PERJALANAN HIDUP
Steven dateng ke kota Hongkong, ya asalnya sih dari Taiwan. Steven mengeluarkan kertas dari saku bajunya untuk membaca alamat temannya Andy. Karena Steven gak tahu, ya bertanya dengan sapam gitu....di jalan gitu.
Asik bertanya alamat sama sapam, tas steven yang di taruh di lantai. Eee tas di bawa sama pencuri. Steven mengejar pencuri dengan sekuat tenaga sampai gang sempit. Pencuri tidak gak bisa lari lagi, maka itu mengajak Steven bertarung.
Steven meladenin serangan pencuri tasnya. Dengan hebatnya pencuri menggunakan jurus kunfunya untuk mengalahkan Steven. Amarah Steven memuncak gitu, karena jengkel dengan pencuri. Steven mengeluarkan tenaga dalam dan di pusatkan ke tangan kanannya, langsung di tinju pencuri di perutnya.
Sang pencuri terpental jauh banget sampai masuk tong sampah. Steven mengatur kembali tenaga dalamnya dan setelah itu berkata "Main-main dengan aku".
Steven mengambil tasnya dari tangan pencuri. Tapi ternyata Steven kehilangan alamatnya Andy. Maka gak ada jalan untuk menginap di rumah si pencuri karena Steven mengancam ke pencuri untuk memasukkan si pencuri ke penjara.
Ya terpaksa pencuri mengikuti maunya Steven. Mulai Steven tahu nama pencuri tersebut Atung, ya Atung pun tahu orang yang tasnya ia curi namanya Steven.
Atung membawa Steven ke rumah kontrakan gitu. Saat Atung menekan bel rumah. Keluarlah sesosok wanita yang lumayan cantik.
"Memey, aku ada barang baru ni," kata Atung.
"Ok, masuk," kata Memey.
Atung dan Steven masuk ke rumah Memey. Tapi ternyata di dalam rumah Memey ada empat orang laki-laki yang berpenampilan keren sih sedang asik baca koran di sofa gitu.
Steven duduk di sofa, bersama empat laki-laki yang berpenampilan keren gitu. Atung bersama Memey, ya negoisasi gitu di dalam kamar dengan singkat. Saat keluar dari kamar Memey setelah negoisasi dengan Atung selesai. Memey terkejut dengan empat tamunya itu di ada di tempat lagi, alias pergi.
Ya Memey mengajak Steven masuk ke kamarnya. Steven tidak tahu motifnya Memey gitu. Dengan polosnya Steven memainkan alat musik yang di bawanya yaitu seruling. Memey agak kesal dengan ulahnya Steven gitu.
"Sebenarnya kamu punya uang tidak?" tanya Memey.
"Uang, aku tidak ada," kata Steven yang lugu.
Memey pun memanggil preman yang menjaganya. Preman tersebut masuk ke kamarnya Memey dan ingin menghajar Steven.
"Tunggu dulu, kenapa aku mau di pukul. Apa salah dan dosa aku?" kata Steven yang lugu.
"Salah kamu adalahnya mau main dengan pelacur, tapi kamu tidak ada uang," kata preman.
"Haaaa...ini tempat pelacuran yang berkedok rumah orang baik-baik," kata Steven terkejut.
Steven yang tahu dengan keadaannya mulai melawan preman tersebut dengan teknik bela diri kungfunya. Preman pun kalah telak di hajar oleh Steven. Memey ketakutan melihat Steven yang marah.
"Dasar wanita sial," kata kesalnya Steven.
"Keadaan yang membuatku menjalankan pekerjaan ini," kata Memey dengan menunduk malu.
Steven pun keluar dari rumahnya Memey dan mencari Atung, ya sebelumnya nanya alamat rumah Atung ke Memey. Di rumah Atung. Ya Atung lagi asik makan mie rebus gitu. Steven yang marah banget, mengerahkan tenaga dalam terpusat pada tangan kanannya dan di tinjulah pintu. Ya pintu langsung jatuh ke lantai. Atung kaget banget melihat pintu yang di dobrak Steven.
"Kamu......," kata Steven yang marah besar.
Atung ketakutan banget melihat Steven yang marah gitu.
"Lepaskan baju mu!" kata Steven.
"Tidak," kata Atung.
Atung tidak membuka bajunya. Steven memaksa dan merobek baju dan celananya.
"Kamu aku hukum telanjang semalaman. Kamu membuat ku sial....mendatengin tempat pelacuran tersebut!" kata Steven yang kesal.
Steven pun membuang bajunya Atung di lemari ke tempat sampah. Atung pun menerima keadaannya di hukum telanjang semalaman sama Steven. Ya Steven istirahat di kamar Atung setelah memperbaiki pintu depan yang di dobrak.
Esok paginya. Steven menemukan uang 20 dolar Hongkong di lemari. Baru Steven keluar dari kamar dan melihat keadaan Atung yang meringkuk kedinginan di lantai.
