RAHASIA HATI

Posted By Cerpen universal on Thursday, December 26, 2019 | December 26, 2019

RAHASIA HATI

Hari ini sama hari yang lainnya, hanya saja hari ini masih ada kaitan hari di mana kaum nasrani merayakannya lebih tepatnya natal gitu. Tejo selalu memandangin gadis yang di sukainya gitu, artis gitu. Mungkin penggemar mungkin juga cinta benaran yang tersimpan dalam diri Tejo karena selalu menonton sinetron di Tv, yang muncul artis yang benar-benar di sukai Tejo.

"Tejo, bantu Ibu antarkan kue ini ke bude mu!" panggil Ibu dengan suara keras.

"Iya, Ibu.... Tejo anterin kue itu," kata Tejo.

Tejo mematikan tontonan Tv dan mengambil kotak di atas meja.

"Ibu, Tejo pergi ke tempat bude," kata Tejo.

"Iya, hati-hati di jalan ya nak!" kata Ibu.

"Iya, Ibu," kata Tejo dengan santun.

Tejo pun segera membawa kotak berisi kue dan di taruh di tempat box yang terpasang di belakang motor. Mulailah Tejo membawa motornya dengan baik ke rumah bude. Sampai di rumah bude, masih markirin motor... Tejo melihat gadis cantik yang mirip dengan artis yang di sukai Tejo.

"Apa aku tidak salah lihat," kata Tejo.

Tejo terus memastikan penglihatan dengan baik gitu. 

"Beneran sama wujudnya seperti artis yang aku sukai," kata Tejo.

Bude melihat Tejo yang bengong melihat gadis cantik.

"Hus....gak baik bengong," kata Bude.

"Astafirohulazim, aku ngelamun. Maaf bude. Oh iya ada kue dari Ibu," kata Tejo.

Tejo mengeluarkan kotak kue dari box.

"Ini bude....kue dari Ibu," kata Tejo.

"Ibu mu, baik bude. Selalu ngirimin kue buatannya," kata bude.

"Iya," kata Tejo.

Bude membawa masuk kotak kue ke dalam rumah. Tejo masih memandangin gadis yang cantik tersebut mirip dengan artis yang ia sukai.

"Mungkin cuma mirip ya. Tapi bener sama," kata Tejo.

Bude menaruh kue di meja.

"Mana Tejo, bukannya masuk rumah dulu. Pasti masih melihat gadis cantik tersebut. Kebiasaan anak bujang sekarang," kata Bude.

Bude pun segera menghampiri Tejo yang masih berdiri di depan rumah melihat gadis ya masih tetangga sebelah rumahnya bude sih.

"Tejo," panggilan bude.

"Apa bude. Apa yang harus Tejo kerjakan," kata Tejo.

"Kamu masih aja memperhatikan gadis yang kamu lihat itu," kata bude.

"Abisnya bude mirip dengan artis, gitu," kata Tejo.

"Gadis kamu lihat itu memang artis," kata bude.

"Waduh, beneran ini mah," kata Tejo.

Tejo tidak lagi melihat gadis di tetangga rumah budenya, ya lebih baik masuk rumah bude. Seperti biasa Tejo bantu beres rumah budenya setelah itu baru istirahat nonton Tv sama bude, ya nonton sinetron kesukaan budenya.

Waktu pun asik menonton Tv. Sampai acara berubah sekilas info berita tentang gerhana. Tejo yang penasaran keluar dari rumah dan melihat di langit untuk memastikan gerhana yang di beritakan. Dengan seksama Tejo melihat gerhana tersebut.

"Bener-bener gerhana," kata Tejo.

Tejo pun segera ke mushollah untuk melaksanakan sholat gerhana bersama warga di sekitar. Dengan khusus Tejo dan warga, sholat gerhana sampai selesai. Setelah itu Tejo pun langsung balik ke rumah budenya. 

Lagi-lagi Tejo terbuai dengan artis yang ia lihat di sebelah rumah budenya, tapi tidak sendiri lagi sama teman-temannya, ya artis juga.

"Bener-bener artis yang aku sukai. Dunia ini sempit banget," kata Tejo.

Tejo pun masuk rumah bude sambil menyimpan rasa suka sebagai penggemar atau kah cinta. Tejo pun duduk di samping budenya yang asik nonton Tv.

***
Andi selesai baca cerita yang di tulis Budi.

"Budi, cerita kok cuma gini aja?" tanya Andi.

"Ya....gimana lagi. Ya cuma gitu aja. Aku menulis berdasarkan sudut pandang aku...saja," penjelasan Budi.

"Kalau begini mah. Lebih tepatnya rahasia hati," kata Andi.

"Ia, bener kamu Andi, judulnya lebih baik 'Rahasia Hati' dari pada 'Penggemar Rahasia'," kata Budi.

Budi segera mengganti judul ceritanya menjadi 'Rahasia Hati'. 

"Kalau ginikan bener," kata Budi.

"Ya, terserah kamu Budi, aku mau nulis cerita misteri aja. Tema cerita cinta lebih cenderung ungkapan perasaan atau di sebut rahasia hati sama dengan judul tulisan kamu...
Budi," kata Andi.

"Itu sih terserah kamu Andi, yang penting nulis cerita!" kata Budi.

Andi pun menulis dengan asik gitu. Sedang Budi, ya mainan robotan gitu dengan asiknya.
Blog, Updated at: December 26, 2019

0 komentar:

Post a Comment