ROBIN
Malam begitu larut sekali di kota Gotam. Robin sedang berdiri atas gedung sambil melihat pemandangan sekitar. Hp pun berdering, ya segera di angkat Robin.
"Dari Cyborg," kata Robin.
Robin segera menekan tombol di Hp dan segera berkata "Halo...Cyborg ada apa?"
"Robin posisi kamu di mana?" tanya Cyborg.
"Di atas gedung sih, dekat kantor polisi," kata Robin.
"Ada kejahatan daerah situ, ya cukup jauh sih. Aku kirimkan lokasinya terjadi kejahatan di Hp kamu," kata Cyborg.
"Iya," kata Robin.
Robin pun melihat data lokasi kejahatan yang di kirimkan Cyborg. Segera Robin bergerak menuju tempat terjadi kejahatan dengan melompat gedung dengan bantuan tongkat yang di gunakan sebagai gala. Ketika jarak jangkauan jauh Robin menggunakan alat yang di tembakan ke gedung dan mulai Robin bergelayutan ke tempat yang di tuju, kaya Tarzan kota tapi cenderung kaya Spiderman. Sampai di lokasi kejahatan. Dengan perlahan-lahan Robin melihat aksi para penjahat yang mengeluarkan barang-barang dari gudang ke mobil truk. Salah satu penjahat menjatuhkan benda dari kotaknya, berwarna putih dan di bungkus plastik.
"Jangan-jangan narkoba," kata Robin.
Robin pun turun dari atap gedung dengan pelan-pelan ya lewat tangga lebih mudah. Ada penjahat yang menjaga dengan membawa senjata. Robin pun mengeluarkan alat yang berisi obat bius. Di tulupnya si penjahat oleh Robin. Jarum menusuk tubuhnya bagian leher penjahat. Saat mencabut jarum tersebut langsung deh pingsan si penjahat. Robin segera menggeret tubuh pejahat yang pingsan ke tempat yang gelap dan dekat dengan tempat sampah.
Robin pun masuk ke dalam gudang, ya lewat pintu ya terbuka dengan diam-diam. Robin memeriksa kotak satu persatu untuk memastikan barang yang diangkut dari gudang ke mobil truk.
"Kokain," kata Robin dengan suara kecil.
Robin pun bersembunyi di antara kotak. Terdengar suara penjahat yang ketawa, kaya badut gitu. Robin melihat dengan mengitip dari celah antara kotak.
"Joker" kata Robin dengan suara kecil.
Joker sibuk memeriksa kerja anak buahnya satu persatu. Ternyata Joker menemukan salah satu anak buahnya yang lalai dalam tugasnya, ya di tembak mati oleh Joker dengan pistol kedap suara. Robin pun memang melihat ulah Joker tersebut terhadap anak buahnya. Joker pergi dari gudang. Mulai Robin bertindak dengan cepat untuk menjatuhkan para penjahat satu persatu dengan teknik bertarungnya.
Ya dengan waktu singkat semua penjahat di kalahkan Robin dan di ikat gitu. Joker pun kembali kegudang karena teringat sebuah benda kesayangannya ketinggalan. Ketika Joker masuk gudang melihat semua anak buahnya terikat semuanya.
"Siapa yang berulah ini, Batman....ya!" teriak Joker.
Joker pun mencari orang yang membuat anak buahnya tidak bisa berdaya lagi, karena di ikat gitu. Joker melihat yang bergerak cepat di balik kotak dan langsung di tembakin oleh Joker dengan pistolnya. Memang darah mengalir sih dan di lihat Joker. Lalu Joker memastikan darah yang mengalir tersebut.
"Haaa..darah kucing," kata Joker
Joker terus mencari orang bikin ulah pada anak buahnya. Robin pun melihat kesempatan dan melemparkan sebuah benda ke arah Joker dengan cepat sekali dan akhirnya menggelibet kaki Joker. Joker pun mau melangkah jadinya jatuh. Robin pun segera mengambil pistolnya Joker yang tergeletak di lantai gitu dan di buanglah oleh Robin.
"Sekarang kamu aku tangkap Joker," kata Robin.
"Jadi yang bikin ulah di tempat ku bukan Batman, melaikan Robin. Aku di permainkan anak kecil tidak seimbang itu namanya," kata Joker yang kesal.
Robin mengikat tubuh Joker dengan tali yang cukup kuat. Tiba-tiba di belakang Robin, ada sesosok yang bertubuh besar banget. Robin di serang dengan tinjuan yang sangat kuat. Ya dengan kelincahan Robin bisa menghindari serangan orang yang bertubuh besar tersebut.
"Tidak kena, yeeee!" ledekan Robin.
Anak buah Joker yang bertubuh besar, kaya raksasa terus menyerang Robin dengan tinjuan yang kuat banget sampai menghancurkan kotak kayu. Robin terus menghindari serangan tersebut dengan lincah banget kaya monyet, mungkin juga kaya Spiderman. Penjahat yang bertubuh besar pun kelelahan gitu di permainkan Robin.
"Capek ya," kata Robin.
"Iya," kata penjahat bertubuh besar.
Robin langsung memukul penjahat bertubuh besar dengan tongkat besinya di bagian kepala. Ya seketika penjahat bertubuh besar, kehilangan kesadaran dan jatuh di lantai.
"Badan besar, kalah sama Robin," kata Joker yang kesal.
Hp pun berbunyi lagi, segera Robin menjawab telpon dari Cyborg.
"Halo, Cyborg," kata Robin.
"Robin sudah menanganin para penjahat?" tanya Cyborg.
"Sudah, segera kirimkan polisi ke sini untuk memasukkan para penjahat ke penjara!" kata Robin.
"Ok, beres itu mah. Sebentar lagi polisi ke tempat situ," kata Cyborg.
Robin pun mematikan hubungan telponan dengan Cyborg. Segera Robin meninggalkan gudang tersebut. Joker berusah melepaskan ikatan, untuk kabur dari gudang tersebut. Polisi dateng melihat ulah Joker yang mau kabur gitu. Ya segera Polisi memborgol Joker dan di masukkan ke dalam mobil bersama anak buahnya untuk di masukkan ke penjara. Semua barang narkoba di sita polisi dan di bawa ke kantor untuk penyelidikan.
Robin pun berdiri di atas gedung. Cyborg pun dateng dengan membawa sekotak pizza.
"Robin kita makan pizza dulu!" kata Cyborg.
"Iya," kata Robin.
Robin dan Cyborg makan pizza sambil menikmati malam bertabur bintang.


0 komentar:
Post a Comment