"Hukuman mu selesai. Aku pinjem uang mu 20 dolar Hongkong yang aku temukan di lemari baju kamu. Aku mau mencari pekerjaan," kata Steven.
"Ya," kata Atung.
Steven keluar dari rumah Atung dan mencari pekerjaan di kota Hongkong. Ya ke sana ke sini Steven mencari pekerjaan, tapi tidak punya selembar ijazah gitu.
"Ternyata susah juga mencari pekerjaan di kota Hongkong ini," kata Steven yang frustasi.
Steven terus mencari pekerjaan dengan bertanya ke sana ke sini, siapa tahu ada yang menerima dirinya. Perut pun keroncongan gitu.
"Laper aku," kata Steven
Steven memutuskan untuk pulang ke rumah Atung. Sampai di rumah Atung. Melihat makan yang banyak, sedang di makan Atung.
"Atung dari makan ini semua?" tanya Steven.
"Beli lah," kata Atung.
"Uangnya dari mana?" tanya Steven.
"Nyopetlah. Hidup di kota ini kan sudah," kata Atung.
"Kamu ini," kata Steven yang marah ingin menghajar Atung.
Perut Steven berbunyi lagi, ya jadi usahakan puasa menahan semua makan yang enak di hadapannya, tepatnya di atas meja. Atung menyesal gitu dengan perbuataannya karena melihat Steven yang gigih tidak mau makan dari hasil nyopet.
Atung pun mengajak Steven ke rumah makan Pak Chow untuk memasukkan Steven jadi karyawan di rumah makan tersebut. Pak Chow menerimanya Steven jadi karyawan di rumah makan tersebut.
Steven dengan rajin kerja di rumah makan Pak Chow. Atung ya masih belum bisa kerja di jalan yang bener gitu, karena sudah kebiasaan. Ya Steven terus memberikan masukan pada Atung gitu, karena tinggal satu rumah demi kebaikan Atung supaya meninggalkan pekerjaannya itu.
***
Tiga bulan pun berlalu. Steven tetap kerja dengan rajin di rumah makannya Pak Chow, sampai-sampai Steven menjalin hubungan dengan anak gadis Pak Chow, Melan. Hubungan Steven dan Melan sih baik-baik aja sih layaknya teman, tetapi kalau pacaran sih belum di restui oleh Pak Chow gitu dengan alasan ini dan itu.
***
Suatu ketika. Melan baru pulang dari main di rumah temannya gitu. Melan di ganggu oleh preman gitu. Atung melihat Melan di ganggu preman dan ingin menolongnya, tapi Atung kalah bertarung melawan preman yang ganggu Melan.
Melan pun lepas dari cengkeraman dari preman langsung berlari menuju ke rumah makan. Di tengah jalan bertemu Steven yang sedang bawa belanjaan untuk persediaan di rumah makan.
"Steven, tolong Atung yang di gebukin preman demi nolong Melan," kata Melan.
"Ayo kita tolong, Atung!" kata Steven
Steven pun ke tempat Atung di gebukin preman bersama Melan.
"Kalian, macem-macem dengan teman aku!" kata Steven.
"Ada, yang mau mati konyol di sini," kata preman.
Steven bertarung dengan preman dengan menggunakan teknik bela diri kungfu. Pertarungan memang sengit antara Steven dan preman. Karena Steven mengerahkan seluruh kemampuannya dan berubah seperti Bruce Lee, teknik bela dirinya. Preman kalah satu persatu dan tergeletak di lantai.
"Main-main dengan aku," Steven dengan gaya Bruce Lee.
Steven meninggalkan tempat pertarungan, dengan membopong Atung yang tidak berdaya dan di bawa ke rumah sakit untuk di obatin dari luka si gebukin preman. Melan ya ikut menemanin Steven.
***
Sebulan setelah kejadian Melan di ganggu preman. Pak Chow menerima hubungan Steven dengan Melan, yang awalnya teman tapi kaya pacaran gitu dan akhirnya.....pacaran beneran Steven dan Melan. Kadang setiap selesai kerja di rumah makan. Steven dan Melan, jalan-jalan menikmati indahnya kota Hongkong gitu.
Cinta Melan dan Steven terus mengalir seperti aliran air gitu, bener-bener mengalir sampai tujuan.
***
Setahun berlalu. Steven pun meminang Melan jadi istrinya. Saat pernikahan Steven bertemu dengan Andy yang di undang jadi tamu di pernikahan. Selama ini Steven mencari Andy, karena Andy merubah namanya menjadi Jacky....ya susah di temukan keberadaan Andy sebenarnya. Karena telah bertemu dengan Andy, ya Steven....akrab banget kaya waktu masih kecil di kampung halaman di Taiwan.
Atung pun bahagia dengan jalan hidup Steven yang selalu lurus, sampai menikahi Melan. Atung yang sadar sih dengan kesalahannya bertahun-tahun di jalan yang kacau banget gitu, maka itu meninggalkan pekerjaannya yang buruk tersebut, sebelum pernikahan Steven dan Melan diadakan di rumah makan dengan besar-besaran.


0 komentar:
Post a Comment