjing ..gila," teriak Dono sambil
terbirit-birit.
Anjing mengejar terus Dono sampai di sebuah tanah lapang. Terlihat
pohon besar, tanpa berpikir panjang Dono naik ke pohon besar dengan cepat.
"Hus..hus..hus..," perintah Dono di saat atas pohon.
Anjing terus saja mengongong dengan sangat kuat. Dono makin ciut
nyalinya dan diam di atas pohon. Dateng sesosok wanita cantik berambut panjang
dan bergaun putih duduk di sebuah pohon.
"Diam...," kata wanita cantik berambut panjang.
Sontak anjing pun diam dan bergerak meninggalkan Dono yang sedang
mati ketakutan di atas pohon. Dono melihat anjing pergi meninggalkan
dirinya.
"Selamat saya," kata Dono.
Dono mulai turun dari pohon dan mulai berjalan menuju pulang ke
rumah. Setiap orang bertemu Dono di jalan pada lari ketakutan. Dono pun bingung
dengan ulah masyarakat sekitar. Sampai di depan rumah bertemu dengan Kasino.
"Dono.............," kata Kasino ketakutan.
"Apa.......?" tanya Dono.
"Di belakang kamu...," kata Kasino.
"Di belakang saya....," kata Dono.
"Beneran di belakang kamu!" kata Kasino.
Dono pun menoleh kebelakang. Terlihat oleh matanya Dono
" Tidak ada apa-apa?." Dono pun kembali melihat Kasino.
"Sebenarnya kamu ini ngomongin apa sih? sampai gemetaran
seperti itu?" tanya Dono.
"Hantu..................................," teriak Kasino
sambil belari masuk ke dalam rumah.
Indro pun baru pulang dan melihat sosok wanita berambut panjang
dan bergaun putih berdiri di samping Dono.
"Dono pacar kamu yang baru....ya?" tanya Indro.
"Pacar...baru...... Mana mungkin saya punya pacar baru.
Yang lama....aja masih bikin pusing," kata Dono.
"Yang di sebelah kanan kamu itu siapa? kenalan kamu yang baru
kan. Ngaku aja!" kata Indro.
"Ngaku apa?......saya ini pulang sendirian tidak bawa
teman.....," kata Dono yang tegas.
Wanita cantik berambut panjang menunjuk wajah yang sangat
menyeramkan belumuran darah dan belatung.
"Haaaaaaaaaaaa........," kata Indro yang terbatah-batah.
"Indro..kamu kenapa....asma..ya?" tanya Dono.
"Hantu.......Dono...di samping kanan kamu.....," kata
Indro.
"Hantu di samping saya....sebelah kanan. Kamu ini sama dengan
Kasino...ngomong yang aneh....," kata Dono.
"Beneran.....hantu............ Saya tidak
berbohong....," kata Indro.
Kemudian hantu tersebut menghilangkan tubuhnya yang terlihat
kepala dan seluruh organ sistemnya. Indro yang melihatnya makin ketakutan
sekali.
"Setan..............................beneran.....," kata
Indro langsung pingsan.
Dono melihat Indro pingsan di jalan segera menolongnya.
"Indro..jangan pingsan di sini......... Saya susah bawa kamu
masuk ke dalam rumah. Masalahnya berat. Kebanyakan makan..sih....... Maka
perutnya buncit," kata Dono.
Dono terus berusaha keras membangunkan Indro. Lalu terdengar suara
merdu di sebelah kiri Dono " bisa saya bantu."
"Saya...butuh bantuan........... Untuk membawa teman saya
yang pingsan masuk ke dalam rumah," kata Dono.
"Baiklah...saya tolong," kata Wanita berambut panjang.
Dono mulai melihat tangan Wanita berambut panjang memegang Indro
dengan kuku yang panjang.
"Haaaaa......panjang amat......kukunya.....kaya gak
wajar," celoteh Dono.
Keluar belatung dari tangan wanita berambut panjang.
"Jangan-jangan yang di omongin Kasino dan Indro....bener.....
Hantu.....," kata Dono.
Dono dengan seksama melihat wanita berambut panjang bergaun putih
dan terlihat punggungnya ada bolongnya.
"Haaaaaa.......... Hantu beneran deh....," kata Dono
langsung pingsan.
Wanita berambut panjang bergaun putih meninggalkan Dono dan Indro
pingsan di jalan dengan pergi menghilang. Semenjak kejadian bertemu dengan
setan sinderbolong. Dono, Kasino dan Indro aktif mengikuti pengajian di mesjid
supaya jauh dari godaan setan yang terkutuk.


0 komentar:
Post a Comment